
Wanita itu akhirnya di bawa pergi dari sana, dan acara resepsi pun berlangsung dengan meriah.
Beberapa teman bisnis Jacob memberi selamat pada Jacob, bersulang padanya, dan Jacob hanya bisa membalas dengan menyesap sedikit saja minuman beralkohol itu.
Jacob tidak tahan dengan alkohol, dia akan tumbang kalau meminum minuman beralkohol tersebut.
Don, yang mengetahui Tuannya tidak tahan dengan alkohol, selalu berdiri tidak jauh dari Bosnya tersebut.
Don tahu kalau Tuannya tersebut bakalan tumbang malam ini, karena Jacob tidak bisa menolak keramahan rekan bisnisnya yang mengucapkan selamat padanya.
Mereka akan bersulang untuk memberi salam ucapan selamat berbahagia pada Jacob, dan gelas anggur Jacob yang hanya terisi setengah gelas saja sudah terlihat berkurang.
Don dengan cepat menghampiri Naomi, dan berbisik pada Nyonya mudanya tersebut.
"Nyonya...Tuan Jacob sepertinya sudah tidak bisa berlama-lama lagi untuk dipesta ini, kadar alkohol Tuan Jacob buruk, dia akan tumbang sebentar lagi, bersiaplah untuk pergi dari sini Nyonya, aku akan membawa Tuan Alexander, mobil sudah standby, silahkan jalan duluan Nyonya!"
"Baik, aku akan pergi!" Naomi mengangguk, dan langsung berbalik.
Dua Pelayannya dengan cepat bergegas mengikuti Naomi, sepertinya mengerti dengan melihat Don berbisik pada Nyonya muda mereka.
Naomi dibantu kedua Pelayannya untuk naik ke dalam mobil, membantu merapikan gaun pengantin Naomi masuk kedalam mobil.
Setelah Naomi masuk kedalam mobil, mereka pun segera menutup pintu mobil, lalu pergi ke mobil lainnya yang tidak begitu jauh dari mobil pengantin.
Tidak lama kemudian Don datang memapah Jacob yang terlihat masih seperti biasa, tidak ada tanda-tanda kalau pria dewasa itu mabuk.
Don membuka pintu mobil, dan membantu Jacob untuk masuk.
Begitu bokong Jacob menyentuh jok mobil, tiba-tiba tubuhnya ambruk, dan kepalanya terjatuh ke pangkuan Naomi.
"Kak!" panggil Naomi kaget, dia melihat mata Jacob terpejam.
Dengan pelan Naomi mengguncang bahu Jacob, tidak ada reaksi sama sekali.
__ADS_1
Ternyata memang benar apa kata Don, kalau Jacob tidak tahan dengan minuman beralkohol.
Don naik ke kursi penumpang di jok depan, salah satu Bodyguard Jacob yang menyetir mobil pengantin.
"Ayo kita pulang!" sahut Don pada Bodyguard dikursi stir.
"Oke!"
"Nyonya jangan cemas, Tuan Jacob hanya tertidur, alkohol membuat tubuhnya lemah!" sahut Don menjelaskan pada Naomi.
"Oh, iya baik, aku mengerti!" jawab Naomi pelan.
Tangan Naomi mengelus kepala Jacob dengan lembut, dan beberapa detik kemudian Naomi mendengar dengkuran halus dari tenggorokan Jacob.
Naomi tersenyum mendengar dengkuran Jacob, dengan pelan dan lembut jemari Naomi masih terus mengelus kepala Jacob.
Mobil lainnya yang tadi diam-diam mengikuti mobil pengantin, bergerak juga mengikuti dari belakang dengan mengambil jarak yang tidak mencolok.
Sontak membuat Naomi terkejut, dipeluknya kepala Jacob yang berbaring mendengkur di pangkuannya.
"Jangan takut Nyonya, tenang! kami akan mencoba melayani mereka jika berbuat kekerasan!" sahut Don dengan tenang, matanya dengan tajam menatap tiga mobil yang berhenti di depan mereka.
Tampak pintu mobil didepan terbuka, dan keluarlah lelaki yang pernah dilihat Naomi saat pertama kali Naomi ikut dengan Jacob pulang dari pesta.
Lelaki itu terlihat berteriak semabari menunjuk ke arah mobil pengantin, dan semakin dekat berjalan menuju mobil pengantin.
Tiba-tiba lelaki itu memukul kap mobil dengan tangannya sambil berteriak, lalu menuding kan telunjuknya ke arah sopir.
Wajahnya terlihat begitu marah sembari terus saja berteriak, lalu mengacungkan jari tengahnya dengan mulut yang terus saja komat-kamit.
Mobil pengantin anti kedap suara, jadi Naomi tidak mendengar apa yang dikatakan lelaki itu.
Don dan Bodyguard Jacob yang duduk didepan stir tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan emosi lelaki itu.
__ADS_1
Merasa teriakannya tidak ditanggapi, lelaki itu dengan emosi meninju kaca pintu sopir.
Kaca mobil tidak bergeming sedikitpun, kembali lelaki itu melayangkan tinjunya.
"Nona, tetap didalam mobil, mereka tidak boleh tahu Tuan Jacob tertidur, anda tetap tenang walau apa pun yang terjadi, kami akan melindungi Tuan Jacob!" sahut Don pada Naomi.
"Baik!" jawab Naomi dengan cepat, tangannya semakin erat memeluk Jacob.
Don membuka pintu, dan terdengarlah teriakan lelaki tersebut saat pintu mobil dibuka Don.
"Brengsek kau Jacob, sialan kau..keluar kau...!"
Pintu mobil kembali tertutup, dan teriakan lelaki itu tidak terdengar lagi.
Naomi melihat Don mendekati lelaki yang terus saja berteriak tersebut, dan terlihat mereka saling bicara.
Don terlihat tenang meladeni lelaki itu bicara, tapi yang diajak bicara terus saja berteriak sambil jari telunjuknya terus menunjuk Don.
Tiba-tiba lelaki itu sepertinya tidak tahan lagi, satu tinju dilayangkan nya pada Don.
Dan, reflek Don mengelak.
Lelaki itu kembali menyerang Don, dengan cepat Don membalas pria itu.
Satu tendangan dilayangkan Don mengenai tangan lelaki itu, dan terhuyung satu langkah.
Melihat Don mulai beraksi meladeni lelaki itu, Naomi menundukkan wajahnya tidak berani melihat.
Mendekap wajah Jacob menempel ke wajahnya, Naomi tidak berani melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Suara apa pun tidak terdengar dari dalam, terasa hening, dan Bodyguard Jacob yang duduk didepan stir kemudi juga duduk dengan tenang.
Bersambung....
__ADS_1