Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
50. Dengan Naomi sungguh berbeda.


__ADS_3

Beberapa wanita masuk kedalam kamar kantor Jacob, membantu Naomi berpakaian dan berdandan.


Jacob dengan setia menunggu Naomi di make over, lelaki dewasa itu menyempatkan waktu sebentar untuk memeriksa berkas-berkas yang belum diperiksanya.


Tidak berapa lama Naomi pun selesai, dia terlihat berbeda setelah memakai pakaian edisi terbatas, dan sedikit dandanan yang merubah wajahnya semakin cantik.


Jacob beberapa detik terpana memandang hasil makeover penata salon yang disewanya, tanpa sadar kakinya melangkah mendekati Naomi.


Perlahan tangannya meraih Naomi kedalam dekapannya, Jacob memeluk Naomi erat.


"Kau sangat cantik sayang, aku rasanya tidak ingin membawamu keluar!" bisik Jacob mengelus punggung Naomi.


Naomi tersenyum mendengar perkataan Jacob, tangannya membalas pelukan Jacob dengan erat.


Jacob tidak perduli beberapa penata makeover yang belum pergi dari ruang kantornya, perlahan ia melepaskan pelukannya dan meraih tengkuk Naomi.


Jacob mencium Naomi didepan beberapa penata makeover, mengulum bibir Naomi dengan dalam.


Beberapa penata salon tersebut mematung ditempatnya, mereka melihat Jacob mencium Naomi tanpa rasa sungkan, dan itu membuat mereka tersenyum tersipu malu.


Mereka tidak menyangka kalau Jacob yang dingin dan kejam, ternyata seorang pria yang bisa dekat dengan seorang wanita.


Jacob terkenal dingin dengan wanita, ternyata rumor itu tidak seperti apa yang digosipkan, buktinya Jacob terlihat begitu hangat mencium Naomi.


"Keluar!" sahut Jacob datar dan terkesan sedikit membentak pada beberapa penata makeover tersebut.


"Ba..baik Tuan, permisi!" dengan wajah ketakutan mendengar nada bicara Jacob, para penata makeover tersebut bergegas keluar dari ruang kantor Jacob.


Jacob melanjutkan aksinya mencium Naomi, mengulum bibir Naomi semakin dalam, memasukkan lidahnya di antara gigi Naomi.

__ADS_1


Jacob mengangkat tubuh Naomi, dan meletakkan tubuh mungil Naomi diatas meja kerjanya, tangannya mengelus paha Naomi.


Membelai dengan perlahan kulit halus Naomi yang terasa sangat lembut dijemarinya, menelusuri kulit paha Naomi tanpa bisa dihentikan Jacob.


Naomi begitu menghipnotis Jacob, seumur hidup Jacob belum pernah merasakan sensasi yang membuat dia ingin melakukan hal gila seperti ini.


Pantas saja banyak rekan bisnisnya suka bermain wanita diluar sana, ternyata memadu kasih seperti ini sangat menyenangkan dan membuat dia ingin melakukannya lagi dan lagi.


Tapi Jacob hanya ingin melakukannya pada Naomi saja, karena hanya Naomi yang bisa membuat dirinya merasakan seperti ini.


Ciuman Jacob semakin dalam dan menyesap lidah Naomi, tubuhnya semakin meremang merasakan tangan kecil Naomi membelai tengkuknya yang bertengger di lehernya.


Bibir kecil Naomi membalas ciuman Jacob, membalas mengulum dan memilin lidah Jacob dengan lembut.


Sementara Naomi berdebar-debar, merasakan betapa lembutnya Jacob mencium dan mengulum bibirnya, membuat Naomi tanpa sadar membuka kakinya membiarkan tangan Jacob semakin dalam meraba dan menyentuh pahanya.


Tangan Jacob perlahan sudah merayap mengelus pinggiran daerah sensitif Naomi, dan Naomi meremang menyukai apa yang dilakukan tangan Jacob pada daerah sensitifnya.


Naomi mengeratkan rangkulan tangannya pada leher Jacob, tubuh Naomi menginginkan Jacob berbuat lebih jauh lagi.


Perasaan cintanya menggebu, dan membuat tubuhnya terlena oleh sentuhan tangan Jacob.


"Kak..!" desah Naomi diantara ciuman mereka, Naomi sudah mulai merasakan kehabisan nafas.


Jacob menghentikan ciumannya, mereka sama-sama kehabisan nafas.


Mereka saling menatap dengan nanar, dan nafas mereka terdengar memburu. Bibir Naomi terlihat membengkak, dan basah.


Sementara tangan Jacob masih bertengger di sela-sela paha Naomi, dan posisi Naomi terlihat begitu menggoda dengan gaun yang tersingkap memperlihatkan paha mulus Naomi yang bagaikan porselin.

__ADS_1


Perlahan sudut bibir mereka bergerak, dan perlahan menyunggingkan senyuman.


"Penampilanku sudah berantakan kak, pakaianku sudah kusut!" kata Naomi pelan menatap tangan Jacob yang masih bertengger di sela-sela pahanya, senyuman geli tersungging dibibirnya.


Jacob mengikuti mata Naomi melihat tangannya yang memegang paha Naomi, dan jari-jemarinya tampak sebagian sudah ada yang masuk kedalam pakaian tipis yang membalut bokong Naomi.


Jacob tidak menyangka dia bisa menjadi mesum begini, dulu dia tidak seperti ini dengan istrinya.


Tidak ada rasa ingin menikmati bersenggama untuk mengungkapkan rasa sayangnya pada istrinya, tidak memiliki perasaan yang menggebu-gebu untuk memadu kasih.


Dengan Naomi sungguh berbeda, Jacob seakan baru merasakan mengungkapkan rasa cinta itu sangat menyenangkan, dan bisa membuat diri seakan melayang karena dimabuk cinta.


"Tubuhmu sangat menggairahkan sayang, membuat aku lupa diri..ayo aku bantu untuk merapikannya lagi!" Jacob menarik tangannya dari paha Naomi, lalu membenarkan letak pakaian Naomi yang awut-awutan.


Dengan lembut menurunkan Naomi dari atas meja kerjanya, lalu membenarkan tatanan rambut Naomi yang terlihat berantakan.


Setelah rapi, Jacob mengecup kening Naomi..


"Ayo kita pergi!" ucapnya lembut sembari mengelus pipi Naomi.


"Ayo kak!" Naomi memberikan tangannya digenggam Jacob.


Mereka pun keluar dari ruang kantor Jacob.


Lalu masuk kedalam lift.


Jacob membawa Naomi pergi untuk melihat pakaian pengantin mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2