
Naomi bangkit dari kursi malas, lalu masuk kedalam kamar.
Menutup pintu balkon dengan baik, setelah itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Naomi agak bingung cara membuka kran air untuk bathtub, lama dia mencoba cara memutar dan menekan kran.
Hampir lima belas menit dia melakukannya, akhirnya dia pun berhasil.
Naomi terkekeh sendiri dengan kebodohannya yang tidak pandai membuka kran air.
"Kalau kakak masih hidup dan melihatku tidak bisa buka kran, dia pasti tertawa terbahak-bahak!" gumam Naomi terkekeh merasa lucu sendiri.
Naomi membersihkan dirinya di dalam bathtub, menikmati air yang menyegarkan merendam tubuhnya yang polos.
Menyabuni tubuhnya dengan sabun sampai bersih dan wangi.
Naomi menutup air kran dan kemudian menarik handuk bersih dari lemari handuk yang ada didalam kamar mandi tersebut.
Melilitkan handuk ke tubuh polosnya, lalu mengambil satu lagi handuk tersebut untuk mengelap rambutnya yang basah.
Tubuhnya terasa sangat segar dan wangi.
Naomi membuka pintu kamar mandi dan menutup kembali pintu tersebut setelah dia keluar dari kamar mandi.
"Kenapa begitu lama sekali, sudah waktunya makan malam!"
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
__ADS_1
Tampak Jacob masuk ke kamar Naomi sambil berkata pada Naomi.
Naomi berhenti melangkah melihat kearah pintu kamarnya yang terbuka, dan melihat kakak iparnya masuk kedalam kamar.
Jacob membeku ditempatnya, melihat Naomi yang baru keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja.
Jacob tidak percaya melihat tubuh setengah polos Naomi begitu indah, putih bersih dengan bertelanjang kaki bagaikan peri kecil.
Naomi sendiri tidak menyadari kalau dirinya polos dan hanya berbalut handuk saja.
"Aku baru selesai mandi kak, sebentar lagi aku akan turun!" kata Naomi dengan tenang, dia belum sadar dirinya hanya mengenakan handuk.
Mungkin karena dia menganggap Jacob adalah kakak iparnya, jadi dia merasa nyaman saja tidak terganggu dengan keadaannya.
Jacob mengedipkan matanya, dia tersadar begitu mendengar suara Naomi.
"Maaf, aku tidak mengetuk pintu, turunlah kalau sudah selesai berpakaian, ku tunggu diruang makan!" kata Jacob.
"Iya kak!" jawab Naomi.
Jacob menutup pintu kamar Naomi pelan, dia merasa dadanya seperti berpacu dengan cepat.
Ada apa denganku? pikir Jacob merasa heran dengan dirinya.
Sudah tiga tahun dia menduda, dan dia tidak pernah lagi tertarik dengan wanita manapun.
Dia sudah sering melihat tubuh wanita setengah polos, tapi dia tidak ada perasaan seperti ini.
__ADS_1
Dia biasa bergabung dengan teman-temannya ke bar, melihat wanita setengah polos menari menghibur para pelanggan pria.
Wanita-wanita itu menari dengan gerakan sensual yang membuat hasrat lelaki melambung ingin menjamah tubuh mereka, bahkan ada yang tidak memakai sehelai benang pun.
Sedikitpun dia tidak ada rasa tertarik untuk menyentuh para wanita tersebut.
Perasaannya dingin dan datar.
Tapi barusan melihat tubuh setengah polos Naomi, tubuhnya bereaksi.
Jacob cepat-cepat turun, dia harus jaga jarak dengan Naomi.
Sepuluh menit Jacob menunggu Naomi, dan akhirnya Naomi datang memasuki ruang makan.
Naomi tampak memakai pakaian santai, baju lengan pendek dan celana jeans dibawah lutut.
Dia terlihat segar dengan rambutnya yang panjang diikat satu, tinggi diatas kepalanya.
Wajahnya yang polos tanpa bedak terlihat sangat imut, dan terasa enak dipandang mata.
Lagi-lagi Jacob mengedipkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia perhatikan.
Penampilan Naomi.
Jacob menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran yang tidak beres didalam kepalanya.
Bersambung.....
__ADS_1