Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
75. Tentang Naomi dan Nora.


__ADS_3

Selesai makan malam, kembali Jacob membopong Naomi untuk naik ke kamar mereka.


"Kak, lama kelamaan aku ini bakalan gak mau jalan lagi kalau selalu dimanjakan seperti ini!" protes Naomi dalam bopongan Jacob.


Jacob terkekeh mendengar perkataan Naomi, dia memang ingin selalu memanjakan istrinya itu.


Pribadi Jacob yang dingin, menjadi hangat setelah merasakan jatuh cinta untuk yang ke dua kali, setelah kematian istrinya.


Perasaan bahagia memiliki seseorang yang sangat berharga lagi, membuat dia takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nya pada istri kecilnya itu.


"Tidak masalah sayang, aku siap selalu membopongmu kapanpun!" bisik Jacob sembari tersenyum senang di telinga Naomi.


"Terserah padamu saja kak!" kata Naomi cemberut, dia seperti anak kecil diperlakukan suaminya sendiri.


"Jangan cemberut sayang" Jacob dengan pelan meletakkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur.


Cup!


Satu kecupan di berikan Jacob ke pipi Naomi, dan membuat wajah Naomi merona.


Jacob tersenyum lebar melihat rona merah di wajah istrinya itu.


Setelah mematikan lampu kamar, dan menyalakan lampu tidur di nakas, Jacob kemudian bergabung bersama Naomi ke balik selimut.


Jacob menarik Naomi kedalam dekapannya.


"Sayang" gumam Jacob.


"Ya kak"


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, aku harap kau tenang ya!"


Tubuh Naomi mendadak tegang begitu mendengar apa yang dikatakan Jacob.


Naomi tahu ini hal yang serius, dan menyangkut tentang kematian kakak angkatnya.


Tanpa sadar Naomi menggenggam selimut dengan erat, dia merasakan jantungnya mulai berdegup tidak tenang.


Jacob merasakan kalau tubuh istrinya mendadak gugup.

__ADS_1


Dengan pelan dan hati-hati Jacob mulai memberitahukan apa yang terjadi pada almarhum istrinya, kakak angkat Naomi.


Dia tahu Nora, almarhum istrinya sangat menyayangi Naomi, selalu memantau kehidupan Naomi, walau Naomi ditinggalkan nya di kampung setelah mereka menikah.


"Wanita itu, teman baik Nora yang depresi itu, ternyata begitu terobsesi padaku semenjak wanita itu mengenal diriku, dia sangat cemburu pada Nora" kata Jacob, pria itu kemudian diam sejenak.


Naomi diam tidak berani bergerak mendengarkan apa yang dikatakan Jacob, dia tidak bersuara, menunggu Jacob menyelesaikan apa yang didapatnya mengenai kematian kakak angkatnya.


"Saat Nora didiagnosis menderita penyakit Leukimia, wanita itu dengan penuh perhatian merekomendasikan dua orang Dokter yang bisa menangani penyakit Nora, ternyata ke dua Dokter itu adalah Dokter pribadi nya!" kata Jacob melanjutkan penjelasan yang didapat nya mengenai Nora.


Naomi menoleh memandang Jacob yang sedari tadi memandangnya saat menjelaskan laporannya.


Mata mereka bertemu, dan mata Naomi tidak berkedip menatap Jacob.


"Dokter pribadi? maksudnya apa? apakah wanita itu sakit?" tanya Naomi tidak mengerti.


"Sejak pertama dia memperkenalkan ke dua Dokter itu, aku tidak tahu kalau mereka adalah Dokter pribadi wanita itu, kalau aku tahu, aku pasti akan menyelidiki apakah mereka benar Dokter yang ahli dalam menangani penyakit Leukimia" kata Jacob.


"Dan, aku juga tidak tahu ternyata wanita itu punya penyakit, dia merencanakan ingin melenyapkan Nora begitu tahu Nora mendapat penyakit Leukimia!" lanjut Jacob.


Tubuh Naomi bergetar, ternyata apa yang dikatakan wanita itu saat di lobby Mall kemarin benar, kalau wanita itu telah menyingkirkan kakak angkatnya.


Jacob mendekap tubuh Naomi, dia tahu istrinya itu shock mendengar apa yang disampaikannya.


