
Naomi merasa tubuhnya menyukai apa yang dilakukan Jacob padanya, belaian jemari Jacob serasa begitu menghanyutkan perasaannya.
"Kak.." desah Naomi, tangannya memegang bahu Jacob dengan erat, membenamkan cengkramannya disana.
"Ya, sayang..panggil namaku" bisik Jacob dengan lembut lalu kembali mengecup dada Naomi.
Ciuman Jacob turun mencium benda lunak didada Naomi, menggesekkan lidahnya dipuncak benda yang lembut itu.
"Jacob..kak!" suara serak Naomi terdengar begitu berat saat Jacob membuat Naomi semakin melayang.
Tubuh Naomi bergetar merasakan dadanya dengan lembut dibelai dan dikecup Jacob, darahnya berdesir merasakan bibir Jacob menyesap benda lembut yang bertengger di dadanya tersebut.
"Sebut lagi namaku sayang, aku sangat menyukainya..suaramu begitu merdu menyebut namaku" gumam Jacob semakin memperdalam menyesap ujung benda lembut di dada Naomi, yang sudah menjadi miliknya itu.
"Jacob..ah, kak" Naomi merasa belum terbiasa menyebut nama Jacob, usianya dan usia Jacob membuat Naomi merasa tidak sopan untuk memanggil begitu saja nama Jacob, walaupun Jacob sekarang sudah menjadi suaminya.
"Ya sayang, kau suka?" tanya Jacob semakin memperdalam menyesap dan membelai Naomi dibawah sana.
Naomi tidak menjawab, tangannya semakin dalam mencengkram bahu Jacob, dan bibirnya terbuka dengan mata yang terpejam merasakan apa yang dilakukan Jacob.
Jacob menanggalkan bathrobe Naomi, dan melemparkan handuk tersebut ke lantai kamar.
Tubuh Jacob semakin meremang melihat tubuh polos Naomi, dia merasa pria yang sungguh beruntung memiliki seorang istri yang begitu lugu dan sangat imut seperti Naomi.
Seorang gadis muda yang telah memporak porandakan perasaannya yang telah lama mati, kini bergairah penuh cinta yang dalam untuk gadis kecil yang sekarang menjadi istrinya itu.
Jacob menanggalkan pakaian terakhir yang menutupi tubuhnya, melemparkannya ke lantai kamar dengan sembarangan.
Kini saatnya untuk memiliki istrinya seutuhnya, menuntaskan malam pertama mereka yang terlewat beberapa jam yang lalu, karena tubuhnya yang lemah akibat kelalaiannya sendiri meminum minuman yang seharusnya tidak perlu dia minum.
"Sayang..apakah aku boleh..?" tanya Jacob menegakkan tubuhnya memandang wajah Naomi yang terlihat begitu merona karena terbuai oleh sentuhannya.
"I..iya kak" jawab Naomi sebelum Jacob melanjutkan pertanyaannya, dan kaki Naomi perlahan bergerak memberi akses untuk Jacob.
Perlahan Jacob memposisikan tubuhnya dengan benar, dan mulai melakukan kewajibannya sebagai suami.
Jacob dengan hati-hati perlahan melakukannya dengan lembut, membuka milik istrinya yang masih tertutup rapat.
__ADS_1
Naomi meringis saat Jacob menekan ereksinya disana, dan itu membuat Jacob menghentikan pinggulnya yang mencoba untuk menekan dibawah sana.
"Kak..sakit!" ringis Naomi mencoba menutup kakinya kembali.
"Sayang..maaf, aku akan hati-hati, aku mencintaimu sayang" gumam Jacob mengecup bibir Naomi dengan lembut, hatinya begitu bahagia tidak terkatakan.
Istrinya yang lugu benar-benar membuat Jacob harus lebih lembut lagi, ciumannya semakin dalam mengulum bibir Naomi.
Memilin bibir mungil dan padat itu dengan perlahan, memasukkan lidahnya dan menelusuri setiap inci gigi dan bibir Naomi.
Sementara tangannya meremas dengan lembut benda lembut di dada Naomi, membuat Naomi melayang dan siap untuk menerima Jacob lagi.
Perlahan Jacob kembali membuka kaki istrinya, dan dengan hati-hati melakukan lagi tugasnya.
