Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
7. Melina si penggoda.


__ADS_3

Melina sudah dua tahun bekerja sebagai sekretaris Jacob, dan selama dua tahun ini dia terus berupaya untuk mendapatkan hati Jacob.


Segala upaya dia lakukan untuk meluluhkan hati dingin Jacob, tapi sampai sekarang belum juga dapat dia raih.


Jacob selalu saja dingin pada semua wanita.


Melina bahkan pernah sengaja menarik roknya keatas untuk membenarkan stokingnya, dan mempertunjukkan pahanya yang putih mulus.


Dia mencoba mengasih kode pada Jacob untuk menggodanya, tapi tetap saja pria bertubuh kekar itu tidak ada respon sama sekali.


Kadang Melina merasa kalau Jacob gay, tapi dari rumor yang dia dengar, Jacob sudah pernah menikah.


Tapi, kenpa dia tidak pernah dekat dengan wanita mana pun.


Dan bahkan Melina pernah melihat sendiri bagaimana cueknya Jacob pada wanita penghibur yang diberikan klien mereka untuk menyenangkan hati Jacob.


Para wanita tersebut mencoba menempel pada Jacob, tapi Jacob langsung menyuruh mereka segera menjauh darinya.


Melina melirik Jacob yang masih sibuk memeriksa berkas-berkas yang ada diatas mejanya, tidak ada sedikitpun mencoba untuk melihat kearahnya.


Melina mendorong sedikit cangkir kopi lebih kedepan Jacob, agar Jacob melihat kearahnya.


Jacob menghentikan gerakannya memeriksa berkas-berkas yang dia pegang.


Kepalanya menoleh melihat kearah gelas yang disodorkan Melina tersebut.


Wajah datarnya terlihat tenang dan tanpa ekpresi sama sekali.


" Bawa kembali kopinya!" kata Jacob datar, lalu kembali melanjutkan memeriksa berkas-berkas yang dipegangnya.


" Bukankah biasanya anda minum kopi Tuan?" sahut Melina sembari tersenyum manis.


" Bawa kembali!" ujar Jacob masih dengan nada datar.

__ADS_1


Wajahnya tetap menghadap berkas yang ada didepannya.


" Baik Tuan!" sahut Melina dengan sedikit kecewa, dia sudah berupaya ingin menarik perhatian Jacob.


Tapi, tetap Jacob bersikap dingin.


Melina kembali membawa kopi yang dia buat ke pantry.


Menutup pintu ruang kantor Jacob dengan pelan.


Jacob mengambil ponselnya setelah pintu ruang kantornya ditutup Melina.


Jacob menekan satu nama dilayar ponselnya.


" Datang keruangan ku!" kata Jacob setelah ponselnya terhubung dengan orang diseberang sana.


Jacob menyusun berkas-berkas yang telah selesai diperiksa nya.


Lalu menekan interkom.


" Baik Tuan!"


Tidak sampai tiga detik, pintu ruang kantor Jacob terbuka.


Melina melangkah masuk kedalam ruang kantor Jacob.


Jacob mendorong semua berkas yang baru diperiksa nya kedepan.


Melina dengan langkah yang gemulai melangkah mendekati meja Jacob.


Dengan gerakan yang gemulai mengambil tumpukan berkas tersebut.


Jacob berdiri dan berjalan menuju tembok kaca ruang kantor yang memperlihatkan pemandangan kota mereka.

__ADS_1


Berdiri disana untuk membiarkan Melina menyelesaikan mengambil semua berkas dan keluar dari ruangan Jacob.


Jacob tidak begitu suka melihat gelagat Melina yang setiap hari berupaya untuk menggodanya.


Dia tidak tahu apa yang terjadi dengannya, dia merasa tidak nyaman dengan tingkah para wanita yang berupa mendekatinya tersebut.


Setelah Melina keluar membawa berkas-berkas tersebut, Jacob membalikkan badannya kembali menuju mejanya.


Menghenyakkan bokongnya kembali ke kursinya.


Tidak lama kemudian pintu ruang kantornya ada yang mengetuk.


" Masuk!" sahut Jacob datar.


Pintu ruang kantornya terbuka, asisten sekaligus sopit Jacob melangkah masuk kedalam ruang kantor Jacob.


Jacob reflek bangkit dari kursinya, lalu berjalan menuju sofa.


Edward melangkah juga menuju sofa.


" Bagaimana?" tanya Jacob setelah duduk disofa, dia mengangkat satu kakinya untuk ditopangkan pada kaki satu lagi.


" Semuanya telah saya periksa dan selidiki, tanah itu memang tidak ada terikat sengketa dengan Group Lingga!" kata Edward.


Lalu menyerahkan berkas-berkas terkait hal tanah kepemilikan.


" Bagaimana dengan Naomi?" tanya Jacob sembari melihat berkas yang diberikan Edward tersebut.


" Aku sudah memantaunya dengan bantuan Felix, dia mengatakan Nona Naomi baik-baik saja...tidak ada yang mengganggu hari ini!"


" Bagus, pantau terus...jangan lalai!"


" Baik Tuan!" angguk Edward patuh.

__ADS_1


Jacob kembali memeriksa berkas yang dia pegang.


Bersambung.....


__ADS_2