Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
72. Jacob yang kejam.


__ADS_3

Mobil hitam anti peluru itu, membunyikan klaksonnya tanpa henti di depan sebuah pintu pagar besi yang tingginya empat meter.


Membuat sekuriti Mansion tersebut dengan tergesa-gesa membuka pintu pagar, tetapi tidak berniat untuk membukakan pintu pagar agar mobil itu masuk.


"Anda siapa, kenapa ribut di depan rumah orang, apakah anda tahu rumah siapa ini!" teriak petugas keamanan Mansion tersebut.


Kembali suara klakson mobil hitam itu berbunyi dengan nyaringnya.


"Hei! siapa kau tidak sopan membuat keributan di depan rumah orang!" teriak penjaga keamanan itu sembari mengacungkan alat pemukulnya.


Pintu mobil hitam itu terbuka, dan keluarlah dua orang pria dewasa berbadan kekar dari dalam mobil hitam itu.


Dengan wajah yang datar ke dua pria itu berjalan dengan cepat ke arah petugas keamanan Mansion tersebut.


Salah satu pria itu dengan cepat meraih alat pukul yang dipegang sekuriti itu, lalu melemparkannya ke sembarang arah.


"Buka pintunya!" ujar pria itu dengan tekanan nada yang tajam, wajah datarnya terlihat menyeramkan.


"Anda siapa, saya petugas keamanan Mansion ini, jadi anda tidak boleh sembarangan masuk ke dalam rumah orang, kedatangan anda harus saya beritahukan dulu kepada Majikan saya, baru anda boleh masuk kalau Majikan saya memperbolehkan anda masuk!" sahut sekuriti itu dengan sedikit gugup karena merasakan aura pria di depannya itu sangat menakutkan.


"Ku bilang buka pintunya!" teriak pria itu, lalu tangannya yang besar mencengkram leher sekuriti itu dengan kencang.


"Buka pintunya!" teriak pria itu lagi dengan aura yang semakin gelap.


"Ba..ba..ik, sa...uhuk..uhuk!" pria itu melepaskan cengkraman nya pada sekuriti tersebut.


Dengan tergesa-gesa petugas keamanan Mansion itu berlari ke pos jaga yang tidak jauh dari pintu pagar, lalu menekan tombol otomatis.


Dengan perlahan pintu pagar terbuka, dan mobil hitam anti peluru itu pun masuk ke pelataran halaman Mansion tersebut.


Dua pria yang tadi telah turun dari mobil, dengan langkah cepat berjalan menuju pintu utama Mansion.


Pria yang mencekik sekuriti tadi, dengan kuat menendang pintu utama Mansion.


Dan, pintu pun terbuka.


"Siapa itu!" teriak seseorang di dalam Mansion mendengar suara berisik dari pintu yang dibuka paksa.

__ADS_1


Tiga pria itu masuk ke dalam Mansion tanpa rasa sopan maupun canggung, salah satu pria itu dengan wajah pysco nya menendang benda yang ada di dekatnya.


Lalu meraih benda yang lain dan membantingnya dengan kencang ke lantai.


Suara gaduh dan berisik yang di lakukannya membuat yang punya rumah keluar untuk melihat apa yang telah terjadi.


"Jacob!" teriak seorang pria dari tangga rumah itu, seorang pria lanjut usia tapi masih terlihat segar dengan tubuh yang tegap.


"Apa-apaan ini, kenapa kau menghancurkan rumahku!" teriak pria itu dengan wajah marah.


Dan, penghuni lainnya kemudian bermunculan ke ruangan tersebut.


"Ada apa ini!" jerit seorang wanita paruh baya terkejut melihat keadaan rumahnya yang berantakan.


"Ada apa Papa, kenapa ribut sekali?" sahut seorang wanita menuruni tangga dengan tergesa-gesa, dan disusul seorang pria di belakang wanita itu.


Pria yang marah itu, yang tidak lain adalah Jacob, dengan langkah cepat menghampiri wanita yang menuruni tangga tersebut.


