
Naomi dibantu Lis dan Ines berendam didalam bathtub.
"Apakah anda ingin kami menggosok punggung dan tangan anda Nona?" tanya Lis pada Naomi.
"Tidak usah..aku bisa sendiri!" ujar Naomi.
Naomi merasa Jacob terlalu berlebihan memperhatikannya, dia seperti tidak bisa untuk mandi sendiri.
Dia merasa malu diperlakukan seperti seorang putri dari zaman kuno, mau mandi saja dilayani juga.
Lama-kelamaan dia jadi gadis pemalas kalau selalu dilayani.
"Kami akan membersihkan kamar anda dan menyediakan baju anda..berendamlah Nona, anda perlu merilekskan tubuh anda agar tidak tegang dan penat..kami keluar dulu!" kata Ines.
Mereka berdua kemudian keluar dari kamar mandi, meninggalkan Naomi yang berendam.
Naomi berpikir memang benar dia terlalu tegang dan merasa begitu ketakutan karena peristiwa tadi, sekumpulan lelaki yang berkelahi dan terkapar dengan luka di tubuh mereka.
Naomi memejamkan matanya.
Siapa sebenarnya kak Jacob? pikir Naomi, dia bisa berkelahi, sepertinya kak Jacob punya suatu rahasia, dan sudah dua kali mereka dicegat dijalan, bisik hatinya lagi.
Naomi teringat, kalau lelaki yang akan menangkapnya, sepertinya sudah tahu kalau Jacob memiliki seseorang yang spesial lagi.
Berarti mereka telah menyelidiki Jacob dan memata-matainya, karena itulah mereka bisa memastikan ada seseorang di dalam mobil.
Naomi membuka matanya, apakah mereka akan berniat akan mengusik kak Jacob lagi lain kali? pikir Naomi menatap tembok keramik kamar mandi.
Naomi menggelengkan kepalanya, membuang jauh-jauh pikirannya yang menganggu perasaannya yang khawatir.
Setelah merasa cukup berendam, Naomi bangkit dari bathtub.
Menarik handuk dari atas meja wastafel yang disediakan Lis, lalu mengelap tubuhnya yang basah.
__ADS_1
Lalu mengambil satu lagi untuk mengelap rambutnya yang basah.
"Apakah anda sudah selesai Nona?" Ines membuka pintu kamar mandi.
"Ya..sudah selesai!" jawab Naomi.
"Baju anda sudah diletakkan ditempat tidur, biarkan Lis membantu anda mengeringkan rambut anda Nona!" kata Ines masuk kedalam kamar mandi, dia akan membersihkan kamar mandi.
"Baiklah!" kata Naomi, lalu berjalan keluar dari dalam kamar mandi.
Di dalam kamar Naomi melihat baju tidurnya sudah ditaruh diatas tempat tidur.
Pintu walk in closet terbuka, Lis keluar dari dalam walk in closet.
"Anda sudah selesai Nona, mari kubantu mengeringkan rambut anda!" Lis mengambil hairdryer dari atas meja rias.
Dengan patuh Naomi duduk di kursi, membiarkan Lis mengeringkan rambutnya.
Dan, Lis juga selesai mengeringkan rambut Naomi yang basah.
"Silahkan berpakaian Nona...kami pergi dulu, selamat beristirahat!" kata Lis meletakkan kembali hairdryer ke tempatnya.
"Terimakasih," ucap Naomi.
Lis dan Ines kemudian keluar dari kamar Naomi, menutup pintu dengan pelan.
Naomi mengambil baju tidurnya, lalu memakainya.
Meletakkan handuk kedalam keranjang pakaian kotor dikamar mandi.
Naomi kemudian mematikan lampu kamar, lalu menghidupkan lampu tidur diatas nakas.
Perlahan Naomi naik keatas tempat tidur, lalu menarik selimut untuk menutup tubuhnya.
__ADS_1
Naomi kemudian memejamkan matanya, dan merilekskan pikirannya agar bisa tertidur.
Beberapa menit kemudian dia mulai terlelap, tapi terbangun lagi karena merasakan tempat tidurnya ada sedikit pergerakan.
Dan merasakan tubuhnya ditarik, dan masuk kedalam pelukan seseorang.
"Kak!" Naomi kaget, Jacob naik keatas tempat tidurnya.
"Ya sayang, kau sangat wangi!" Jacob mengendus tengkuk Naomi.
"Kenapa kakak naik ketempat tidurku?" tanya Naomi mendongakkan wajahnya menatap Jacob.
"Aku mau tidur malam ini di kamarmu..aku tidak bisa tenang memikirkanmu karena shock melihat kejadian tadi, aku akan membuatmu tenang dan tidak memikirkan apa yang terjadi tadi!" kata Jacob mengecup ujung hidung Naomi.
Tangannya mengelus punggung Naomi dengan perlahan.
"Aku tidak apa-apa kak..aku bisa tidur sendiri!"
"Sstttt..jangan bicara lagi, ayo tidur!" kata Jacob menarik tubuh Naomi merapat kedalam dekapannya.
Naomi menuruti apa yang dikatakan Jacob, diapun mulai memejamkan kembali matanya.
Mereka pun memejamkan mata.
Jacob merasa tidak tenang memikirkan Naomi, mengingat tadi wajah itu begitu ketakutan dan sangat pucat.
Dia akan tidur menemaninya malam ini, agar hatinya bisa tenang, dan dia juga bisa tidur dengan nyaman melihat Naomi tidur dengan nyenyak.
Dan memang benar, ini terasa nyaman bisa memastikan Naomi tidur dengan aman, dan Jacob pun bisa tidur dengan nyenyak.
Mereka pun tidur dengan nyenyak sambil berpelukan dengan nyaman didalam selimut.
Bersambung.....
__ADS_1