
Pintu ruangan penyekapan itu terbuka, dan masuklah beberapa orang yang diikat dan mata mereka di tutup dengan penutup mata.
Beberapa Bodyguard Jacob mendorong tubuh mereka untuk masuk ke dalam ruang penyekapan tersebut.
"Papa...Mama, kakak!" teriak wanita itu melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
Masih dengan tangan terikat, ketiga orang itu di dorong untuk duduk ke kursi.
Setelah duduk, penutup mata mereka pun dibuka oleh Bodyguard Jacob.
Mereka memfokuskan pandangan mata mereka melihat sekeliling, untuk mengenali ke tempat apa mereka di bawa.
"Rosee...!" teriak wanita paruh baya yang terikat di antara ke tiga orang tersebut.
"Mamaa...!" jerit wanita yang di panggil Rose.
"Lepaskan adikku Jacob!" teriak salah seorang pria yang diikat tersebut.
"Baik, asal nyawa Nora bisa di kembalikan oleh adikmu!" jawab Jacob dengan datar.
Pria itu terdiam, tidak bisa menjawab perkataan Jacob.
Jacob tersenyum miring menatap pria itu dengan wajah yang datar.
"Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab, kau pikir segampang itu memaafkan seseorang yang telah melenyapkan nyawa orang lain? seenaknya saja kau mengambil keputusan!" sahut Jacob dengan nada dingin.
__ADS_1
"Aku tidak salah, aku tidak ada melakukannya Papa!" teriak Rose mulai menangis dengan sedihnya.
"Don!" Jacob memberi kode pada Don.
Don mengangguk mengerti apa yang diinginkan oleh Jacob.
Jacob menarik tangan Naomi untuk merapat padanya.
"Kau gadis ingusan! perempuan murahan! jangan mendekat pada Jacob!" teriak Rose begitu melihat Naomi ditarik Jacob untuk merapat padanya.
"Kau yang wanita murahan, brengsek! jangan memaki istriku, sialan! mulutmu tidak layak bahkan menyebutkan namanya!" sahut Jacob naik darah, sedari tadi dia membiarkan wanita itu sesuka hatinya menghina Naomi.
Plakkk!
Tamparan yang keras mendarat ke wajah wanita itu, dan itu cukup membuat pipinya memerah.
"Jacob! jangan sakiti adikku!" teriak pria yang dulunya adalah teman dan rekan bisnisnya.
Tapi karena masalah Nora dan adiknya yang gila itu, hubungan mereka tidak seakrab dulu lagi.
"Tutup mulutmu! jangan buat aku semakin emosi! orang lain tidak boleh melakukan apapun pada adikmu, sementara adikmu boleh melakukan apapun pada orang lain sesuka hatinya, begitu!" teriak Jacob seraya menuding kan jari telunjuknya pada pria itu.
Pria itu terdiam, tidak bisa menjawab Jacob.
Sementara orang tua mereka hanya bisa diam dengan gemetar, dan wanita paruh baya itu sedari tadi sudah menangis melihat keadaan putrinya yang terlihat begitu menyedihkan.
__ADS_1
Don, menarik lakban yang menutup mulut kedua pria yang sedari tadi di biarkan melihat apa yang terjadi didepan mata mereka.
"Katakan sesuatu!" sahut Don dengan tegas pada ke dua orang tersebut.
"Nona Rose yang menyuruh kami berbohong, dia membayar kami tiga kali lipat untuk tutup mulut!" sahut salah satu pria itu.
Tiga orang yang mendengarkan apa yang dikatakan pria tersebut, terkejut bukan main.
Mereka tidak menyangka wanita yang paling lemah dalam keluarga mereka, ternyata seorang monster yang mengerikan.
Tubuh wanita paruh baya diantara mereka itu semakin gemetar tidak mempercayai kalau putrinya telah menipu mereka selama ini.
"Apakah dia memiliki tubuh yang lemah dan sakit-sakitan?" tanya Don lagi.
"Tidak! tubuhnya sehat, tidak ada memiliki riwayat penyakit apa pun!" jawab pria yang satu lagi.
Kedua orang tua dan putranya tersebut terkejut bukan main, mendengar penjelasan pria yang mereka kenal sebagai Dokter pribadi wanita lemah, yang selama ini mereka sayangi dan jaga bagaikan porselin yang mudah pecah karena sangat rentan dengan penyakitnya itu.
"Bohong! kau Dokter gadungan! dasar pembohong!" teriak Rose dengan histeris.
"Sejak kapan dia mulai melakukan sandiwara?" tanya Don lagi.
"Hentikan! jangan jawab!" jerit Rose dengan kalap, dan jeritannya itu membuat anggota keluarga nya yang diam mendengarkan setiap perkataan Dokter pribadi Rose hampir jatuh terduduk.
Mereka tidak percaya dengan suara jeritan wanita itu, untuk menghentikan Dokter pribadi nya bicara lebih jauh lagi untuk membongkar rahasia yang selama ini ditutupnya dengan rapi.
__ADS_1
Bersambung.....