
Naomi dengan lembut terus saja membelai rambut Jacob untuk menenangkan perasaan suaminya yang sedih itu, dan sesekali mengecup puncak kepala Jacob.
"Kak, jangan sedih lagi, aku jadi ikut sedih" bisiknya dengan lembut.
Tangan Jacob semakin erat memeluk Naomi, begitu istrinya itu mengatakan ikut sedih juga.
"Kak, perutku sesak, anak kita tertekan!" ujar Naomi merasa perutnya semakin sesak di tekan, karena di peluk Jacob semakin kencang.
"Oh!" Jacob baru tersadar merasakan tonjolan perut Naomi yang membesar di tekannya.
Jacob melepaskan pelukannya, lalu membuat jarak antara tubuhnya dengan Naomi.
"Maafkan Papa nak!" Jacob mengelus perut Naomi dengan lembut.
Naomi tersenyum senang melihat Jacob yang sudah bersikap seperti biasanya.
"Kak bagaimana perasaanmu? apakah sudah mendingan?" tanya Naomi dengan lembut sembari mengelus tangan Jacob yang bertengger di perut besarnya.
"Iya sayang, terimakasih" ucap Jacob dengan lembut juga.
"Kalau begitu, mari beristirahat kak, tubuhmu pasti sangat lelah sudah menghajar beberapa lelaki itu!"
"Iya, mari kita tidur, sudah larut malam!" ujar Jacob, lalu memposisikan kepala Naomi pada bisep lengannya.
Menjadikan lengannya jadi bantal Naomi.
Tidak lama mereka pun tertidur dengan nyamannya.
Besoknya, Group Nuo terjadi kegemparan yang menghebohkan.
Saham perusahaan Nuo turun drastis dalam satu malam, dan di ambang ke kebangkrutan.
Dan Haykal mendapat amukan dari Ayahnya.
Kalau saja Haykal tidak memprovokasi Jacob, perusahaan mereka tidak akan masa kritis seperti ini.
"Brengsek!"
Plakk!
__ADS_1
Haykal mendapat tamparan dari Ayahnya.
"Kau bukannya belajar dari yang sudah terjadi sebelumnya, masih saja membuat masalah, inilah akibat perbuatan mu yang mencoba mengusiknya!" teriak Ayah Haykal marah.
"Papa, kita harus membalasnya! Jacob sangat kejam, aku ingin membuat dia sengsara juga!" Haykal berteriak juga merasa kesal karena ucapan Jacob kemarin, untuk membuat perusahaan mereka bangkrut, benar-benar terjadi.
Plakk!
Ayah Haykal kembali menampar wajah putranya itu.
"Bodoh! dasar bodoh! apa kau mau membuat kita tinggal di rumah yang kecil? Jacob sudah memiliki dendam pada kita, Rose sudah membunuh almarhum istrinya, dan kau! mencoba untuk menikahkannya kepada sepupu mu, sementara dia sudah menikah lagi!" teriak Ayah Haykal membabi buta, dia begitu kesal sekali dengan putranya yang menurutnya seperti anak kecil.
"Apa kau tidak punya otak! tentu saja Jacob marah, karena kau anggap dia seperti lelaki idiot yang bisa kau kendalikan, dengan seenaknya menyodorkan wanita lain padanya? dasar bodoh, memang bodoh!" teriak pria tua itu dengan emosi yang meluap-luap.
"Sudah suamiku, jangan berteriak terus, ingat kesehatan jantungmu!" sahut Ibu Haykal menenangkan Ayah Haykal.
"Urus putramu itu, tidak punya otak! mau membuat kita hancur sampai tidak dapat tertolong lagi!" sahut Ayah Haykal melotot kepada istrinya dengan amarah yang di atas maksimal.
Ibu Haykal mundur satu langkah, dia takut juga kalau suaminya itu sudah marah.
