Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
46. Jacob tidak senang.


__ADS_3

Mobil Jacob berhenti didepan pintu gerbang kampus Naomi, diam dan tidak ada pergerakan dari dalam.


Don yang duduk didepan melirik Tuannya yang tampak nanar melihat ke pintu gerbang kampus.


Jacob meraih ponselnya lagi, dan kembali menelepon Naomi, tetap tidak diangkat.


Pikiran Jacob semakin curiga, perasaannya tidak tenang, dia memikirkan apa yang telah dia perbuat sehingga membuat Naomi menghindarinya.


Tadi malam juga saat dia akan memeriksa Naomi dikamarnya, pintunya terkunci seakan Naomi memberi kode kalau dia tidak boleh dekat dengannya lagi.


Seumur hidup Jacob, baru kali ini dia merasa begitu prustasi menghadapi seorang wanita, membuat perasaannya campur aduk tidak menentu.


Jacob sedikit bimbang untuk bergerak turun untuk pergi melihat Naomi ke dalam kampus.


Kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, Jacob tidak tenang.


Dengan membulatkan tujuannya, tangan Jacob membuka pintu mobil, dan kemudian turun dari dalam mobil.


Begitu Jacob masuk kedalam halaman pelataran kampus, mata para mahasiswi kampus nanar memandang Jacob.


Mata mereka tidak bisa mereka alihkan menatap sosok Jacob yang mempesona, pria dewasa yang terlihat begitu tampan, walaupun memakai pakaian formal, tapi tubuh kekarnya terlihat jelas tercetak dibalik pakaiannya.


"Aduhh..tampan sekali, mataku sungguh beruntung dapat melihat pria tampan pagi-pagi begini!"


"Daddy sugar siapa itu..beruntung sekali yang menjadi Baby sugar pria itu, aku mau kalau dijadikan yang ketiga!"

__ADS_1


"Hei..air liur mu mau menetes itu, tutup mulutmu..memalukan!"


"Oohhh..tampannyaa!"


"Aahhh..jantungku berdegup kencang, pria dewasa yang tampan..aku mau dijadikan Baby sugarnya yang keberapa pun tidak masalah!"


Bisik-bisik para gadis kampus begitu berisik melihat Jacob yang berjalan dengan cuek, mengabaikan tatapan para mahasiswi tersebut


Jacob hanya fokus mencari Naomi, hatinya tidak tenang kalau tidak memastikan keberadaan Naomi dengan siapa dia pagi ini pergi ke kampus.


Jacob menuju kelas Naomi.


Didepan kelas mata Jacob nanar melihat keberadaan Naomi, ternyata dia tidak menemukan Naomi disana.


Jacob melihat setiap mahasiswi di sepanjang koridor ruang kelas kampus, mencari sosok Naomi.


Mata Jacob kembali nanar melihat sosok Naomi, dan tidak memperdulikan mata para mahasiswi yang terpesona melihatnya.


Dan, mata Jacob langsung berhenti pada sebuah meja, dimana dua orang mahasiswi dan satu mahasiswa tengah mengobrol dengan ceria.


Wajah Jacob langsung berubah, ternyata dugaannya benar, Naomi terlihat tersenyum senang bicara dengan teman pria kampusnya.


Dan pemandangan itu membuat Jacob tidak senang, ada perasaan yang mendidih didadanya, dia tidak suka melihat Naomi berbicara dengan teman prianya itu.


Dengan langkah panjang, Jacob dengan cepat menuju meja Naomi yang tengah mengobrol sambil menyeruput minumannya.

__ADS_1


Sekali tarik, Jacob menarik tangan Naomi berdiri dari duduknya.


Naomi begitu terkejut tangannya tiba-tiba ditarik paksa, dan langsung membentur tubuh seseorang.


Naomi memutar kepalanya untuk melihat seseorang yang begitu lancang menarik dirinya dengan paksa, dan mendekap pinggangnya dengan erat.


"Kak!" Naomi terbelalak kaget melihat siapa gerangan yang menariknya.


"Kau kelihatannya begitu senang pergi kuliah tanpa menunggu aku mengantarmu..ternyata kau ingin berduaan dengan lelaki lain!" kata Jacob dengan nada geram menatap Naomi dengan tatapan yang sulit diartikan.


"A..aku ingin mandiri kak, aku ingin lebih dekat dengan temanku..aku ingin mempunyai teman yang banyak..jadi biarkan aku sendiri menjalani keseharianku bersama temanku!" kata Naomi, lalu mencoba melepaskan tangan Jacob dari pinggangnya.


"Tuan..anda menyakitinya, jangan kasar pada wanita!" sahut teman pria Naomi yang tadi terlihat Jacob mengobrol dengan Naomi, dan Naomi tersenyum mendengar perkataannya.


"Kau siapa? jangan ikut campur urusan kami..kau jangan pernah mendekati Naomi, kalau kau coba merayu dan menggodanya..aku pastikan kau tidak akan bisa lagi kuliah disini!" kata Jacob tajam dengan tatapan dingin, melihat lelaki teman kampus Naomi tersebut.


Aura Jacob terasa begitu kuat menakutkan, membuat lelaki itu menciut, dia merasa Jacob bukanlah orang biasa.


"Ayo! aku mau bicara padamu..hari ini tidak usah kuliah, kita harus meluruskan masalah kita!" Jacob memeluk pinggang Naomi dengan posesif.


Dan, kemudian membawa Naomi keluar dari dalam kantin, masih dengan merangkul pinggang Naomi tidak perduli dengan tatapan pasang mata yang begitu banyak melihat mereka.


Jacob membuka pintu mobil, dan membawa Naomi masuk kedalam mobil.


Naomi tidak bisa berontak, dia merasa ada perasaan takut juga dengan amarah Jacob yang terlihat begitu ingin meledak-ledak.

__ADS_1


Naomi diam saja ditarik Jacob duduk merapat dengannya, dan membiarkan tangan Jacob menggenggam erat pinggangnya.


Bersambung....


__ADS_2