Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
23. Meradang.


__ADS_3

Jacob menunggu didalam kamar Naomi, duduk disofa masih dengan dadanya yang masih berdebar.


Jacob memijit pelipisnya yang terasa berat, pemandangan yang dilihatnya tadi membuat dia tidak bisa menghilangkan nya dari dalam otaknya.


Naomi telah mengubah dirinya menjadi pria yang berpikiran mesum, gejolak dirinya membuat dia tidak tahan dekat dengan Naomi.


Jacob mendengar suara dari dalam kamar mandi, spontan dia bangkit dari duduknya.


Baru saja Jacob sudah mencoba dalam hati, bahwa dirinya tidak perlu terlalu memperhatikan Naomi, agar mereka tidak sering terjadi kontak fisik.


Tapi, hati kecilnya tidak bisa mengabaikan Naomi, ada rasa ingin melindungi Naomi yang begitu kuat.


Jacob mengetuk pintu kamar mandi.


"Naomi!" panggilnya.


"Iya kak, aku sudah selesai..masuklah!" sahut Naomi dari dalam kamar mandi.


Jacob membuka pintu kamar mandi, dia melihat Naomi masih duduk diatas toilet.


Tapi, sekarang Naomi hanya memakai handuk saja membalut tubuhnya yang polos.


Jacob terdiam didepan pintu sambil memegang gagang pintu, dia tidak berani bergerak masuk melihat Naomi yang terlihat begitu menggoda.


Jacob merasa tidak bisa tahan lagi untuk mengontrol dirinya, Naomi terlihat sangat cantik sekali.


Rambutnya yang panjang terlihat basah tergerai indah di punggungnya.


Dengan perlahan kaki Jacob melangkah mendekati Naomi yang tengah memandang ke arahnya.

__ADS_1


Jacob mengambil handuk kering dari dalam lemari handuk didekat toilet, lalu menaruhnya keatas kepala Naomi.


"Balut dengan handuk rambutmu yang basah!" kata Jacob.


"Oh, iya kak!" Naomi lupa kalau rambutnya belum dibalutnya dengan handuk.


Naomi kemudian menggulung rambutnya dengan handuk yang diberikan Jacob tersebut.


Setelah itu, Jacob dengan lembut membopong Naomi.


Dengan reflek tangan Naomi merangkul leher Jacob.


Sontak aroma tubuh Naomi terhirup oleh Jacob, terasa wanginya begitu lembut, dan membuat hidung Jacob menyukai aromanya.


Sekuat tenaga Jacob menahan dirinya, dia harus bisa bertahan.


Dengan tubuhnya Jacob mendorong pintu walk in closet, membawa Naomi masuk kedalam.


Lalu mendudukkan Naomi pada kursi sofa yang ada didalam walk in closet.


Jacob mengambil baju tidur Naomi dari dalam lemari, lalu memberikannya pada Naomi.


"Pakaian dalamku didalam laci itu kak!" sahut Naomi dengan polosnya sembari menunjuk laci yang di maksudnya.


Jacob membeku mendengar apa yang dikatakan oleh Naomi, dia diam tidak bergerak mengambil apa yang dikatakan Naomi barusan.


Melihat Jacob tidak bergerak untuk mengambil apa yang Naomi maksudkan, Naomi tersadar dengan apa yang dikatakannya.


"Oh, tidak jadi kak..aku pakai baju tidur saja!" kata Naomi.

__ADS_1


Jakun Jacob turun naik menelan ludahnya mendengar apa yang dikatakan Naomi lagi.


Naomi sukses membuat Jacob meradang dengan sikapnya yang polos, Naomi sepertinya merasa tidak terancam dengan Jacob.


Dia terlihat santai saja.


Jacob dengan sekuat tenaga menahan gejolak di hatinya, dan perlahan berjalan menuju laci yang dimaksud Naomi.


Mengambil pakaian dalam Naomi.


Jacob sebenarnya sudah biasa melihat pakaian dalam wanita, dulu sewaktu istrinya masih hidup, dia biasa membantu istrinya sesekali mengambilkan pakaian dalamnya.


Tapi, itu adalah istrinya, dan lagi pula itu sudah lama berlalu, tiga tahun lalu.


Dan, sekarang Naomi minta tolong padanya untuk mengambilkan pakaian dalamnya, dan Jacob merasa heran dengan dirinya, dia merasa tidak keberatan sedikitpun.


"Kalau sudah selesai, panggil saja aku!" kata Jacob menyerahkan pakaian dalam tersebut pada Naomi.


"Iya kak!" jawab Naomi patuh menerima pakaian dalamnya.


Jacob meninggalkan Naomi didalam walk in closet untuk memakai baju tidurnya.


Sementara Naomi lagi berpakaian, Jacob memeriksa laci meja rias Naomi.


Mencari obat oles lebam untuk pergelangan kaki Naomi.


Dan, untunglah ketemu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2