"Jacob tidak bisa kau ganggu, dia tidak bisa di sentuh, dia mempunyai jaringan yang sangat kuat, dia memiliki beberapa kelompok tertentu untuk membantunya menyingkirkan orang-orang yang mengusiknya!" ujar Ayah Haykal lagi memperingati Haykal.
"Haykal!" teriak Ayah Haykal membentak putranya tersebut.
"Aku akan menculik istrinya, agar dia mengembalikan Group Nuo seperti sebelumnya!" sahut Haykal dengan percaya diri.
"Haykal hentikan! jangan buat masalah semakin runyam!" sahut Ibu Haykal memarahi putranya tersebut.
"Hentikan sebelum kau menyesalinya Haykal!" sahut Ayah Haykal mengingatkan kalau tindakan Haykal tersebut berbahaya.
"Percayalah Pa, aku akan membuat Jacob meminta maaf pada kita!" ujar Haykal meyakinkan Ayahnya itu dengan percaya diri.
Ayah Haykal menekan pelipisnya dengan kuat, dia merasa jantungnya semakin bermasalah melihat kelakuan putranya tersebut.
"Urus putramu itu!" sahut Ayah Haykal menatap istrinya dengan tajam, lalu pergi dari sana karena sudah malas untuk bicara lagi dengan Haykal.
Sementara itu, di Mansion Jacob.
Pria bertubuh tinggi dan kekar itu menerima laporan dari Don, bahwa Group Nuo sudah mengalami krisis di ambang bangkrut.
__ADS_1
"Bagus!" sahut Jacob puas, "Pantau terus mereka!"
"Baik Tuan!"
"Rekrut mata-mata untuk menjadi salah satu pengawal Haykal, aku mau tahu apa lagi rencana anak itu setelah menjadi bangkrut!" ujar Jacob.
"Baik Tuan!"
Don kemudian keluar dari ruang kerja Jacob.
Jacob bangkit dari kursinya. Hari ini dia akan menemani Naomi untuk terapi kehamilan, agar pertumbuhan bayi semakin sehat.
Dan juga memudahkan nantinya untuk melahirkan.
Naomi tampak sudah terlihat cantik dengan gaun terusan Ibu hamil, membuat penampilan Naomi semakin imut di mata Jacob.
"Sudah siap sayang, apakah Nyonya sudah bisa ku bawa pergi?" tanya Jacob dengan senyuman yang begitu senang melihat istrinya yang terlihat cantik.
"Iya kak, Ayo kita pergi!" sahut Naomi mengulurkan tangannya untuk merangkul lengan Jacob.
Jacob menyodorkan lengannya untuk di rangkul Naomi, dan menuntun istrinya itu berjalan dengan perlahan karena perut Naomi yang semakin membesar, membuat jalan Naomi sedikit melambat.
Karena Don pergi melakukan perintah dari Jacob, terpaksa yang menjadi sopir mereka adalah Bodyguard Naomi.
Membawa mereka menuju tempat terapi Ibu hamil.
Di tempat terapi, sudah terlihat banyak wanita hamil bersama dengan suami mereka masing-masing.
"Gadis itu terlihat muda sekali, suaminya terlihat lebih tua dari dia, tapi suaminya tampan sekali!" terdengar bisik-bisik melihat Naomi memasuki ruang terapi bersama Jacob.
"Mereka seperti paman dengan keponakan, paman yang tampan menikahi ponakannya!" bisik yang lain kepada suaminya.
"Mudah-mudahan anak kita tampannya seperti suami gadis itu ya sayang!" bisik yang lain.
"Tidak! harus mirip denganku, karena ini kan darah daging ku, kenapa harus mirip dengan pria itu!" bisik suaminya melotot tidak senang.
"Baiklah, iya mirip dengan wajah Papanya!" sahut wanita itu akhirnya mengalah, dia tersenyum melihat suaminya yang cemburu.
Sementara Jacob dan Naomi cuek saja dengan pandangan dan bisikan beberapa wanita hamil yang melihat mereka memasuki ruang terapi tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....