
Jacob merasa lega, ternyata mereka salah paham satu sama lain, tidak jujur pada perasaan masing-masing.
Akhirnya mereka mengetahui isi hati masing-masing, mereka sama-sama saling jatuh cinta.
"Apakah kau pernah mencintai seorang pria?" tanya Jacob, dia merasa penasaran dengan kehidupan Naomi sebelumnya.
"Belum pernah, ini pertama kalinya!" jawab Naomi jujur.
"Benarkah?" tanya Jacob tidak percaya, ada rasa yang tidak bisa diungkapkan Jacob untuk memuaskan perasaannya mengetahui kalau Naomi ternyata belum pernah jatuh cinta.
Berarti ciuman pertama Naomi, dia yang telah mengambilnya, pantas saja rasanya sangat lembut dan terasa sangat manis.
"Iya kak..aku tidak pernah kepikiran untuk berpacaran!"
"Dan, ternyata cinta pertamamu seorang pria dewasa yang sudah menduda!" gumam Jacob.
"Ya, tapi aku tidak perduli, yang penting dia bisa menjaga dan mencintaiku..dan aku juga mencintainya!" kata Naomi mengeratkan rangkulan tangannya di leher Jacob.
"Terimakasih sayang" ucap Jacob, lalu memeluk tubuh Naomi dengan erat.
Naomi membalas pelukan Jacob dengan erat juga, mereka sama-sama tersenyum bahagia.
"Kak..bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Naomi mengingatkan Jacob dengan pekerjaannya.
"Istirahatlah disini, jangan keluar..setelah selesai meeting aku akan membawamu untuk melihat gaun pengantin untuk mu!" kata Jacob melepaskan pelukannya.
"Iya, baik kak!"
__ADS_1
"Dikulkas ada makanan ringan, aku tidak akan lama meeting..istirahatlah!"
"Iya kak" jawab Naomi mengangguk.
Jacob mencium bibir Naomi, dan mengulumnya sebentar, setelah itu membawa Naomi ketempat tidur.
Dengan pelan tubuh Naomi diletakkan Jacob keatas tempat tidur.
"Istirahatlah sayang...aku pergi dulu ya!"
"Iya kak!"
Dengan pelan Jacob menutup pintu kamar.
Sekarang tinggallah Naomi sendirian dikamar, kemudian dia membaringkan tubuhnya keatas tempat tidur.
Naomi menatap langit-langit kamar, merasa tidak percaya kalau dirinya tidak lama lagi, akan menggantikan kakak angkatnya yang sudah meninggal menjadi istri kakak iparnya.
Tapi Naomi merasa bahagia, figur seorang Ayah ada pada Jacob, dia bisa merasakan kasih sayang yang diberikan Jacob seperti seorang Ayah pada putrinya.
Seumur hidupnya belum pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah, jadi dia akan merasakannya melalui Jacob.
Tidak terasa mata Naomi terasa begitu berat, dan perlahan matanya tertutup, dan diapun tertidur.
Dengkuran lembut terdengar keluar dari kerongkongannya, dia tertidur dengan lelap.
Naomi tidak tahu sudah berapa lama dia tertidur, dia merasakan di lehernya ada sesuatu yang menjalar dan basah.
__ADS_1
"Emmm...!" desahnya merasakan suatu sensasi itu, lalu benda itu semakin turun kebawah menuju dadanya.
Perlahan mata Naomi terbuka.
"Kak!" gumamnya serak melihat Jacob mencium dadanya.
Jacob mengangkat wajahnya.
"Sudah bangun?" tanya Jacob tersenyum melihat wajah bangun tidur Naomi.
"Iya..sudah jam berapa ini?" tanya Naomi perlahan bangkit dari berbaringnya.
"Sudah jam dua belas siang!" jawab Jacob.
"Hah?!" Naomi tidak menyangka dia menjadi suka tidur setelah tinggal dirumah Jacob.
"Tidak apa-apa sayang...kau perlu banyak istirahat, mulai sekarang kau harus sering memanjakan dirimu" kata Jacob mengelus kepala Naomi.
"Aku malu terlalu banyak bersantai" kata Naomi.
"Tidak masalah, kau calon Ibu dari anak ku..aku tidak ingin kau terlalu capek, istriku adalah seorang Nyonya Jacob...tidak perlu melakukan apapun, tugasnya hanya menghabiskan uangku saja, berbelanja dan mempercantik diri..aku akan mencari uang sebanyak-banyaknya untukmu sayang!" kata Jacob, lalu meraih Naomi dan membawanya ke pangkuannya.
Jacob suka sekali mendekap Naomi dalam pangkuannya, tubuh mungil Naomi sangat nyaman dipeluk.
"Kita sebentar lagi akan pergi makan siang, bersihkan dirimu dikamar mandi sayang..sebentar lagi akan ada beberapa orang yang akan membantumu berdandan dan berpakaian, aku akan menunggumu diruang kantorku!" Jacob mengendus aroma tubuh Naomi, lalu mengecup bibir Naomi.
Naomi menuruti apa yang dikatakan Jacob, masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Dan, Jacob keluar dari kamar, menunggu Naomi selesai mandi dan berdandan.
Bersambung....