Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
76. Naomi marah.


__ADS_3

Esok harinya, seperti janji Jacob pada Naomi, pria bertubuh kekar itu membawa istrinya itu untuk menemui wanita yang telah membunuh Nora.


Naomi tidak menyangka ternyata ada hutan buatan di belakang Mansion suaminya tersebut, dan di sana terdapat satu bangunan paviliun yang tidak begitu besar.


Suasana di sekeliling paviliun tampak tidak terawat, dan bangunan paviliun terlihat seperti bangunan yang sudah tua.


Perlahan pintu paviliun di buka Jacob, dan tampaklah ruangan paviliun yang tidak terawat, suasana dalam paviliun berdebu dan kotor, juga sarang laba-laba terlihat di setiap sudut ruangan.


Naomi semakin erat menggenggam tangan Jacob, dia merasa tidak nyaman dengan suasana paviliun.


Suasana dalam ruangan paviliun itu terlihat temaram, karena semua jendelanya tertutup rapat.


"Ngapain kita ke sini kak?" bisik Naomi semakin merapat pada Jacob.


"Nanti kau akan tahu sayang, Ayo!" kata Jacob menggenggam erat tangan istrinya itu.


Mereka menuju pintu ruang bagian dalam paviliun.


Jacob perlahan menarik pintu tersebut, dan tampaklah ruangan di balik pintu itu.


Ruangan yang terang dan ada beberapa orang berada dalam ruangan itu.


Naomi melihat Don dan beberapa Bodyguard Jacob yang lainnya dalam ruangan itu, dan juga Bodyguard yang ditugaskan Jacob untuk menjadi sopir, sekaligus pengawalnya.


Mereka dengan hormat dan sopan menundukkan kepala mereka begitu melihat Jacob memasuki ruangan itu.


"Tuan!" sapa mereka dengan sopan.


Jacob mengangguk membalas sapaan para Bodyguard nya tersebut.


"Berikan kursi pada istriku!" ujar Jacob.


Dengan sigap, Bodyguard yang ditugaskan Jacob untuk menjaga Naomi, mengambil sebuah kursi.


Dan, dengan langkah panjang mendekat pada Naomi, lalu meletakkan kursi tersebut di dekat Naomi.


"Silahkan Nona!" sahutnya dengan sopan.


"Terimakasih" jawab Naomi pelan.


"Sama-sama Nona!" jawab Bodyguard nya sembari menundukkan sedikit kepalanya dengan sopan.


"Bagaimana Don, apakah mereka mengakui kesalahan mereka?" tanya Jacob memandang ke arah Don.


"Mereka keras kepala Tuan, masih saja membantah!" jawab Don.

__ADS_1


"Mungkin perlu dengan cara yang keras baru bisa membuka mulut mereka!" kata Jacob memandang ke tiga orang yang diikat di kursi tidak jauh dari mereka.


Naomi baru melihat kalau ada tiga orang diikat pada kursi, tidak jauh dari tempat dia duduk.


Setelah mengamati situasi ruangan itu, gadis itupun baru sadar, ternyata paviliun itu tempat penyekapan yang di rancang Jacob untuk menahan musuh-musuhnya jika tertangkap.


Wanita yang diikat di salah satu kursi itu, Naomi sangat kenal betul, semenjak pertama kali melihat wanita itu di Pub beberapa minggu lalu.


Wanita yang tergila-gila pada suaminya, dan pembunuh kakak angkatnya.


Mata Naomi tajam melihat pada wanita itu, yang tampak meronta-ronta dan berusaha ingin bicara.


Satu malaman diikat dan duduk di kursi, pasti sangat menyakitkan, tapi itu tidak semenyakit kan, di bandingkan dengan apa yang di lakukannya pada kakak angkatnya.


Mata wanita itu tajam menatap Naomi, dan dibalas Naomi dengan tatapan tajam tanpa berkedip.


Memikirkan kakaknya di bunuh tanpa belas kasihan, membuat Naomi jadi ingin melakukan sesuatu pada wanita itu.


Supaya wanita itu tahu betapa sakitnya hatinya, karena wanita itu menghilangkan nyawa kakak angkatnya.


Kakak angkatnya satau-satunya keluarga yang sangat menyayangi nya, dilenyapkan wanita itu hanya karena cemburu buta.


"Buka lakban nya Don!" sahut Jacob, dia ingin tahu apa yang diinginkan wanita itu.


Sekali tarik dengan kasar, Don melepas lakban dari mulut wanita itu.


