
Mobil Jacob berhenti di sebuah butik gaun pengantin, dan mereka pun memasuki butik tersebut.
Jacob sebelumnya sudah membuat janji sebelumnya untuk dilayani khusus oleh pemilik butik.
Tampak pemilik butik dengan senyuman yang mengembang menyambut mereka masuk kedalam butik, dan mengantarkan kesebuah ruang khusus gaun pengantin pelanggan VIP.
Naomi sangat takjub melihat gaun pengantin yang dipajang, semuanya terlihat begitu indah.
Pemilik butik menunjukkan sebuah gaun yang terlihat begitu mewah pada Jacob, dan begitu Jacob melihat gaun itu langsung menyukainya.
"Cobalah sayang!" kata Jacob pada Naomi untuk mencoba gaun yang ditunjukkan Pemilik butik.
Naomi menurut saja, dan kemudian masuk kedalam ruang ganti, dan mencoba gaun pengantin tersebut.
Mata Jacob tidak percaya begitu tirai ruang ganti dibuka, tampaklah Naomi terlihat begitu cantik memakai gaun pengantin tersebut.
"Ya, ini saja, aku suka!" sahut Jacob.
Setelah mereka memilih pakaian pengantin, Jacob membawa Naomi untuk mengurus surat pernikahan mereka.
Naomi seperti bermimpi setelah selesai menandatangani surat nikah mereka, dia merasa tidak percaya kalau dirinya sudah menjadi seorang istri dari Jacob.
Yang dulunya adalah kakak iparnya, sekarang menjadi suaminya.
Umur yang tergolong masih muda dua puluh tahun, tapi dia merasa dirinya sudah siap menjadi seorang istri dan Ibu dari anak-anak Jacob kelak.
__ADS_1
Sekarang Jacob membawa Naomi untuk menemui seorang klien ke sebuah hotel terkenal di kota mereka, masuk ke dalam sebuah ruangan yang luas dilengkapi dengan bar disudut ruangan.
Di tengah ruangan ada sofa mewah, dan disana telah menunggu dua lelaki dan seorang wanita cantik.
"Halo Jacob, akhirnya aku bisa bertemu denganmu!" salah satu dari pria itu berdiri menyambut Jacob.
"Duduklah di bar, pesanlah kopi untukmu..aku akan berbicara sebentar dengan mereka!" kata Jacob menyarankan Naomi untuk duduk di bar, dan memesan kopi untuk dirinya sendiri.
Jacob mengantarkan Naomi untuk duduk di bar, setelah itu dia menuju sofa menemui kliennya.
"Mau minum apa Nona?" tanya Bartender kepada Naomi.
"Jus saja, dan camilan!" jawab Naomi menyebutkan pesanannya.
Bartender membuat pesanan Naomi.
"Aku cocktail!" sahut seseorang yang tiba-tiba duduk disamping Naomi.
Naomi menoleh melihat wanita tersebut, dia wanita cantik yang tadi duduk disofa.
"Kau siapanya Jacob?" tanya Wanita itu memposisikan tubuhnya miring menghadap ke arah Naomi.
Naomi diam memandang wanita itu, dia merasa tidak mengenal wanita itu, jadi dia merasa pertanyaan itu tidak perlu di jawab Naomi.
Bartender memberikan Naomi jus, dan camilan dessert yang diinginkan Naomi.
__ADS_1
Naomi mendengar wanita itu tertawa kecil karena Naomi tidak menjawab pertanyaannya, dia terlihat tidak tersinggung dengan sikap Naomi.
"Apa kau tahu, aku pernah jalan dengan Jacob..aku dan dia pernah berlibur keluar negeri, hubungan kami sangat romantis..aku heran dia mau jalan dengan anak kecil sepertimu, apakah kau keponakannya?" tanya wanita itu tersenyum mencoba ramah pada Naomi.
Naomi tidak menanggapi apa yang dikatakan wanita itu, Naomi menikmati camilannya.
"Jacob adalah seorang duda yang sangat kaya, wajar siapapun mencoba untuk mengejarnya..kekayaannya sangat berlimpah, Pengusaha Apartemen, Hotel dan Gedung pencakar langit..pria dewasa yang menggairahkan, dia sangat pandai bermain diatas ranjang, aku sudah merasakannya!" kata wanita itu masih terus memasang wajah tersenyumnya.
Naomi ingin muntah rasanya mendengar apa yang dikatakan wanita cantik itu, ada rasa panas dihatinya mendengar penjelasan wanita itu.
Apakah Jacob orang yang seperti dikatakan wanita ini? pikir Naomi.
Naomi mencoba bersikap biasa saja, tidak terpengaruh dengan perkataan wanita itu, dengan santai dia meminum jus nya.
"Apakah kau sudah pernah disentuhnya, aku rasa tidak mungkin, dia masih mencintai wanita yang pernah menghianatinya setelah istrinya meninggal..wanita itu sepertinya hari ini baru kembali dari luar negeri!" kata wanita itu sembari masih terus tersenyum.
Naomi merasa wanita yang duduk disampingnya menyukai Jacob, tetapi Jacob tidak perduli padanya, jadi dia sepertinya kesal pada Naomi karena bisa jalan dengan Jacob.
"Kau siapa?" tanya Naomi dengan nada yang datar.
Pertanyaan Naomi itu, sontak membuat wanita itu hampir tersedak saat akan meminum cocktail nya.
Naomi menatap wanita itu dengan lekat, tidak ada keramahan dalam tatapannya.
Bersambung....
__ADS_1