Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
60. Hal yang wajar bagi pasangan hidup...


__ADS_3

Beberapa menit Naomi merunduk tidak berani melihat Don melayani lelaki yang mencegat mereka, merunduk sembari memeluk Jacob dengan erat.


Jacob benar-benar tidak merasakan pelukan Naomi yang erat, dia tertidur dengan pulasnya, dengan suara dengkurannya yang terdengar mengalun dengan teratur dan tenang.


Bodyguard Jacob masih diam duduk dengan tenang di kursi pengemudi, dia sepertinya harus tetap di dalam mobil atas perintah Don.


Dengan memberanikan diri Naomi melirik Don di luar sana, dan tampaklah Don menghadapi beberapa lelaki dengan badan tegap dan kekar.


Tubuh Naomi gemetar ketakutan, dia membayangkan seandainya Don kalah dari para lelaki kekar itu, Jacob akan terancam.


Jacob yang masih tertidur akan mereka seret keluar mobil, dan menghajar Jacob dengan enaknya tanpa adanya perlawanan dari Jacob.


Tubuh Naomi bergetar semakin ketakutan, dia tidak akan melepaskan tubuh Jacob, seandainya lelaki-lelaki itu menyeret Jacob untuk dibawa keluar dari mobil.


Naomi semakin erat memeluk Jacob, hanya suaminya sekarang keluarganya, dia tidak mau kehilangan Jacob.


Naomi melihat Don ternyata bisa menghajar beberapa lelaki kekar itu, tiga lelaki itu babak belur di bantai Don.


Tapi, beberapa lelaki lain keluar dari dalam mobil di depan mereka, dan Naomi tidak tahu dari mana datangnya beberapa lelaki dari belakang mobil pengantin membantu Don.


Terjadi lah perkelahian yang seimbang di tengah jalan sana, Don terlihat hampir sama dengan Jacob dalam membantai lawannya.


Don tidak terluka sedikitpun, dan dia bisa menghindari setiap serangan.


Lelaki pertama yang tadi berteriak ke arah mobil pengantin, berhasil dikalahkan Don.


Dengan kuat Don memiting tangan pria itu kebelakang punggungnya, dan tampak Don sepertinya berbicara pada lelaki itu sembari berteriak.


Setelah itu Don dengan kasar mendorong lelaki itu, melepaskan pitingannya sehingga tubuh lelaki itu limbung hampir tersungkur ke jalan.


Don menatap lelaki itu dengan tajam, auranya terasa menakutkan, membuat lawan mereka yang lainnya mundur.


Naomi melihat lelaki yang baru didorong kasar oleh Don, sepertinya memberi arahan pada anak buahnya yang lain untuk mundur.


Mereka terlihat dengan wajah meringis memegang lengan yang sakit, bergerak menjauh dari mobil pengantin.


Don terlihat bicara lagi pada lelaki itu, lalu telunjuknya terangkat, sepertinya menegaskan perkataannya pada lelaki itu.

__ADS_1


Setelah itu, Don berjalan menuju pintu mobil pengantin, dan masuk kembali kedalam mobil.


"Ayo, jalan!" sahut Don pada Bodyguard Jacob yang masih tetap setia duduk didepan kemudi.


Setelah pintu ditutup Don, mobil pun mulai perlahan bergerak meninggalkan lokasi tersebut.


Naomi bernafas lega setelah mobil kembali jalan menuju Mansion.


Sesampainya di Mansion, Don dan sopirnya membawa Jacob naik ke kamar utama.


Naomi dibantu kedua Pelayannya naik ke lantai atas, gaun pengantinnya perlu dibantu untuk dilepaskan.


Naomi tidak tahu kalau kamar utama telah disulap menjadi kamar pengantin, suasana kamar Jacob terlihat penuh dengan bunga mawar.


Don meletakkan Jacob ke atas tempat tidur, setelah itu keluar dari kamar.


Kedua Pelayan Naomi membantu Naomi menanggalkan gaun pengantinnya, setelah itu mereka berdua membawa gaun tersebut meninggalkan kamar pengantin.


"Terimakasih Lis..Ines!" sahut Naomi kepada kedua Pelayannya.