"Kau gadis ingusan! menyingkir lah dari Jacob ku! kau tidak pantas berada di sampingnya! hanya aku yang pantas mendampingi Jacob!" teriak wanita itu begitu lakban dilepas dari mulutnya.


"Dasar wanita gila!" sahut Jacob dengan nada dingin.


"Jacob, aku tidak bersalah! aku melakukannya untuk mempertahankan milikku, aku tidak mau siapapun menyentuhmu, Jacob! aku sudah lama menyukaimu sebelum Nora di kenalkan padamu!" teriak wanita itu dengan kencang, air matanya mengalir deras membasahi wajahnya.


Wanita itu terus saja histeris dan menangis dengan menyedihkan.


"Dari perkataanmu barusan, kaulah dalang dari kematian Nora! karena otakmu yang sudah gila menyuntikkan obat mematikan pada Nora?" tanya Jacob dengan suara keras.


"Tidak Jacob! aku tidak melakukannya!" jerit wanita itu dengan histeris.


"Kak, sepertinya dia memang sudah gila, dia tidak mengingat apa yang telah dilakukannya, dan sepertinya selama ini dia di beri obat penenang oleh Dokternya untuk menenangkan depresi nya!" kata Naomi menatap tajam pada wanita yang terikat itu.


"Aku tidak gila! kau gadis ingusan, perempuan murahan! jangan dekat-dekat dengan Jacob ku!" jerit wanita itu histeris, dan berusaha untuk berdiri dari kursinya.


Dengan cepat dua orang Bodyguard Jacob menahan wanita itu, lalu menyeret kursi tersebut dengan kuat menuju sebuah tiang, lalu mengikat kursi itu ke tiang agar wanita itu tidak bisa lagi untuk bergerak.


"Brengsek! lepaskan aku! aku ingin melenyapkan gadis ingusan itu! dia telah menggoda Jacob, aku ingin membunuhnya!" jerit wanita itu semakin histeris.

__ADS_1


Plakk!


Satu tamparan melayang ke pipi wanita itu.


Wanita itu terkejut merasakan pipinya kena tampar.


Dengan cepat wajahnya yang oleng ke samping akibat tamparan itu, menoleh menatap seseorang yang menamparnya tersebut.


Plakk!


Lagi-lagi wajahnya kena tampar saat menatap dengan tajam orang tersebut.


Ternyata Naomi, wanita itu tidak tahu sejak kapan, tiba-tiba Naomi sudah ada didepannya.


Menatapnya dengan pandangan yang begitu tajam, penuh dendam.


"Kau terus saja berteriak 'Jacob ku, Jakob ku'! sungguh menjijikkan! kau perempuan tidak punya rasa malu! menginginkan milik orang lain, yang sedikitpun tidak ada rasa padamu!" kata Naomi tajam, wajahnya terlihat dingin dan datar.


Tangan kecilnya dengan kasar menarik rambut wanita itu kebawah, sehingga wajah Rose mendongak memandang langit-langit paviliun.


"Kau telah membunuh kakakku! dendam ini begitu membakar hatiku! aku benar-benar marah memikirkan begitu kejamnya kau menindas dan melenyapkan kakakku!" kata Naomi dengan suara geraman marah pada Rose.


"A..apa katamu? kakakmu?!" mata Rose terbelalak mendengar apa yang dikatakan Naomi.


"Bukan otakmu saja yang gila, telingamu juga ternyata tuli! Nora adalah kakakku! dengar...sahabat yang telah kau bunuh adalah kakakku!" teriak Naomi semakin menarik rambut Rose dengan kuat.


"Aaaa...!!" wanita itu menjerit kesakitan.


Matanya semakin terbelalak tidak percaya dengan apa yang barusan di katakan Naomi.


Nora dan Naomi adalah kakak-adik.


Dan, mereka bisa memiliki Jacob, cinta Jacob, perhatian Jacob, kekayaan Jacob.


"Aaaaa....!!" wanita itu kembali berteriak histeris, jantungnya serasa sakit memikirkan dua orang wanita yang mempunyai hubungan persaudaraan, bisa memiliki Jacob.


Sementara dia sedikitpun tidak di lirik Jacob, ini sesuatu yang membuat wanita itu semakin menggila saja.


Hatinya tidak rela, dia semakin membenci situasi ini.


"Aaaaa....!!" kembali lagi dia berteriak histeris dengan kencangnya.


Naomi dengan kasar melepaskan cengkeramannya pada rambut Rose, lalu mengelap tangannya dengan sapu tangannya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2