
Dini hari Jacob terjaga dari tidurnya, kepalanya terasa berdenyut sakit sekali.
Jacob meringis memegang kepalanya yang terasa berat, dan mencoba bangkit dari berbaringnya.
Tubuhnya terasa ada yang menahan, membuat dia sulit untuk bergerak, Jacob membuka matanya dengan lebar untuk melihat sekelilingnya.
Dia kenal ini kamarnya, tapi kapan dia berada dikamarnya, dan seharusnya masih dipesta.
Oh, iya! pernikahan! bisik hatinya.
Seharusnya dia masih dipesta pernikahannya, Jacob ingat tadi mengadakan resepsi pernikahan dengan istrinya, Naomi.
Jacob sontak tersadar akan sosok istrinya, dengan cepat Jacob menyingkirkan selimut yang menutupi dirinya.
Sudah berapa lama dia tertidur, dan mengabaikan istrinya yang baru saja dinikahinya, Jacob jadi panik.
Tapi, mendadak dia terkejut saat selimut berhasil dilemparkan kesamping, didalam selimut ternyata tubuhnya yang sulit digerakkan dipeluk oleh sosok mungil tubuh istrinya.
Jacob terpana menatap pemandangan yang ada didepannya, tubuhnya hanya memakai pakaian dalam saja.
Dan Naomi hanya memakai bathrobe sambil memeluk tubuhnya, sepertinya dijadikan Naomi sebagai pengganti guling.
Perlahan ingatan Jacob kembali mengingat acara pesta resepsi pernikahannya, dia minum anggur sedikit, lalu dibawa Don dengan sedikit tidak sadar ke mobil.
Dan setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.
Tangan Naomi memeluk pinggangnya, dan wajah istrinya terbenam di bawah lengannya menempel di dekat dadanya.
Meringkuk dengan nyamannya.
Senyuman Jacob mengembang melihat pemandangan tersebut, ini sungguh terasa indah, tubuhnya dipeluk gadis kecil yang telah menjadi istrinya.
"Sayang!" gumam Jacob menarik tubuh Naomi dari bawah lengannya.
Menaruh kepala Naomi ke atas lengannya, menjadikan bisep lengannya menjadi bantal Naomi.
Lalu memeluk tubuh istrinya yang masih terlelap dengan nyamannya.
Satu kecupan mendarat dipuncak kepala Naomi, dan kembali Jacob memejamkan matanya.
Dan terlelap kembali bersama Naomi.
__ADS_1
Seperti biasa Naomi akan selalu terbangun di pagi hari saat langit masih gelap, menggeliatkan tubuhnya yang terasa terhimpit dan tidak bisa digerakkan.
Naomi perlahan membuka matanya, dan yang pertama dilihatnya adalah wajah Jacob yang begitu dekat dengan wajahnya.
Naomi mengerjapkan matanya, dia tidak menyangka bisa tertidur dengan wajah dekat begini dengan Jacob.
Naomi baru menyadari kalau kepalanya tidur diatas lengan Jacob, pantas saja wajah mereka begitu dekat seperti ini.
Perlahan tangannya menyentuh ujung hidung suaminya yang mancung, menekan ujung hidung itu dengan lembut sembari tersenyum.
"Sayang" terdengar suara gumaman bariton Jacob yang serak, tangannya meraih jemari telunjuk Naomi yang menekan ujung hidungnya.
"Sudah bangun kak?" ucap Naomi pelan.
"Iya sayang!" Jacob meletakkan tangan Naomi ke pipinya, menekan tangan itu dengan lembut disana.
"Bagaimana keadaanmu kak, tadi malam kau pingsan, aku begitu takut melihat tubuh besarmu ambruk kak!" kata Naomi pelan, lalu tangannya yang ditekan Jacob dipipi pria itu, perlahan Naomi elus dengan lembut.
"Kau mengkhawatirkan aku sayang?" tanya Jacob memandang Naomi sembari tersenyum.
"Tentu saja, kau adalah suamiku kak..dan keluarga ku sekarang, tentu saja aku khawatir, apa kakak tidak khawatir kalau sesuatu terjadi padaku?" tanya Naomi dengan kening berkerut memandang Jacob.
"Tentu sayang, aku paling khawatir kalau kau mengalami sesuatu, kau sekarang adalah bagian dari hidupku" gumam Jacob mengelus kepala Naomi dengan sayang.
