Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
68. Setelah menikah, bukan milik diri sendiri lagi.


__ADS_3

Naomi memandang wanita yang begitu tergila-gila pada suaminya Jacob, berjalan mendekati Naomi dengan senyuman menyeringai.


Sebelum wanita itu mendekat pada Naomi, seorang wanita berpakaian formal tiba-tiba menghalangi langkah wanita yang akan mendekati Naomi tersebut.


"Perhatikan langkah anda, jangan mendekat sedikitpun pada Nona saya!" sahut wanita itu tajam, matanya menatap dengan tatapan peringatan pada wanita yang akan mendekati Naomi tersebut.


"Wah, ha..ha..ha!" wanita itu tertawa geli, dia merasa kesal.


Mendadak tawanya berhenti, dan memandang Bodyguard Naomi dengan tatapan tajam.


"Hei..jangan serius begitu Nyonya, aku hanya ingin menyapa gadis manis ini saja, sepertinya aku mengenal dia!" kata wanita itu sembari tersenyum.


Bodyguard Naomi tidak bergerak dari tempatnya, tetap memasang badan menghalangi wanita itu untuk mendekat pada Naomi.


"Ck..sombong sekali, setelah menjadi orang kaya, jadi memandang rendah orang lain, apa dia tidak sadar kalau dirinya tadinya hanya gadis kampung yang miskin, dan sekarang berlagak menjadi orang kaya tidak mau berbincang dengan aku yang orang miskin ini!" sahut wanita itu mencibir tidak senang.


"Silahkan pergi Nona!" ujar Bodyguard Naomi dengan tegas, dia telah diberi perintah oleh Jacob agar melindungi Naomi, dan tidak boleh terluka sedikitpun.


"Baiklah, aku akan pergi, jangan galak-galak dong Nyonya..aku kan bukan ingin menggigit Nona besar anda!" kata wanita itu tersenyum, lalu kemudian memasang wajah yang tidak senang.


"Siapa dia?" tanya Linda berbisik pada Naomi.


"Orang yang menyukai kak Jacob!" jawab Naomi.


"Sepertinya dia ingin sekali memakan mu, senyuman itu terlihat seperti menahan sesuatu yang akan meledak didalam dirinya!" bisik Linda.

__ADS_1


"Iya, dia begitu terobsesi pada kak Jacob, hingga mengalami gangguan perasaan karena ditolak kak Jacob!" kata Naomi memandang wanita yang telah di usir oleh Bodyguard Naomi, wanita itu terlihat berjalan menjauh.


Naomi dan Linda kemudian menikmati es krim mereka, dan sementara Bodyguard Naomi mengambil jarak lagi dari Naomi.


Tidak ingin mengganggu waktu Nyonya mudanya menikmati kebersamaannya dengan temannya.


Setelah selesai makan es krim, mereka kembali melanjutkan jalan mereka.


Linda mengajak Naomi pergi ke salon.


"Ayo kita mempercantik diri, mau ganti gaya rambut!" kata Linda menarik tangan Naomi pergi.


"Tunggu! aku harus permisi dulu dengan kak Jacob, kita sudah lama berputar dan jalan di Mall, aku takut kak Jacob khawatir padaku!" kata Naomi menahan tangannya yang ditarik Linda.


Linda melepaskan tangannya yang memegang tangan Naomi, dia lupa kalau Naomi sudah menikah.


Linda merasa sepertinya kalau sudah berkeluarga, tidak sebebas sewaktu belum menikah.


"Maaf, aku lupa kalau kau sudah menikah!" kata Linda.


"Kalau sudah berkeluarga hidupku bukan milikku sendiri lagi, sudah ada seseorang yang memilikinya, jadi tidak boleh sesuka hatiku mau pergi kemana, sampai tidak ingat waktu!" kata Naomi menjelaskan.


"Iya, maaf, aku lupa!" sahut Linda pelan, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Naomi tersenyum melihat ekspresi Linda yang merasa bersalah.

__ADS_1


Tangan Naomi merogoh tasnya, mengambil ponselnya dari dalam.


Setelah itu, menekan satu nama di ponselnya, lalu menempelkannya ke telinganya.


"Halo!" sahut Naomi setelah panggilannya diterima seseorang diseberang sana.


"Iya, sudah selesai, ini mau pergi ke salon, apakah aku boleh pergi sebentar dengan Linda kak?" tanya Naomi setelah mendengarkan apa yang dikatakan Jacob diseberang sana.


Naomi mendengarkan apa yang dikatakan Jacob, lalu wajah Naomi terlihat cemberut.


Bibirnya tampak mengerucut ke depan, Naomi sepertinya tidak diperbolehkan Jacob untuk pergi ke salon.


Linda memandang perubahan di wajah Naomi, sepertinya Naomi tidak diperbolehkan untuk pergi.


"Bagaimana?" tanya Linda setelah Naomi mematikan ponselnya.


"Maaf Linda, aku harus pulang, suamiku bilang aku sudah terlalu lama diluar, nanti kalau soal ke salon, dia akan bawa aku pergi untuk ke salon, dia khawatir padaku, takutnya ada yang mencoba mencelakai ku!" kata Naomi dengan nada menyesal pada Linda.


"Suamimu begitu sayang padamu, sampai khawatir begitu, baiklah! lain kali kita jalan lagi!" kata Linda.


"Iya, kan masih ada waktu lain lagi kalau mau pergi jalan bersama!" kata Naomi tersenyum.


"Oke, ayo!" Linda meraih tangan Naomi untuk jalan beriringan keluar dari Mall.


Mereka tersenyum bersama sambil berjalan beriringan, mereka terlihat kompak dan memahami satu sama lain.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2