Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
58. Wanita depresi.


__ADS_3

Mobil pengantin perlahan memasuki area resepsi pernikahan, dan beberapa mobil lainnya yang mengikuti dari belakang, dengan hati-hati masih mengambil jarak untuk memantau mobil pengantin aman sampai di tempat resepsi.


Don menghentikan mobil pengantin di pintu masuk outdoor resepsi, dan semua undangan yang telah duduk di kursi masing-masing, serentak berdiri begitu melihat mobil pengantin tiba.


Pintu mobil di buka Don, dan perlahan Jacob keluar dari dalam mobil, lalu berdiri di depan pintu mobil untuk membantu Naomi.


Naomi perlahan keluar dari dalam mobil, lalu meletakkan tangannya ke dalam telapak tangan Jacob yang terulur padanya.


Jacob kemudian membantu Naomi untuk keluar dari dalam mobil, membetulkan gaun pengantinnya yang mewah agar terlihat rapi lagi.


Don membantu membetulkan ekor gaun pengantin Naomi yang panjang.


Semua undangan begitu takjub dengan penampilan gaun pengantin mempelai wanita, terutama para wanitanya merasa iri dengan penampilan mempelai wanita yang begitu cantik dan gaun yang indah.


"Astaga! kau bisa bayangkan kira-kira berapa harga gaun pengantin itu?"


"Aduhh! cantiknyaa..mahkota itu kelihatannya mahal, itu berlian asli!"


"Tidak menyangka, ternyata mempelai wanitanya masih sangat muda..mereka terlihat seperti Paman dan keponakan!"


"Aku ingin pakaian pengantin seperti itu, bisa tidak ya kira-kira?" kata yang lainnya seraya melirik pasangannya dengan tatapan tajam.


"Ehem..ehem!" yang dilirik terbatuk-batuk merasa terkena sindir.


Bisikan-bisikan undangan terdengar mengomentari penampilan mempelai wanita, ada yang terkagum-kagum, dan ada yang merasa iri.


Jacob memberikan lengannya untuk dirangkul Naomi, dengan senyuman manis Naomi merangkul lengan Jacob.


Dan mereka pun berjalan di atas karpet merah, berjalan menuju tempat duduk utama pengantin di atas podium kecil, yang telah disulap menjadi altar pengantin.


Sepanjang mereka berjalan menuju altar, ada beberapa undangan yang berinisiatif melemparkan bunga ke atas karpet, saat Jacob dan Naomi berjalan menuju altar.

__ADS_1


Dan kemudian tepuk tangan mengiringi langkah mereka menuju altar.


Saat mereka akan naik ke atas altar, tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan berteriak di ujung pintu masuk resepsi.


Sebenarnya itu bukan pintu masuk, tetapi sebuah tiang melengkung yang dijadikan seperti pintu masuk.


Di sana, tampak seorang wanita yang terlihat awut-awutan, make-up yang dipakainya terlihat tidak berbentuk, karena habis menangis, dandannya jadi berantakan.


"Jacob! kau sungguh kejam!" teriaknya dengan suara melengking.


Beberapa Bodyguard Jacob dengan sigap datang menghalangi wanita yang akan berlari menuju altar.


Naomi kenal dengan wanita itu, wanita yang menghampiri Jacob saat berada di area parkiran Pub beberapa hari yang lalu.


"Aku tidak rela Jacob! aku yang lebih dulu mengenalmu, kenapa bukan aku yang menjadi istrimu...aku tidak terima, Jacobb!!" teriak wanita itu semakin histeris.


Semua undangan yang masih berdiri di tempat nya masing-masing terbengong-bengong memandang wanita yang berteriak itu.


Bodyguard Jacob menarik wanita itu dengan paksa saat akan memaksa untuk menghampiri Jacob dan Naomi.


"Lepaskan aku, lepaskann!!" teriaknya histeris.


Jacob dan Naomi masih berdiri di posisi mereka, pandangan mata Jacob begitu dingin memandang wanita yang telah depresi tersebut.


Dari dulu sejak mengenal wanita itu, Jacob sedikitpun tidak pernah ada berkeinginan untuk bicara padanya.


Mereka bertemu saat Jacob akan bertemu dengan kakak lelaki wanita itu, dan Jacob tidak pernah menjawab setiap wanita itu berinisiatif menegurnya.


Karena dari sejak pertama kenal dengan wanita itu, Jacob sedikitpun tidak ada rasa nyaman jika berdekatan dengan wanita itu.


Sampai pernikahannya dengan Nora dulu, Jacob tetap tidak pernah membalas teguran wanita itu.

__ADS_1


Jacob merasa wanita seperti hama yang perlu disingkirkan, dia sudah muak dengan obsesi wanita itu kepada dirinya.


"Jacob, kalau kau tidak mau bersamaku, wanita lain pun tidak boleh ada yang dekat denganmu, aku tidak mau wanita lain merasakan cinta mu...aku tidak relaa!!" jerit wanita itu dengan histerisnya.


"Astaga! wanita itu sudah gila!"


"Keluarga siapa dia, membiarkan begitu saja wanita itu berkeliaran ke luar rumah!"


"Sungguh mengerikan wanita itu, dia begitu terobsesi dengan mempelai pria!"


"Wanita ini berbahaya, dia harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa!"


"Wanita bodoh! kan masih banyak pria lain yang bisa dijadikan kekasih!"


Bisikan-bisikan terdengar riuh diantara undangan yang melihat wanita itu histeris


Jacob memberi kode pada Don.


Don langsung mengerti dengan kode Jacob, dan bergegas menghampiri wanita yang histeris itu.


Don memberi arahan pada kedua Bodyguard yang memegang wanita itu, dan mereka pun dengan paksa menyeret wanita itu.


"Tidakkk!!" wanita itu menjerit dengan melengking yang sangat kencang.


Tubuhnya dengan paksa dimasukkan ke dalam mobil, membuat dia berontak sekuat tenaga.


Don mengambil lakban, lalu menempelkan lakban tersebut ke mulut wanita itu.


Suara jeritan pun berhenti.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2