Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
73. Putri yang lemah, ternyata....


__ADS_3

Penghuni Mansion itu memandang Jacob tidak berkedip.


Memangnya apa yang dilakukan wanita yang di anggap mereka, seorang wanita yang begitu penurut dan lemah lembut?


Berbagai pertanyaan memenuhi benak penghuni Mansion tersebut akan perkataan Jacob.


Rose adalah putri yang sangat di sayang keluarganya, putri yang memiliki tubuh lemah dan akan cepat kelelahan kalau melakukan pekerjaan terlalu berat.


Sedari kecil memiliki tubuh yang lemah dan sakit-sakitan, perhatian anggota Mansion itu lebih extra padanya.


Karena dimanja oleh keluarganya, apa pun permintaan Rose aka dituruti keluarganya.


"Don!" sahut Jacob menoleh pada Don.


Don menganggukkan kepalanya.


Don berjalan menuju meja sofa, dan meraih laptop yang di berikan Bodyguard Jacob yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari arena amukan Jacob.


Don membuka laptop, lalu memasukkan flashdisk ke port USB.


Semua anggota Mansion tersebut menunggu apa yang akan diperlihatkan Jacob kepada mereka.


Sementara itu Rose terlihat masih menangis dalam pelukan Ibunya sembari menangis dengan pilunya, lehernya yang di cekik Jacob terasa masih sakit.


Don membuka file rekaman cctv yang telah mereka dapatkan tentang kejahatan Rose membunuh almarhum istri Jacob.


Rekaman pun di perlihatkan kepada seisi penghuni Mansion tersebut, yang mematung tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dalam layar laptop.


Rose berulang kali menampar seorang wanita yang terbaring lemah di tempat tidur pasien, seorang pasien wanita yang mereka kenal.


"Itu bukan aku! itu bukan aku! aku tidak mungkin melakukan itu Pa!" jerit Rose histeris melihat rekaman cctv yang diperlihatkan Jacob.


Ayah Rose mundur dua langkah melihat rekaman cctv tersebut, tubuhnya menegang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Rose, putrinya yang lemah, Rose yang dia kenal selalu lemah lembut dan akan sesak nafas kalau kecapekan.


Berbeda jauh dengan yang ada didalam rekaman tersebut, wanita dalam rekaman itu terlihat begitu sehat dan terlihat tidak menunjukkan tubuhnya lemah.


Terlihat dari caranya dia yang emosi dan menampar wajah wanita yang terbaring diam saja, dan terlihat dari ayunan tangannya yang kencang.

__ADS_1


Itu pasti mengeluarkan tenaga yang kuat.


Terlihat wanita itu tidak merasa capek, atau kelelahan menampar perempuan lemah yang terbaring tidak bergerak di atas tempat tidur pasien.


Rose terlihat berteriak-teriak sembari menudingkan telunjuknya kepada wanita yang sekarat di atas tempat tidur pasien.


Tampak dua orang lelaki berseragam Dokter, berdiri diam saja melihat aksi kasar Rose pada pasien yang terbaring tidak bergerak tersebut.


Mereka berdua diam saja saat Rose menendang pinggiran tempat tidur pasien dengan kencang, sehingga pasien tergeser ke pinggiran sisi tempat tidur satu lagi, dan hampir terjatuh dari tempat tidur.


Salah satu Dokter itu berjalan menuju infus pasien, saat wanita yang menganiaya pasien itu memberi kode ke arah ke dua Dokter tersebut.


Dokter itu menyuntikkan sesuatu ke selang infus pasien wanita itu.


Ibu Rose menutup mulut nya terkejut melihat apa yang telah dilakukan putrinya tersebut, tubuhnya gemetar dengan mulut menganga tidak percaya.


Dan, Ayah Rose mengenali siapa ke dua Dokter itu, mereka adalah Dokter putrinya.


Karena tubuh Rose yang lemah, dia mempekerjakan Dokter pribadi untuk putrinya tersebut, untuk memantau kesehatan Rose.


Dan akan selalu siap sedia untuk datang kapanpun kalau penyakit Rose tiba-tiba kambuh.


