
Hari-hari berlalu, kehidupan rumah tangga Naomi dengan Jacob terlihat semakin romantis.
Jacob yang protektif selalu memantau kesehatan istrinya yang sudah tidak mengalami mual-mual lagi.
Perut Naomi sudah terlihat mulai membesar memasuki usia hamil ke empat bulan, dan penampilan Naomi terlihat semakin berisi.
"Kau semakin cantik saja sayang" bisik Jacob di telinga Naomi.
Pagi ini Jacob malas untuk pergi ke kantor, dia memerintahkan Don untuk mengurus urusan di kantor.
Jacob ingin bersama istrinya seharian ini bersantai, dan membawa istrinya jalan-jalan ke luar Mansion.
Sudah lama mereka tidak cuci mata dan berbelanja. Kebetulan kebutuhan bayi mereka belum di beli, sudah waktunya mereka untuk membeli keperluan bayi mereka.
"Mana ada perempuan dengan perut membesar terlihat cantik kak!" ujar Naomi sambil tersenyum lucu.
"Tentu saja ada sayang, istriku perempuan itu yang terlihat cantik saat perutnya membesar" kata Jacob tersenyum sembari menyentuh ujung hidung Naomi, lalu mencubitnya dengan lembut.
"Ha..ha..haa!" Naomi tertawa lepas mendengar siapa wanita yang dimaksud Jacob.
Jacob juga ikut tertawa begitu melihat istrinya itu tertawa lucu mendengar perkataannya, yang menurutnya tidak lucu.
Tapi begitu Naomi tertawa, Jacob jadi merasa lucu juga dengan apa yang dikatakannya tadi.
"Ayo kita berbelanja, membeli keperluan bayi kita!" sahut Jacob setelah tawa mereka reda.
"Oh, iya kita belum mempersiapkan apa pun!" Naomi tersadar dengan ajakan suaminya itu, mereka belum membeli keperluan bayi.
"Iya sayang, sebelumnya kita pergi ke dokter kandungan dulu!" ujar Jacob mengingatkan Naomi untuk cek rutin kehamilannya.
"Iya kak!" jawab Naomi mengangguk.
Kedua suami istri beda usia yang cukup jauh itu pun bersiap-siap untuk pergi cek-up dan shoping.
Jacob membantu Naomi untuk naik ke mobil, sebagai suami yang baru saja akan mendapatkan seorang bayi, Jacob begitu sangat memanjakan istrinya itu.
Menjaga kehamilan Naomi dengan begitu ketat.
Bodyguard Jacob yang menggantikan Don membawa Jacob, perlahan membawa mobil anti peluru Mercedes-Maybach Pullman Guard tersebut keluar dari halaman Mansion Jacob.
Pertama yang di lakukan Jacob membawa Naomi cek-up ke Dokter kandungan.
Jacob memperhatikan layar USG tanpa berkedip, saat Dokter memeriksa jenis kelamin bayi mereka.
__ADS_1
"Bayi anda berjenis kelamin lelaki!" sahut Dokter tersebut memperlihatkan bayi yang bergerak-bergerak di layar monitor USG.
Jacob dengan erat menggenggam tangan Naomi, perasaannya begitu bahagia.
Akhirnya dia memiliki keturunan, seorang bayi lelaki, ini luar biasa.
Jacob mengecup tangan Naomi berkali-kali meluapkan rasa senangnya.
"Terimakasih sayang" ucap Jacob begitu terharu.
Naomi membalas remasan tangan Jacob pada tangannya, dan memperlihatkan senyuman manisnya, ikut bahagia juga.
Setelah Naomi selesai cek-up kandungan, Jacob membawa istrinya itu pergi berbelanja keperluan bayi.
Jacob membawa Naomi ke salah satu butik terbaik di kota mereka, khusus untuk keperluan bayi, terlengkap dan termahal.
Biasanya butik itu hanya khusus untuk pelanggan VIP saja.
"Mari kita lihat ke bagian tempat keperluan khusus bayi lelaki, warna apa yang kau sukai!" ujar Jacob menggenggam tangan Naomi masuk ke dalam butik.
Mereka di sambut dengan ramah oleh Manager butik tersebut.
"Silahkan Tuan dan Nyonya!" sambut Manager di pintu masuk lobby butik.
Naomi suka desain tempat tidur bayi tersebut, dan juga warnanya.