"Iya, sama-sama Nyonya muda, kami permisi dulu!" ucap Lis sembari membungkukkan tubuhnya sedikit dengan sopan, lalu diikuti oleh Ines.


Tinggallah Naomi dan Jacob yang berbaring tertidur ditempat tidur.


Naomi merasa gerah, satu harian pernikahan mereka terasa membuat tubuh begitu penat, dan lengket oleh keringat.


Naomi masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dia perlu mandi supaya segar, dan agar terasa nyaman tidur.


Guyuran air dari shower membuat tubuh Naomi terasa begitu segar, dan sepuluh menit kemudian dia selesai mandi.


Dengan mengenakan bathrobe Naomi keluar dari kamar mandi, dan berjalan mendekati tempat tidur Jacob.


Naomi menatap wajah Jacob yang begitu tenang tidur dengan lelapnya, terlihat begitu tampan dengan balutan jas pengantinnya.


Perlahan Naomi mendekati Jacob, lalu duduk dipinggir tempat tidur, tangannya dengan lembut mengelus pipi suaminya tersebut.


Naomi perlahan memajukan wajahnya mendekati wajah Jacob, dengan lembut Naomi mengecup pipi Jacob.

__ADS_1


Perasaannya begitu bahagia, Jacob pria dewasa yang tadinya suami dari kakak angkatnya yang telah menduda, sekarang menjadi suaminya.


Senyuman manis tersungging dibibir Naomi, dan sekali lagi dikecupnya pipi Jacob dengan lembut.


Naomi bangkit dari duduknya, dan bergegas membuka sepatu Jacob, lalu dengan hati-hati mulai membuka pakaian Jacob.


Tubuh Jacob begitu berat, dengan susah payah Naomi membuka pakaian Jacob.


Nafas Naomi sampai tersengal membuka pakaian Jacob, sungguh sulit memiliki tubuh mungil dengan tenaga yang tidak begitu kuat.


Akhirnya dia pun berhasil membuka pakaian Jacob, dan Jacob sekarang hanya tinggal memakai pakaian dalamnya saja.


Naomi baru kali ini melihat tubuh suaminya itu, ternyata memiliki tubuh yang begitu kekar.


Naomi menatap tubuh Jacob tidak berkedip, lengan Jacob terlihat begitu kekar, bisep di lengannya terlihat menonjol, dan perutnya yang rata terlihat kekar juga.


Seumur hidup Naomi, baru kali ini ia mengamati tubuh seorang pria dengan jelas, dan mengagumi tubuh itu.


Sungguh tubuh pria yang rajin berolah raga, dan pahanya yang terlihat kekar juga.


Astaga! Naomi menggelengkan kepalanya, dia seperti seorang gadis kecil yang mesum.


Semenjak kapan dia mempunyai pikiran yang tidak pernah ada sebelumnya, pikiran mengagumi tubuh seorang pria yang seksi dan menggairahkan.


Kembali Naomi menggelengkan kepalanya, dia harus membuang pikiran yang bisa membuat jantungnya berdebar-debar tidak menentu.


Tapi, tunggu dulu! dia kan suamiku, wajar saja aku berpikiran mesum kepada pasangan hidupku sendiri, itu kan bagus untuk keharmonisan rumah tangga kami! pikir Naomi lagi merenung, lalu kembali menatap suaminya yang tertidur lelap.


Naomi meletakkan semua pakaian Jacob yang telah dilepaskannya ke sofa, lalu dia mematikan lampu kamar, sudah waktunya dia juga harus tidur.


Malam ini malam pertama mereka gagal karena Jacob tumbang, kadar alkohol Jacob sangat lemah, kesan dihari pertama pernikahan mereka belum mereka nikmati sebagaimana semestinya.


Naomi menyalakan lampu tidur diatas nakas, kemudian naik keatas tempat tidur, menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


Naomi memeluk tubuh setengah polos Jacob, dan sementara dia masih tetap mengenakan bathrobe sebagai baju tidurnya.


Naomi begitu senang meringkuk memeluk tubuh Jacob, senyuman bahagia tersungging disudut bibirnya sembari memejamkan mata.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2