Pria paruh baya itu tidak menyangka, ternyata putrinya bersekongkol bersama dengan ke dua Dokter tersebut menipu mereka dengan penyakit Rose.


Dan, sengaja menempatkan ke dua Dokter itu untuk merawat dan menangani penyakit sahabatnya, yang mereka tahu sangat di sayangi Rose.


Sejak kapan Rose membuat drama soal penyakitnya, dan rahasia yang mereka tidak ketahui selama ini, tentang bencinya Rose kepada sahabatnya tersebut.


"Itu tidak mungkin! itu bukan adikku! kau memalsukan rekaman itu Jacob!" teriak pria yang pernah berkelahi dengan Jacob tersebut.


"Oh ya, begitukah? dan aku memalsukan kedua dokter pribadi adikmu, dan istriku yang terbaring diam di tempat tidur yang telah meninggal tiga tahun lalu?" sahut Jacob datar.


Pria itu terdiam, tubuhnya bergetar tidak mempercayai apa yang di perlihatkan rekaman di layar laptop itu.


Ruangan hening sesaat.


"Papa, kakak! itu bukan aku...Mama percayalah padaku, aku tidak mungkin bisa berbuat seperti itu!" teriak Rose histeris.


"Ck! menyebalkan! tahu nya hanya menjerit dan mengiba, jangan kau kira aku bisa tertipu dengan rengekan dan rasa tidak berdaya mu itu, Don bawa dia!" sahut Jacob masih dengan nada yang datar.

__ADS_1


Jacob lalu bangkit dari sofa, lalu pergi ke luar dari ruang utama Mansion tersebut.


Don dengan paksa menyeret Rose yang terduduk di lantai dengan menyedihkan, wajahnya yang prihatin terlihat basah oleh air matanya.


"Mamaa...Papaa! tolong aku! kakkk...!" jerit Rose menahan tubuhnya dengan kuat di lantai saat Don menarik paksa tangannya.


Para Pelayan mereka yang berdiri tidak jauh di dekat pintu dalam ruang utama itu, mematung dengan tubuh yang terlihat gugup melihat apa yang terjadi.


Wajah mereka terlihat ketakutan melihat adegan itu, atau bisa jadi mereka juga merasakan, kalau Nona mereka mempunyai sikap kejam di balik kelemahannya selama ini.


Dan, mereka telah mengalaminya.


Saat Don menyeret Rose keluar dari ruangan itu, pria yang di panggil Rose 'kakak' berteriak pada Don, dan mencoba untuk menghalangi Don membawa adiknya yang gila tersebut.


"Lepaskan dia Don! kami akan menyelidiki kasus ini, kalau adikku terbukti tidak bersalah, aku akan menuntut kalian!" teriak pria itu bergegas mencoba menarik adiknya agar jangan di bawa Don.


Dengan cepat Bodyguard Jacob menghalangi pria itu, dan memberi serangan pada Bodyguard Jacob.


Bodyguard Jacob dengan cepat mengelak dan membalas pria itu, satu tinju melayang ke wajahnya, dan tendangan yang kuat membuat pria itu tersungkur ke lantai.


"Kakakk...!" teriak Rose dengan kencang, tubuhnya di seret Don dengan cengkraman yang kuat pada pergelangan tangan wanita itu.


Di pelataran halaman Mansion itu, ternyata sudah ada menunggu satu mobil hitam lagi.


Seorang Bodyguard Jacob yang lainnya telah menunggu di luar mobil yang tadi dikemudikan Don.


Begitu Don mendekati mobil, pria kekar yang menunggu sedari tadi itu, mengikat tangan Rose.


Don membuka pintu mobil penumpang, lalu mendorong tubuh Rose dengan kasar untuk masuk ke dalam mobil.


Lalu membanting pintu mobil dengan kencang.


"Ayo berangkat!" sahut Don kepada rekannya tersebut.


Sementara Jacob sudah berada di dalam mobil yang satu lagi.


Perlahan ke dua mobil hitam anti peluru itu meninggalkan pelataran halaman Mansion tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2