Mata wanita itu langsung berbinar melihat siapa yang ada di ruang utama tersebut, dan yang berjalan dengan langkah cepat menuju ke arahnya.


Wanita itu tidak menyangka kalau Jacob akhirnya mau berkunjung ke rumahnya, dan sepertinya ingin memeluk dirinya, melihat Jacob yang melangkah dengan cepat menuju ke arahnya.


Tangan wanita itu terentang ingin menyambut pelukan Jacob, senyuman di bibirnya terlihat merekah dengan bahagianya.


Tapi, tiba-tiba dia merasakan lehernya di cengkram dengan kencang oleh tangan pria yang disangkanya ingin memeluk dirinya.


"Jacob!" sahutnya terkejut.


"Jacob!!" teriak penghuni Mansion yang lainnya, semua terkejut melihat Jacob mencekik putri satu-satunya di keluarga tersebut.


"Lepaskan! kenapa kau mencekik adikku, Jacob!" teriak pria yang berdiri di belakang wanita itu.


Cekikan pada wanita itu semakin kencang, dan membuat wanita itu kesakitan.


Pria yang berdiri di belakang wanita itu, dengan cepat menerjang ke arah Jacob, tapi di hadang oleh Don.


Pria itu berontak, dan memberi perlawanan pada Don.

__ADS_1


Dengan cepat Don membalas perlawanan pria itu, kaki Don dengan kencang menendang rusuk pria itu.


Dan, tubuh pria itu pun tersungkur beberapa langkah dari tempatnya berdiri.


"Hentikan! hentiakann! putriku bisa mati! lepaskan dia!" teriak wanita paruh baya histeris melihat putrinya yang terlihat sudah sulit untuk bernafas.


Wajah wanita itu terlihat sudah memerah dengan urat nadi di wajahnya yang menonjol keluar.


"Hentikan! Jacob! ada apa ini! katakan ada apa! lepaskan putriku! kalau ada masalah, Ayo kita bicarakan!" teriak lelaki paruh baya yang sedari tadi begitu terkejut dengan aksi Jacob yang tiba-tiba datang dengan aura pysco nya.


Dengan kuat Jacob melemparkan tubuh wanita itu ke lantai tanpa rasa kasihan, dan tubuh wanita itu pun dengan lemas terbanting ke lantai.


Dengan cepat wanita paruh baya yang histeris tadi berlari menuju putrinya tersebut.


"Ada apa ini! katakan Jacob!" teriak lelaki paruh baya itu.


"Tanyakan pada putri anda kenapa aku berbuat seperti ini!" kata Jacob dengan datar, wajahnya masih terlihat menakutkan.


"Apa maksudmu Jacob! adikku memangnya melakukan apa padamu! dia wanita yang lembut, bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal yang membuat kau marah!" sahut pria yang ditendang Don tadi.


"Oh, ya! begitukah! coba kau tanya padanya kenapa aku ingin sekali membunuhnya!" sahut suara datar Jacob yang menakutkan, senyuman pysco tersungging di sudut bibirnya.


"A..apa memangnya yang aku perbuat, aku tidak pernah melakukan hal jahat, Jacob! kau pasti telah di hasut oleh seseorang, jangan dengarkan siapapun yang mencoba memprovokasi mu!" sahut wanita itu dengan sedihnya, tangisannya pun meledak dengan pilunya.


Brakk!


Jacob membanting sebuah barang mahal yang ada di dekat nya.


"Jacob!" teriak lelaki pria paruh baya itu melihat Jacob membanting barang berharga mereka.


Jacob berjalan ke sofa, dan duduk dengan wajah masih menakutkan.


"Baiklah! kalau kalian ingin mengetahui, apa yang telah wanita berharga kalian ini lakukan padaku, setelah mengetahui apa yang telah di lakukannya, kalian harus membiarkan aku membawa wanita gila ini ke hadapan istriku!" sahut Jacob dengan datar.


Ruangan tersebut mendadak hening setelah Jacob selesai bicara.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2