"Jacob...sedang apa di sini?" tiba-tiba suara seorang wanita terdengar memanggil nama Jacob.
Jacob dan Naomi yang sedang melihat dan memilih kereta dorong bayi, menoleh melihat pada seorang wanita cantik yang datang menghampiri mereka.
Wanita itu tersenyum manis, bahkan terlihat sangat manis sekali di perlihatkan wanita itu.
Kalau Naomi lihat, senyuman itu bukannya senyuman manis, tetapi senyuman terpesona melihat Jacob.
Jacob memandang wanita itu dengan tatapan datar, dia merasa tidak mengenal wanita itu.
"Hei! kok bengong begitu sih!" ujar wanita itu setelah mendekat pada Jacob.
Tangannya dengan begitu santainya menepuk pelan lengan Jacob, sembari terus memperlihatkan senyuman manisnya.
Naomi yang berdiri di samping Jacob tidak di liriknya sedikitpun, mata wanita itu hanya fokus menatap wajah tampan Jacob.
"Siapa?" tanya Jacob bingung, dia merasa risih dengan sikap genit wanita itu.
__ADS_1
"Astaga Jacob! masak kau lupa padaku, aku teman Nora!" ujar wanita itu sembari semakin melebarkan senyumannya.
Cara bicaranya pada Jacob seakan mereka sudah lama saling kenal.
Kening Jacob berkerut memandang wanita itu dengan tatapan heran, sedikitpun dia merasa tidak mengenal wanita itu.
Jacob selama ini di kenal dengan pria dingin, yang tidak terlalu suka memperhatikan seorang wanita yang mencoba menarik perhatiannya.
Banyak wanita yang mengaku sudah mengenal Jacob, padahal Jacob sendiri belum pernah sekalipun berbicara atau berkenalan dengan mereka.
Mungkin bertemu di situasi tertentu dengan beberapa orang, jadi si wanita merasa sudah mengenal Jacob.
Karisma Jacob membuat setiap wanita ingin di sentuh oleh Jacob, dan statusnya sebagai seorang Miliarder, membuat wanita-wanita itu ingin di perhatikan Jacob.
Jacob mengabaikan wanita itu, lalu menggenggam tangan Naomi untuk pergi dari sana.
"Tunggu! Jacob! kenapa sih susah sekali menyenangkan mu, dari semenjak Nora masih hidup, kau sangat sulit sekali di ajak bicara!" wanita itu mengejar Jacob, dan berusaha meraih lengan Jacob.
"Nona, anda sungguh tidak sopan, saya tidak kenal dengan anda!" Jacob menghentikan langkahnya, lalu memandang dengan tajam wanita itu tidak senang.
Jacob kemudian merangkul bahu Naomi.
"Saya sudah berkeluarga, dan saya sangat mencintai istri saya, jadi jangan merasa sok akrab dengan saya, siapa anda, saya tidak kenal!" kata Jacob lagi.
"Aku teman Nora, waktu itu Nora pertama sekali pergi kencan denganmu!" sahut wanita itu mengingatkan Jacob, dan sedikitpun tidak tertarik untuk menoleh memandang ke arah Naomi.
Mata Jacob terlihat tajam menatap wanita itu tidak senang, dia merasa terganggu dengan sikap sok ramah dan akrab wanita itu.
Terlalu banyak wanita yang penuh drama mencari perhatiannya.
Jacob bukan tipe pria yang bisa diajak bicara di tengah jalan, dan bahkan mencoba menyentuhnya.
Dia seorang Ceo yang memiliki aturan kalau ingin berbicara dengannya, seorang Ceo yang menghasilkan keuntungan miliaran dalam satu hari.
Di cegat seorang wanita tidak di kenal saat bersama istrinya, seolah-olah dia seorang pria yang suka bermain perempuan karena memiliki kekuasaan dan kekayaan yang berlimpah.
Jacob mengangkat tangannya memberi kode.
Dan, tidak tahu dari mana datangnya, seorang Bodyguard datang menghalau wanita itu dari hadapan Jacob.
"Silahkan pergi Nona kalau anda tidak ingin mempermalukan diri anda!" sahut Bodyguard itu datar dan dingin.
Punggung wanita itu terasa dingin, dan tubuhnya tiba-tiba gemetar takut, melihat seorang pria tidak tahu datangnya dari mana, tanpa ada suara sudah berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Bersambung.....