Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
40. Tidak seperti biasanya.


__ADS_3

Naomi memasuki kelasnya, hari ini dia bersemangat karena akan mengikuti mata kuliah kesukaannya.


"Hai..apakah di sini ada yang duduk?" seorang siswi mendekati meja Naomi.


"Oh, tidak ada..kalau mau duduk, silahkan saja!" ujar Naomi mempersilahkan cewek itu duduk disampingnya.


"Terimakasih!" ucap cewek itu senang, dia meletakkan tasnya ditepi meja.


"Kenalkan, namaku Linda..!" cewek itu mengenalkan dirinya seraya menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"Namaku Naomi!" Naomi menyambut tangan Linda, dan mereka saling bersalaman.


"Senang mengenalmu Naomi..semoga kita bisa berteman!" kata Linda tersenyum.


"Ya..aku juga senang berkenalan denganmu!" ucap Naomi juga sambil tersenyum.


"Nanti kita sama-sama makan siang dikantin ya?" ujar Linda mengajak Naomi untuk bisa lebih dekat lagi.


"Oh, sepertinya tidak bisa..siang ini aku sudah janjian makan bersama dengan kakakku!"


"Bagaimana kalau besok?"


"Baik, kalau besok bisa!" jawab Naomi mengangguk.


Tidak berapa Dosen memasuki kelas, dan Naomi mulai fokus untuk mendengarkan penjelasan yang disampaikan Dosen.


Drttt!


Terdengar suara ponsel yang bergetar dari dalam tas Linda.


Linda mengambil ponselnya, dan itu membuat Naomi jadi ikut memerhatikan Linda memeriksa ponselnya.


"Lamaranku diterima..hari ini aku sudah bisa memulai kerja part-time ku!" seru Linda sangat gembira, sampai dia sedikit melompat di kursinya tanpa sadar.

__ADS_1


Naomi mendengar kerja Part-time, tiba-tiba Naomi jadi ingin bekerja juga.


Dia jadi kepikiran ingin mempunyai uang hasil jerih payah sendiri, bekerja menghasilkan uang sepertinya sangat menyenangkan.


"Apakah ada untuk satu orang lagi..aku juga ingin bekerja juga, tapi aku tetap ingin kuliah!" sahut Naomi dengan nada yang bersemangat, mengetahui Linda bisa bekerja sambil kuliah dia jadi tertarik juga.


"Bagaimana kalau kita sama bekerja ditoko yang sama..sepertinya toko itu memerlukan satu Pelayan lagi!" kata Linda.


"Iya, mau!" angguk Naomi dengan mata berbinar.


"Setelah mata kuliah berakhir siang ini..aku langsung bisa bekerja ditoko itu, apakah kau mau ikut juga, sekalian melamar?" tanya Linda mengusulkan pada Naomi.


Naomi berpikir sebentar, siang ini dia sudah janji dengan Jacob untuk makan siang diluar.


Tapi, kalau dia mengatakan akan keluar dengan temannya, mungkin Jacob mau membatalkan makan siang mereka.


"Baik, aku akan chat kakakku..hari ini aku tidak bisa makan siang bersamanya!" kata Naomi, lalu mengambil ponselnya.


Sementara itu dikantor Jacob, di ruang meeting, pria itu dari tadi tidak fokus mendengarkan apa yang dijelaskan oleh karyawannya, tentang pengembangan lahan tanah yang akan didirikan bangunan Hotel.


Drrrtt!


Ponselnya bergetar, setengah malas dia meraih ponselnya.


Dan melihat satu pesan masuk, tubuhnya langsung duduk tegak melihat nama si pengirim pesan tersebut.


Wajahnya langsung berubah suram setelah membaca pesan itu, dia terlihat semakin tidak bersemangat.


Dengan cepat jari-jemarinya membalas pesan tersebut. Sementara semua bawahannya yang tengah menunggu penjelasan dari Jacob, hanya bisa melongo melihat Jacob mengetik chat di ponselnya.


Semua bawahannya tahu, kalau Jacob tidak pernah suka mengetik chat di ponselnya.


Dia seorang Ceo yang akan langsung bicara, tanpa perlu mengetik huruf-huruf itu di ponselnya, itu akan membuang waktu saja.

__ADS_1


"Sejak kapan Tuan Jacob meluangkan waktu mengetik chat di ponselnya!"


"Siapa yang mengirim pesan pada Tuan, kenapa dia langsung membalas pesan itu..biasanya dia akan abaikan pesan apapun yang masuk ke ponselnya!"


"Apakah itu seseorang yang sangat berpengaruh, sehingga Tuan tidak boleh mengabaikan pesannya?"


Bisik-bisik terdengar dimeja meeting, semua memandang ke arah Jacob.


Setelah mengetik pesan, Jacob meletakkan kembali ponselnya keatas meja.


"Kenapa diam..lanjutkan!" sahut Jacob melihat bawahannya yang menjelaskan tentang pengembangan tanah yang mereka bahas.


"Itu..kami menunggu bagaimana tanggapan dari anda Tuan!" kata karyawannya yang memimpin meeting tersebut, berdiri didekat proyektor yang tengah menampilkan bahan desain tanah yang akan didirikan sebuah Hotel bintang lima.


"Baiklah, jalankan saja sesuai apa yang tadi kau jelaskan!" sahut Jacob.


Semua menghela nafas lega, dan mengelus dada dengan lega.


"Meeting sampai disini saja..Don!" Jacob bangkit berdiri.


"Ya Tuan..!" Don dengan cepat melangkah mengikuti Jacob keluar dari ruang meeting.


"Siang ini, apalagi jadwal yang harus ku selesaikan?" tanya Jacob dengan nada yang terdengar tidak bersemangat.


"Makan siang bersama Nona Naomi Tuan!" jawab Don.


"Batalkan..dia tidak bisa makan siang bersama, ada hal penting yang harus dia kerjakan..setelah makan siang, jadwal apa lagi?"


"Oh!" Don akhirnya mengerti kenapa Tuannya tersebut terlihat tidak bersemangat, ternyata Naomi membatalkan makan siang bersama dengan Jacob.


"Setelah makan siang, anda ada janji bertemu dengan klien yang akan membeli Panthouse mewah yang ada pinggir kota Tuan!" kata Don membuka dan memeriksa buku jadwal Jacob.


"Baik, sekarang kau pesan makan siang..bawa keruangan ku, aku akan makan siang dikantor saja!" kata Jacob berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


"Baik Tuan!" angguk Don patuh, lalu pergi untuk membeli makan siang Jacob.


Bersambung....


__ADS_2