Dengan dorongan pinggulnya, Jacob dengan lembut menekan dibawah sana, dan bibirnya semakin dalam mengulum bibir Naomi.
Naomi merasa terbuai dengan apa yang dilakukan Jacob, membuat dia menutup matanya menikmati belaian dan ciuman Jacob.
Naomi mengalungkan tangannya ke tengkuk Jacob, dan membalas ciuman Jacob yang dalam, menikmati gesekan ereksi suaminya dibawah sana yang terasa membuat tubuhnya meremang dan melayang.
Dan, tanpa sadar Naomi merasakan dibawah sana menerobos daerah sensitifnya, membuat dirinya reflek menarik tubuh Jacob.
"Jacob..kak..ahh, sakit!" rintihnya gemetar.
"Naomi..sayang, istriku..apakah sakit? maaf aku tidak tahan, kau membuatku tidak bisa mengontrol diriku" gumam Jacob membalas pelukan Naomi dengan erat juga.
Pinggulnya perlahan melakukan pergerakan setelah berhasil membuka penutup milik Naomi, dan Jacob merasakan ada rembesan darah terasa mengalir membasahi sprei tempat tidur.
"Iya, sakit kak!" Naomi menggigit bibir bawahnya menahan rasa ngilu dibawah sana.
Naomi merasakan daerah sensitifnya begitu penuh dan sesak, dan juga sakit.
Jacob menghentikan gerakan pinggulnya, menatap wajah istrinya yang menahan sakit, satu kecupan mendarat di pipi Naomi.
"Bagaimana apakah masih sakit sayang?" tanya Jacob lembut setelah menghentikan gerakannya.
"Tidak lagi!" gumam Naomi membuka matanya, menatap Jacob yang menatapnya dengan tatapan bergairah.
__ADS_1
Jacob masih didalam tubuh istrinya itu, tidak berani melakukan pergerakan karena takut membuat Naomi merasa sakit.
Mereka beberapa detik seperti itu, saling tatap dengan tatapan penuh gairah.
Jacob mencoba bergerak lagi, dan Naomi diam saja tidak meringis kesakitan.
Kembali pinggul Jacob beraksi dengan lembut dan perlahan penuh ke hati-hatian, dia ingin malam pertama mereka menjadi momen yang begitu indah dinikmati istrinya.
"Sayang..!" gumam Jacob begitu bahagia, dia merasakan istrinya tampak menyukai apa yang dilakukannya.
Naomi kembali menarik tengkuk Jacob, dan mencium bibir Jacob untuk menyambut apa yang dilakukan suaminya dibawah sana.
Tidak berapa lama tubuh mereka bergetar, dan Jacob merasakan dirinya akan meledak, dengan erat semakin memperdalam gerakannya.
Naomi dengan erat memeluk tubuh Jacob, sepertinya dia juga ingin meledak, tubuhnya ikut bergetar juga merespon tubub Jacob yang akan meledak.
Dan, akhirnya mereka sama-sama meledak, lenguhan panjang terdengar di pagi buta dalam kamar pengantin.
Jacob akhirnya berhasil menuntaskan malam pertama mereka yang terlewat dengan sempurna, dan terasa begitu indah.
Istrinya juga terlihat begitu bahagia, dengan tindakannya membuka milik istrinya yang masih perawan.
"Sayang..sayangku, aku mencintaimu" bisik Jacob mengecup pipi Naomi dengan bahagianya.
"Aku juga mencitaimu kak, terimakasih sudah begitu lembut melakukannya, aku menyukainya!" bisik Naomi sembari tersenyum manis.
Mereka saling berpelukan dengan erat, dan masih posisi seperti itu.
Jacob begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan Naomi, kembali Jacob mencium bibir istrinya itu.
Kemudian Jacob menarik tubuhnya dari dalam istrinya, lalu menarik tubuh mungil istrinya ke dekapannya.
Menarik selimut untuk menutup tubuh mereka yang polos, dan melanjutkan tidur mereka kembali.
Jacob mengecup puncak kepala istrinya dengan senyuman puas, dia akan menjaga dan melindungi Naomi mulai hari ini dan seterusnya.
Akan menyayangi istrinya dengan cintanya yang membara, istri yang telah membuat dirinya menjadi lelaki normal kembali.
__ADS_1
Bersambung.....