
Saat Jacob akan meraih gagang pintu, anak buah Ramon menghalangi langkahnya.
"Maaf Tuan, anda tidak bisa pergi dari ruangan ini sebelum anda menyepakati persetujuan anda dengan Tuan Ramon!" sahut Bodyguard Ramon merentangkan tangannya menahan Jacob agar tidak melangkah lagi.
Bukkk!
Satu tinju mendarat kewajah pria itu, dan menyusul satu tendangan yang tiba-tiba melayang mengenai perutnya.
Pria itu terlempar membentur tembok, dan dengan cepat Jacob memutar tubuhnya, kakinya menendang pria lainnya tidak jauh dari tempat Jacob berdiri.
Dengan kencang pria itu tersungkur beberapa langkah ke lantai.
Jacob melepaskan dekapan tangannya dari tubuh Naomi, lalu dengan langkah cepat setengah berlari menyambut seorang Bodyguard Ramon yang datang mendekat padanya.
Dengan kencang kakinya melayang menendang pria itu, dan membuat pria itu terhuyung kebelakang beberapa langkah, dan jatuh terduduk.
Jacob dengan wajah gelap berbalik menuju Ramon yang terlihat begitu terkejut dengan aksinya, dan dengan cepat mundur begitu melihat Jacob mendekat padanya.
"Sabar Jacob, maaf kalau membuatmu marah..tapi aku tidak bisa melepaskan drimu, aku sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, dan pergi begitu saja membawa hasil yang susah payah kudapatkan!" kata Ramon mencoba membuat Jacob untuk memikirkan lagi kerja kerasnya mendapatkan tanah tersebut.
Brakk!
Jacob menendang meja menjadi terbelah dua, botol minuman berhamburan ke lantai dengan kencang, dan menimbulkan suara yang begitu berisik.
"Brengsek! kau mencoba memprovokasi ku, jangan kau pikir aku terkesan dengan hasil kerjamu, tanpa kau...aku juga bisa mendapatkan tanah itu!" Jacob berjalan mendekati Ramon, sekali tarik tangannya mencengkram kerah kemeja Ramon.
"Kau membuang waktu berharga ku, aku bukan anak kemarin yang bisa kau sogok dengan sepetak tanah itu, brengsek! kalian jangan mencoba mengganggu hidupku lagi, kalau tidak jangan salahkan aku Group Nuo tidak akan ada besok!" Jacob mendorong Ramon dengan kasar sembari melepaskan tangannya dari kerah kemejanya dengan kasar.
"Dan masalah jodoh, aku paling tidak menyukai siapapun ikut campur dalam urusan pribadi ku...sudah berkali-kali kukatakan, aku tidak menyukai saudara perempuan kalian, camkan itu!" Jacob menekan dada Ramon dengan kuat sehingga pria itu mundur dua langkah kebelakang.
__ADS_1
Jacob meraih berkas tanah yang tergeletak dilantai, lalu melambaikannya ke udara.
"Terimakasih sudah mengambil tanah itu, aku tidak akan pernah membantumu mengatasi masalah yang telah kau buat!" Jacob berjalan mendekati Naomi.
Jacob melemparkan berkas tersebut pada Don, dan dengan cepat Don menangkap berkas tersebut.
"Mari kita pergi, jaga surat tanah itu baik-baik!" sahut Jacob pada Don.
"Baik Tuan!" Don mengangguk dengan cepat.
"Jacob!!" teriak Ramon melihat Jacob membawa surat tanah tersebut.
Jacob mengabaikan teriakan Ramon, digenggamnya tangan Naomi dengan erat, lalu membawanya keluar dari ruangan yang sudah berantakan itu.
Naomi sudah pernah melihat Jacob menghajar para lawannya yang telah mengganggunya, jadi pemandangan Jacob menendang dan meninju orang, sudah tidak mengejutkan lagi bagi Naomi.
Naomi mengikuti langkah Jacob meninggalkan Pub itu, berjalan menuju pintu.
"Jacob!" seseorang berseru memanggilnya, tampak seorang wanita cantik berjalan mendekati Jacob.
Jacob tidak menanggapi panggilan wanita itu, wajahnya terlihat tenang berjalan sambil menggenggam tangan Naomi dengan erat.
"Jacob!" teriak wanita itu lagi sembari berjalan cepat mengejar Jacob.
Don membuka pintu mobil untuk Jacob dan Naomi, dan mempersilahkan Naomi untuk masuk terlebih dahulu.
"Jacob!" seru wanita itu berdiri dibelakang Jacob, lalu tangannya meraih tubuh Jacob untuk di peluknya.
Dengan cepat Jacob menghindari tangan wanita itu.
__ADS_1
"Jaga sikap anda Nona, anda sungguh lancang ingin memeluk seorang pria yang bukan kekasih anda!" sahut Jacob dengan datar.
"Kau adalah pria spesial bagiku, aku akan tetap mengejarmu walaupun kau coba untuk selalu mengabaikanku!" kata wanita itu dengan percaya diri.
"Sungguh tidak masuk akal, jangan buat diri anda menjadi sebuah lelucon Nona, kedepannya aku harap anda tidak pernah muncul lagi di hadapanku!" kata Jacob, lalu masuk kedalam mobil.
Wanita itu menahan pintu mobil yang akan ditutup oleh Jacob.
"Tidak! Jacob, aku akan tetap mengejarmu sampai dapat..aku sudah menyukaimu sebelum kau bertemu dengan Nora, kali ini aku tidak akan melepaskanmu!" kata wanita itu, lalu mencoba untuk masuk kedalam mobil.
Matanya menatap kearah Naomi yang duduk manis disamping Jacob, wajahnya langsung berubah.
"Apakah kau menyukai anak kecil ini, Jacob kau penyuka gadis kecil?" teriak wanita itu tiba-tiba kalap.
Jacob menatap mata wanita itu dengan tajam, wajahnya terlihat menakutkan, dan wanita itu langsung terdiam ditempatnya.
"Jangan katakan kau ingin aku bersikap kejam padamu?" tanya Jacob dengan tatapan yang begitu dingin.
"Ti..tidak, maaf aku salah!" wanita itu jadi ketakutan.
"Kalau kau lakukan lagi seperti ini lain kali, jangan menyesal apa yang akan kulakukan padamu..bicaralah pada Ramon, kuharap kau ingat apa yang kukatakan!"
Jacob kemudian menutup pintu mobil dengan kencang.
Wanita itu sampai terlonjak karena terkejut.
Mobil dikemudikan Don meninggalkan pelataran parkiran Pub tersebut, meninggalkan wanita itu dibelakang yang masih memandang mobil dengan nanar semakin menjauh.
Bersambung.....
__ADS_1