Naomi tidak menyangka, kalau kematian kakak angkatnya karena cemburu yang berlebihan, dari seorang sahabat kakak angkatnya yang diam-diam menyukai suami kakak angkatnya.


Wanita yang begitu tergila-gila pada suami kakaknya, sehingga memikirkan untuk menyingkirkan kakaknya.


Tubuh Naomi bergetar, dia merasa tidak terima kematian kakaknya di rencanakan wanita itu, seolah nyawa kakaknya ada dalam genggaman tangan orang tersebut.


Seolah kehidupan kakaknya, wanita itu yang menentukan, mata Naomi terasa panas, dadanya bergemuruh merasa sesak.


Dia ingat masa-masa bersama dengan kakak angkatnya, seorang wanita yang lembut, yang telah dianggap Naomi sebagai pengganti orang tuanya.


Kakaknya adalah orang tuanya, dan juga kakaknya, serta penolong hidupnya.


Nora seorang yatim piatu sama seperti dirinya, dan pertemuan mereka juga di pantai asuhan yang sama.


Saat itu Naomi masih bayi berusia sembilan bulan, dan Pengurus panti menugaskan kakak angkatnya untuk merawat Naomi.

__ADS_1


Nora yang sudah menyukai Naomi semenjak bayi, kemudian memperjuangkan hak asuh untuk mengadopsi Naomi untuk tinggal bersamanya, setelah keluar dari panti mendapat kerja tetap.


Perbedaan usia mereka yang berjarak tiga belas tahun, akhirnya di setujui pihak panti untuk mengadopsi Naomi.


Mengangkat Naomi sebagai adik angkat Nora, dan sampai Nora mendapat panggilan pekerjaan yang bergaji tinggi di kota.


Karena sekolah Naomi membutuhkan biaya yang tinggi, Nora terpaksa pindah ke kota untuk sementara, dan sesekali datang ke kampung untuk melihat Naomi.


Saat itu usia Naomi baru tiga belas tahun, tapi di saat kakak angkatnya dua tahun bekerja di kota, Nora mengabarkan kalau ada seorang pria melamarnya.


Dia ingat, saat terakhir kali pertemuan mereka, Nora membawa Jacob ke kampung untuk memperkenalkan Jacob pada Naomi.


Saat itu usia Naomi sudah lima belas tahun, dan pada waktu itu lah terakhir dari pertemuan mereka.


Sampai Naomi mendapat kabar kakak angkatnya meninggal karena penyakit Leukimia.


Dunia Naomi rasanya runtuh mendengar kabar itu, dia tidak memiliki keluarga lagi.


Dia menjadi sebatang kara, tanpa sanak saudara lagi, tidak memiliki tempat untuk pulang.


Hari-hari nya terasa hampa, tapi karena dia seorang siswi yang pintar, Naomi menghabiskan waktunya untuk belajar dan belajar membuang rasa sepinya.


Tahun berlalu, rasa sepi dan sedih Naomi akhirnya sedikit demi sedikit mulai berkurang.


Prestasi nya disekolah membuat dia bersemangat untuk tetap optimis menjalani kehidupannya, dan bercita-cita akan mendapatkan pekerjaan yang mapan untuk membahagiakan dirinya sendiri.


Dan, kenyataan yang didapatnya sekarang, ternyata kematian kakaknya direncanakan oleh seorang wanita yang adalah sahabat kakaknya sendiri.


Mata Naomi yang panas terasa semakin panas, air bening dan hangat perlahan turun di sudut mata Naomi.


Naomi benar-benar marah memikirkan kakaknya meninggal ditangan sahabat kakaknya.


Jacob semakin erat mendekap tubuh Naomi, lalu mengelus punggung Naomi dengan lembut.


"Besok kita temui wanita itu, kau bisa tuntaskan rasa sakit hatimu, oke!" kata Jacob dengan lembut, "Bagaimana kalau kita istirahat, ini sudah larut malam sayang, aku tidak ingin kau sakit"


Naomi menganggukkan kepalanya, lalu membalas pelukan suaminya itu, tapi diam-diam menangis merasa sedih memikirkan kematian kakak angkatnya.


Jacob membiarkan Naomi menumpahkan rasa sedihnya, karena dia juga sedih memikirkan bagaimana kematian almarhum istrinya tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua sama-sama dilanda perasaan yang sakit.


Bersambung....


__ADS_2