
Naomi berdiri ditempatnya melihat Jacob dengan wajah yang datar dengan tatapan yang dingin, menghajar para pria kekar tersebut.
Terutama pria yang berusaha menangkapnya tadi, tergeletak pingsan tidak bergerak lagi.
Wajah Naomi begitu pucat, dan tubuhnya juga gemetar.
Seumur hidup ini pemandangan yang mengerikan, yang pernah dilihat Naomi.
Jacob menarik kerah pria yang berteriak tadi padanya, mendekatkan wajahnya pada pria itu.
"Ku peringatkan padamu...jangan lagi coba-ciba memprovokasiku dengan masalah yang tidak jelas, aku tandaskan lagi padamu..aku tidak punya hubungan apa pun dengan adikmu, dia yang tergila-gila padaku..sedikitpun aku tidak ada memiliki perasaan apapun padanya..ingat itu!" kata Jacob dengan nada datar, matanya tajam menatap mata lelaki itu.
Lalu dilepaskannya kerah lelaki itu dari tangannya dengan kasar, dan lelaki itu kembali terjatuh ke aspal.
Jacob kemudian menghampiri Naomi yang masih berdiri ditempatnya, yang masih gemetar dan wajah yang pucat.
Diraihnya tubuh Naomi kedalam dekapannya, memeluk tubuh ketakutan itu dengan erat.
Lalu mengangkatnya, dan membopongnya masuk kedalam mobil.
Don Asisten Jacob membuka pintu mobil lebar-lebar untuk Jacob dan Naomi.
Jacob mendekap Naomi dalam pangkuannya, mengecup kepala Naomi dan mengelus punggungnya agar Naomi kembali tenang.
Naomi tidak bisa bicara, dia masih shock dengan kejadian itu, dia diam saja dibopong Jacob.
__ADS_1
"Jangan takut lagi..kita akan pulang, masalahnya sudah diatasi!" gumam Jacob mengelus punggung Naomi dengan lembut.
Don membawa mobil pergi dari sana, mengemudi dengan kecepatan sedang membawa Jacob dan Naomi pulang ke Mansion.
Mobil itu perlahan memasuki halaman luas Mansion milik Jacob, berhenti tepat di depan lobby pintu utama Mansion.
Don dengan cepat turun dari mobil, dan bergegas membuka pintu mobil belakang untuk Jacob.
Jacob masih mendekap Naomi dalam pangkuannya, perlahan turun dari mobil membopong Naomi.
Membawanya masuk kedalam Mansion, yang disambut kepala Pelayan membuka pintu untuk Jacob dan Naomi.
"Panggil Lis dan Ines untuk datang ke kamar Naomi!" sahut Jacob kepada kepala Pelayan rumahnya, begitu dia melangkah masuk kedalam rumah.
"Baik Tuan!" angguk pak tua itu dengan patuh.
Sementara Naomi masih mode diam, belum bisa bicara karena masih shock.
Jacob meletakkan Naomi duduk disofa kamar Naomi, dan berjongkok memandang Naomi yang masih diam.
"Naomi!" panggil Jacob pelan.
Mata Naomi berkedip menatap mata Jacob.
"Jangan takut, aku akan menjagamu..suatu saat aku akan bercerita padamu, apa yang terjadi dan kekerasan yang telah kulakukan..malam ini beristirahat lah yang tenang, Lis dan Ines akan membantumu untuk membersihkan badan..nanti kalau sudah selesai, aku akan datang lagi untuk melihatmu!" kata Jacob menatap mata Naomi dengan lekat, tangannya dengan lembut mengelus tangan Naomi.
__ADS_1
Naomi hanya mengangguk saja mendengar apa yang dikatakan Jacob.
Tok! tok! tok!
Pintu kamar ada yang mengetuk, dan perlahan terbuka.
Pelayan yang disuruh Jacob untuk datang kekamar Naomi masuk kedalam kamar, Lis dan Ines berdiri tidak jauh dari sofa.
"Apakah anda memanggil kami Tuan?" tanya mereka.
"Iya, kalian bantulah Naomi membersihkan badan dan berpakaian..dia lagi tidak enak badan!" sahut Jacob masih berjongkok didepan Naomi.
"Baik Tuan, aku akan membuat air hangat terlebih dahulu didalam bathtub!" kata Lis.
Lis pergi kekamar mandi Naomi.
"Baiklah..aku pergi dulu ya!" kata Jacob menyentuh pipi Naomi.
"Iya kak!" ucap Naomi akhirnya buka suara.
Jacob tersenyum mendengar Naomi akhirnya bersuara, sebuah kecupan mendarat di kening Naomi.
"Mandilah..aku akan datang lagi nanti" kata Jacob.
Jacob perlahan bangkit dari jongkoknya, lalu pergi meninggalkan kamar Naomi.
__ADS_1
Bersambung.....