
Naomi melihat seorang wanita yang sudah berusia kira-kira hampir memasuki usia tujuh puluh tahun, dengan di bantu seorang Asisten wanita nya memasuki ruang tamu Mansion Jacob.
Wanita itu masih terlihat segar, dan sisa-sisa kecantikannya di masa muda masih terlihat walau usianya sudah tua.
Sedari tadi Jacob memegang tangan Naomi yang bertengger di atas paha pria itu.
Naomi tetap duduk manis di samping Jacob, sebab suaminya itu dari tadi merasa tidak nyaman, karena wanita itu akan datang ingin mengenal Naomi.
Mereka duduk merapat di sebuah sofa menunggu tamu mereka tersebut, Ibu angkat Nora.
Kepala Pelayan Jacob mempersilahkan wanita itu untuk duduk di sofa, berhadapan dengan Jacob dan Naomi.
Lalu seorang Pelayan wanita menuangkan teh ke dalam tiga cangkir, di hadapan tiga orang yang sedang duduk di sofa tersebut.
Pelayan dan Asisten wanita itu kemudian undur diri meninggalkan ruang tamu itu, dan tinggallah tiga orang yang saling memandang satu sama lain.
"Ini Naomi istriku, Nyonya Camelia!" sahut Jacob memecah keheningan di antara mereka.
Wanita tua yang bernama Camelia itu memandang Naomi dengan lekat, bibirnya perlahan menyunggingkan senyuman.
"Dia masih sangat muda Jacob, dan ternyata begitu cantik, dia mengingatkan ku pada seseorang!" sahut Ibu angkat Nora tersebut.
Kening Jacob berkerut mendengar apa yang dikatakan Ibu angkat Nora itu, ada rasa tidak senang mendengar perkataan wanita tua itu.
"Apa maksud anda Nyonya?" tanya Jacob punya firasat yang tidak nyaman.
Jacob merasa mantan Mertuanya itu, ingin mengarang cerita agar dapat mengambil Naomi sebagai pengganti Nora menjadi putri angkatnya.
"Dia seperti mirip dengan seseorang yang sudah lama pergi meninggalkan keluarga kami!" jawab Camelia.
"Naomi adik angkat almarhum Nora, dia sama-sama dibesarkan di panti asuhan, bagaimana bisa anda bisa mengatakan dia mirip dengan seseorang dari keluarga anda?" sahut Jacob datar.
Wanita itu mengamati Naomi dengan seksama, matanya terlihat ada rasa yang akrab menatap Naomi.
__ADS_1
Jacob merasa semakin tidak nyaman dengan tatapan wanita tua itu pada Naomi.
"Ehem!" Jacob berdehem untuk menyadarkan wanita itu agar jangan terlalu lekat menatap Naomi.
Wanita itu mengedipkan matanya untuk membuyarkan lamunannya.
"Nak, aku baru mendapat kabar dari seseorang dua hari lalu, kalau Jacob menikah lagi dengan seorang gadis, dan ternyata kau adik angkat Nora, aku jadi begitu bersemangat ingin melihat wanita yang telah mengubah seorang Jacob yang dingin setelah kematian Nora, aku merasa senang akhirnya bisa bertemu denganmu!" sahut Camelia.
"Terimakasih Nyonya, saya merasa terhormat kalau anda begitu bersemangat ingin bertemu dengan saya!" ucap Naomi dengan sopan.
"Suaramu...mengingatkan aku pada seseorang, sangat familiar sekali!" sahut wanita itu dengan nada terharu, dia terlihat begitu terpana memandang Naomi.
Wanita itu terlihat jadi tidak tenang, perlahan dia memutar kepalanya untuk melihat Asisten nya.
"Eva!" panggilnya.
Asistennya tampak datang buru-buru memasuki ruang tamu.
"Iya Nyonya!" jawabnya.
"Ini Nyonya!" Asistennya yang bernama Eva itu, memberikan sebuah ponsel kepada Camelia.
Wanita tua itu membuka ponselnya, lalu mengkotak-katik sebentar ponselnya tersebut.
Lalu meletakkan ponsel itu ke atas meja, lalu mendorongnya ke hadapan Jacob dan Naomi.
Jacob perlahan memajukan tubuhnya, melihat apa yang diperlihatkan wanita itu pada mereka berdua.
Jacob melihat foto seorang wanita muda yang usianya terlihat lebih dewasa dari Naomi, dan wajah wanita muda itu terlihat mirip dengan Naomi.
Sesaat Jacob membeku ditempat duduknya, dengan cepat tangannya meraih ponsel mantan Mertuanya itu.
Lalu menatap seorang wanita muda yang terlihat mirip dengan Naomi dalam ponsel tersebut.
__ADS_1
"Kenapa kak?" tanya Naomi heran melihat perubahan wajah Jacob yang terkejut.
"Siapa dia?" tanya Jacob memandang mantan Mertuanya, tanpa memperdulikan pertanyaan Naomi.
"Adik bungsuku, menghilang tiga puluh lima tahun yang lalu, saat dia menghilang, umurnya dua puluh lima tahun!" sahut Camelia dengan nada lirih, matanya masih memandang Naomi dengan tatapan yang sulit diartikan.
Tangan Jacob gemetar memegang ponsel mantan Mertuanya itu, kenapa bisa kebetulan seperti ini? pikir Jacob tidak percaya.
Wanita dalam ponsel itu memang terlihat mirip dengan Naomi, dan matanya juga terlihat mirip.
Jacob kembali meletakkan ponsel tersebut ke atas meja.
Naomi memandang ponsel tersebut, ingin rasanya dia meraih ponsel itu, dan melihat apa yang membuat Jacob terlihat panik.
Tapi dia merasa tidak sopan memegang ponsel mantan Mertua suaminya itu, dan itu adalah tindakan yang lancang.
"Kenapa kak?" tanya Naomi meraih tangan Jacob yang gemetar, dan memasukkan jemarinya ke dalam telapak tangan Jacob.
Jacob meremas tangan Naomi, lalu menatap wajah istrinya itu, ya! terlihat mirip dengan foto wanita yang ada dalam ponsel mantan Mertuanya.
"Kau boleh melihatnya, kalau penasaran apa yang membuat Jacob terlihat tidak tenang!" sahut Camelia tersenyum.
Naomi menatap wanita tua itu sebentar, kemudian tangannya perlahan mengambil ponsel wanita itu.
Naomi melihat foto seorang wanita cantik, yang terlihat mirip dengan dirinya.
Naomi tidak berkedip melihat wajah wanita itu, pantas saja Jacob terlihat kaget tadi saat melihat ponsel mantan Mertuanya itu.
Dan, dia juga kaget melihat wajah yang mirip dengan dirinya itu.
"Siapa ini? kenapa foto saya ada diponsel anda Nyonya?" tanya Naomi dengan polosnya.
"Itu adik bungsuku!" jawab Camelia.
__ADS_1
Naomi merasa tidak percaya kalau adik mantan Mertua Jacob sangat mirip dengannya.
Bersambung......