
Jacob sudah mempersiapkan untuk bulan madunya bersama Naomi selama beberapa hari.
Ada beberapa tempat yang akan dikunjunginya untuk membawa istrinya berbulan madu.
Jacob sudah memerintahkan pada Asisten pribadinya untuk mengurus cuti kuliah Naomi untuk sementara.
Mungkin bulan depan Naomi baru akan kembali untuk kuliah.
Sudah lama dia perlu bersantai dan berlibur, dengan berbulan madu dia akan memanfaatkan waktu bersantai dengan istrinya.
Satu koper besar masuk kedalam bagasi mobil anti peluru Mercedes -Maybach Pullman Guard, mobil yang digunakan Jacob menjadi mobil pengantin mereka.
Don masih setia menjadi pengawal menemani Bosnya pergi berbulan madu, tugasnya yang selalu harus di jalankannya.
Mobil perlahan berangkat menuju bandara pribadi di luar kota.
Sebuah pesawat pribadi menanti mereka untuk pergi menuju tempat bulan madu yang sudah di pesan Jacob.
Dan, ada sekelompok pria berbadan kekar berpakaian formal berdiri tidak jauh dari pesawat tersebut.
Tampaknya mereka dari tadi sudah menunggu Jacob, terlihat berdiri berbaris dengan rapi menyambut mobil yang di bawa Don.
Naomi tidak menyangka ternyata Jacob memiliki pesawat pribadi di luar kota, dan kelihatannya pesawat pribadi yang cukup mewah.
Saat mobil perlahan mendekati pesawat, Naomi melihat pintu pesawat dibagian bawah perut pesawat, perlahan terbuka dengan lebar.
Itu seperti bagasi untuk menyimpan mobil, dan benar saja mobil perlahan mendekati pintu yang terbuka tersebut untuk naik ke dalam pesawat.
Tiba-tiba beberapa mobil datang meluncur dengan cepat, dan mengerem mendadak tidak jauh dari pesawat.
__ADS_1
Naomi melihat raut wajah Jacob begitu dingin melihat beberapa mobil yang datang, sepertinya ingin menghalangi keberangkatan mereka.
"Sialan! mereka mau mengacaukan hari bahagiaku!" sahut Jacob dengan kesal.
"Sepertinya mereka ingin mengambil kembali adiknya!" ujar Don, menghentikan mobil yang akan masuk kedalam pesawat.
Tampak beberapa lelaki keluar dari dalam mobil tersebut, dan dengan cepat berjalan menuju mobil Jacob yang tidak jadi untuk naik ke dalam pesawat pribadi Jacob.
"Tunggu didalam mobil sayang, aku akan mengurus mereka dulu..selalu saja dia mencari masalah dengan ku!" kata Jacob, lalu mengecup puncak kepala Naomi.
"Hati-hati kak!" ucap Naomi khawatir.
"Iya sayang!" jawab Jacob.
Jacob membuka pintu mobil, dan berjalan dengan cepat menyambut lelaki yang tampak berjalan dengan langkah cepat juga menuju Jacob.
Tetapi dengan cepat Jacob melayang kan tinjunya kewajah pria itu, dia sangat kesal karena selalu saja diganggu oleh pria itu.
"Jacob! kembalikan adikku..kau sekap dimana adikku!" teriak lelaki itu memegang wajahnya yang baru ditinju Jacob.
Jacob tidak menjawab apa yang dikatakan lelaki itu, sekali lagi Jacob melayangkan tinjunya.
Bukk!
Lelaki itu terhuyung kebelakang, dan beberapa anak buahnya dengan cepat menangkap tubuh lelaki itu.
"Brengsek! sudah kukatakan jangan ganggu hidupku, aku tidak ada hubungan apa pun dengan adikmu yang gila itu, mengacaukan hari pernikahan ku..kalian Group Marco selalu cari masalah denganku, aku sudah cukup sabar membiarkan kalian memprovokasi ku selama ini, sialan!"
Bukk!
__ADS_1
Jacob melayangkan tendangannya kerusuk lelaki itu, membuat lelaki itu kembali terhuyung dan jatuh ke aspal bandara bersama anak buahnya yang menahan tubuh lelaki itu.
"Cari adikmu ke rumah sakit jiwa, kalau kalian coba mengganggu kehidupanku dan istriku, jangan salahkan aku tidak akan sungkan untuk menutup Group Marco selama-lamanya, aku akan melakukan apa yang telah kukatakan..ingat itu, brengsek! merusak suasana hari bahagiaku saja!" sahut Jacob dengan wajah menggelap.
Lelaki itu tampak tidak bisa berkata lagi, tapi begitu Jacob berbalik dan menuju mobil yang masih menunggunya untuk naik ke dalam pesawat.
Lelaki itu berteriak dengan lantang.
"Adikku tulus mencintaimu, sebelum kau mengenal Nora, adikku sudah menyukaimu, apakah salah kalau dia merasa tertekan karena cintanya tidak kau balas!"
"Dengan dia tidak memakai apa pun berdiri di depanku, aku tidak ada selera pada adikmu, apakah kau tahu rasanya tidak menyukai seorang wanita yang tidak kau sukai? aku tahu kau pasti pernah merasakannya..jadi kalau kau ingin Group Marco tidak terjadi masalah, jangan buat aku marah..aku tidak ada rasa sedikitpun pada adikmu!" sahut Jacob dengan lantang juga.
Kata-kata yang dia lontarkan begitu tegas dan tajam, dan lelaki itu pun terdiam dengan apa yang dikatakan Jacob.
Dia merenungkan apa yang dikatakan Jacob, ya! dia juga berpikir, adiknya terlalu terobsesi pada Jacob.
Sehingga membuat adiknya itu berfantasi memikirkan Jacob, memikirkan Jacob menjadi kekasihnya dan kemudian menikah dengannya.
"Jangan sia-sia kan waktumu yang tidak berguna itu untuk membujuk ku, rasa suka ku hanya bisa kurasakan dulu saat dengan almarhum istriku, dan cintaku hanya milik istriku yang sekarang, ingat itu!" sahut Jacob lagi dengan tajam dan lantang.
Jacob kemudian kembali berbalik, dan berjalan menuju mobil yang menunggunya untuk naik ke dalam pesawat.
Dengan gagah Jacob membuka pintu mobil, dia sudah mengurus pengganggu.
Kalau mereka mencoba menggangunya lagi, dia akan melakukan cara yang tidak ada rasa kasihan lagi.
Menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya, sikap kejamnya terpaksa akan dilakukannya, kalau mereka tidak juga mengerti dengan sikap tenangnya selama ini.
Bersambung.....
__ADS_1