"Ya, kau benar sayang, tidak ada yang terjadi semalam waktu aku tumbang kan?" tanya Jacob sembari memegang tangan Naomi yang mengelus pipinya.
"Lelaki yang pernah mencegat kita, menghadang mobil pengantin dan Don melayani mereka!" kata Naomi.
Jacob terkejut, tubuhnya sampai terbangun setengah badan menatap Naomi tidak percaya.
"Tidak ada yang terjadi denganmu kan?" tanya Jacob memeriksa tubuh Naomi.
"Tidak kak, untung Don dan yang lainnya bisa mengusir mereka!"
"Untung lah kau tidak kenapa-kenapa, seharusnya aku tidak ikut minum dengan mereka!" kata Jacob memijit pelipisnya.
"Tidak apa-apa kak, semua sudah berlalu, jangan merasa bersalah!" kata Naomi menarik tengkuk Jacob.
Satu kecupan mendarat dibibir Jacob.
"Aku akan mempertahankan milikku seandainya mereka menarik tubuh kak Jacob keluar dari dalam mobil dengan paksa!" kata Naomi mengalungkan tangannya ke leher Jacob.
__ADS_1
Jacob begitu tersentuh mendengar apa yang dikatakan Naomi, dengan cepat kepalanya menunduk mengecup bibir Naomi.
"Terimakasih sayang, aku yang seharusnya melindungi mu, lain kali aku akan lebih hati-hati lagi, jangan terulang lagi kejadian seperti ini" gumam Jacob menatap mata Naomi dengan lekat, dia kurang waspada, keselamatan istrinya yang lebih utama.
Kembali dikecupnya bibir Naomi, dan dibalas oleh Naomi dengan lembut.
"Selesai sarapan pagi kita akan pergi berbulan madu, jangan buru-buru untuk bangun, masih pagi sekali!" ucap Jacob diantara ciumannya, lalu menarik pinggul Naomi merapat padanya.
"Ah!" tiba-tiba Naomi merasakan sesuatu di bawah sana.
"Kenapa sayang?" tanya Jacob serak, lalu kembali mendaratkan ciumannya ke bibir Naomi.
"I..itu, ada sesuatu yang menonjol dibawah kak!" gumam Naomi dengan polosnya.
"Dia bangun juga sayang, terbangun mendengar suaramu" bisik Jacob dengan serak sambil tersenyum mesum.
Pinggul Naomi ditarik Jacob semakin rapat untuk merasakan sesuatu tersebut.
"Kak!" Naomi merasakannya semakin terasa menonjol menekan pinggulnya.
"Kenapa sayang?" tanya Jacob pura-pura tidak tahu.
Ciumannya turun mengecup dagu Naomi, dan semakin turun mencium leher Naomi.
"Kenapa terasa semakin menonjol kak?" bisik Naomi masih dengan polosnya.
"Dia ingin merasakan mu sayang, dia ingin merasakan kehangatan mu..apakah boleh?" tanya Jacob semakin serak, tangannya masuk ke sela-sela bathrobe Naomi.
Mengelus paha Naomi perlahan dan dengan ritme yang lembut, dan perlahan naik keatas.
"Ah!" Naomi tanpa sadar mendesah merasakan tangan Jacob merayap mengelus paha dalamnya.
Jacob menarik tali pengikat bathrobe Naomi, dan membukanya perlahan sembari mengecup leher Naomi.
Naomi terasa melayang merasakan lidah Jacob menggesek kulit lehernya, dan semakin turun ke bawah.
Ereksi Jacob semakin mengeras begitu melihat apa yang ada dibalik bathrobe yang dikenakan Naomi, ternyata istrinya itu tidak mengenakan apa-apa disana.
Tubuh polos Naomi sangat menggairahkan, membuat Jacob tidak sabar ingin merasakan keindahan tubuh istrinya itu.
"Sayang, kau menggodaku..kau sengaja tidak memakai apa pun disini sayang!" ucap Jacob serak seraya mengelus daerah sensitif Naomi perlahan.
__ADS_1
Dan, tindakan Jacob itu sukses membuat Naomi mendesah tanpa sadar, tubuhnya melengkung sedikit merespon belaian Jacob tersebut.
Bersambung.....