
Naomi diam saja dibawa Jacob naik ke ruang kantornya, dan pintu ditutup Jacob dengan kencang.
Sebenarnya Jacob merasa heran dengan sikapnya, dulu dia tidak pernah seperti ini kepada istrinya.
Tapi dengan Naomi, sikapnya tidak bisa dikontrolnya, perasaannya tidak tenang di abaikan Naomi.
"Kak..kenapa marah?" tanya Naomi memandang Jacob yang terlihat mengatupkan gerahamnya dengan ketat.
"Kita perlu bicara..duduk disofa!" sahut Jacob seraya berjalan ke sofa.
Dengan langkah berat, Naomi berjalan menuju sofa.
"Kemari!" Jacob menepuk sofa disebelahnya.
Perlahan Naomi meletakkan bokongnya duduk disebelah Jacob, dan diam-diam menghela nafas untuk menenangkan perasaannya yang sedikit takut.
Baru saja bokongnya akan menyentuh sofa, tiba-tiba tubuhnya melayang dan mendarat dipangkuan Jacob.
"Kak..!" jerit Naomi kaget.
Jacob tidak perduli dengan jeritan Naomi, rasa rindunya karena diabaikan Naomi dari tadi malam tidak bisa dibendungnya.
Tubuh Naomi dipeluk Jacob dengan erat, dan membenamkan wajahnya kebalik leher Naomi.
"Katakan..apa salahku padamu, apakah aku ada melakukan kesalahan?" tanya Jacob, tapi wajahnya masih tetap dibenamkan di balik leher Naomi.
Baiklah! kami memang harus bicara..agar hubungan kami jelas kedepannya! pikir Naomi.
"Menurut kakak hubungan apa yang kita jalani sekarang? apakah hanya karena kakak telah menyentuhku hingga kakak harus bertanggung jawab padaku?" tanya Naomi.
Jacob terdiam mendengar pertanyaan Naomi.
"Apakah dulu kakak menikahi kakakku karena tanggung jawab juga?" tanya Naomi lagi.
__ADS_1
Jacob spontan mengangkat wajahnya, dan memandang Naomi dengan lekat.
"Kenapa kau tanyakan itu, aku dan Nora menikah tentu saja karena telah dijodohkan oleh Papaku!" kata Jacob menatap Naomi dengan kening berkerut.
Naomi terdiam mendengar apa yang dikatakan Jacob, sekarang dia baru tahu, kalau Kakak angkatnya dengan kakak iparnya menikah karena dijodohkan.
"Kalian menikah tidak saling mencintai? bagaimana kalian bisa menjadi suami-istri tidak saling mencintai?" tanya Naomi dengan mata yang bergerak-gerak menatap Jacob mencari sesuatu disana, apakah perkataan Jacob benar adanya.
"Ya, kami hidup saling menghargai dan saling menjaga!" kata Jacob menjelaskan.
Seperti itukah rumah tangga yang dijalani kakak angkat? pikir Naomi, pantas saja kakak ipar begitu kaku dan dingin dengan lawan jenis.
"Lepaskan aku kak..aku mau turun!" Naomi melepaskan tangan Jacob yang merangkulnya.
"Tidak!" Jacob mempererat dekapannya di tubuh Naomi.
"Aku tidak mau hidup dengan kakak hanya karena tanggung jawab..aku ingin hidup dengan seseorang yang mencintaiku, bukan karena tanggung jawab saja!" teriak Naomi tidak tahan lagi dengan sikap Jacob yang mendominasi.
Jacob membeku ditempatnya mendengar perkataan Naomi, ditatapnya Naomi dengan lekat.
"Kalau kakak tidak mencintaiku..jangan terlalu memberi perhatian lebih padaku, aku tidak suka!" teriak Naomi lagi.
Dengan kuat, tangan Jacob dilepaskan Naomi yang melingkar di pinggangnya.
Naomi berdiri memandang Jacob dengan tatapan kesal, wajahnya terlihat begitu merah karena marah.
"Aku tidak ingin kakak perhatikan terlalu berlebihan padaku..aku bukan seorang gadis pelepas kesepian kakak, aku punya hati dan perasaan...aku hanya ingin disentuh oleh seorang pria yang mencintaiku!"
Selesai bicara, Naomi berbalik dan dengan langkah cepat berjalan menuju pintu.
"Berhenti Naomi!" teriak Jacob.
Spontan Naomi menghentikan langkahnya, suara bariton Jacob terdengar menggema didalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Kemari!" panggil Jacob mengulurkan tangannya satu.
"Tidak mau!" teriak Naomi, dia berdiri ditempatnya tidak bergerak.
"Kemari!" panggil Jacob lagi.
"Tidak mau!" kata Naomi menormalkan nada suaranya, karena wajah Jacob terlihat sudah menahan amarahnya.
"Naomi..kukatakan sekali lagi, kemari!" panggil Jacob mengulurkan tangannya.
"Aku tidak mau, kakak tidak mencintaiku..aku tidak mau dekat denganmu lagi!" kata Naomi dengan tegas.
"Jadi, kau tidak ingin dekat denganku..apakah karena kau telah mencintai seseorang?" tanya Jacob dengan tekanan suara yang ditahan, karena dia sudah mau meledak karena amarah.
"Iya, aku sudah mencintai seseorang!" jawab Naomi dengan tegas.
Wajah Jacob tampak menggelap mendengar apa yang dikatakan Naomi, dan tangannya terkepal dengan eratnya, sampai biku tangannya memutih.
"Siapa pria itu, aku tidak akan membiarkan dia mendekatimu dan mendapatkan cintamu..aku tidak akan biarkan siapapun mengambilmu dariku...Naomi, aku akan membunuh siapapun yang mencoba mengambilmu dariku...aku mencintaimu Naomi!" teriak Jacob marah, wajahnya benar-benar sudah menggelap.
Brakkk!
Dengan emosi Jacob meninju meja kaca sofa, dan meja itu pun retak, kacanya berhamburan ke lantai.
Naomi terkejut bukan main dengan teriakan Jacob, dan tinjunya yang menghantam meja sofa.
Dan, kata-kata terakhir Jacob, membuat Naomi merasa tidak percaya dengan pendengarannya, Jacob ternyata mencintainya.
Karena amarah Jacob, wajah Naomi pucat, tubuhnya bergetar ketakutan, wajah Jacob yang menggelap membuat Naomi tidak bergerak ditempatnya.
Naomi melihat tangan Jacob yang terkepal, ada darah menetes dari antara tangannya yang terkepal.
Dan, sontak membuat Naomi jadi khawatir pada Jacob. Rasa takutnya berganti dengan perasaan cemas melihat tangan Jacob yang berdarah.
__ADS_1
Bersambung.....