
Perlahan pesawat lepas landas meninggalkan bandara pribadi milik Jacob.
Naomi baru kali ini merasakan naik pesawat, dia terlihat begitu gugup saat pesawat perlahan naik ke udara, dengan erat tangannya mencengkram sandaran kursi sofa.
Jacob melihat betapa gugupnya Naomi sampai memejamkan matanya, tangan Jacob memegang tangan Naomi yang mencengkram sandaran sofa, membantu istrinya agar tidak begitu gugup dan takut.
"Tidak apa-apa sayang, ada aku jangan takut!" sahut Jacob lembut sembari meremas dengan pelan tangan istrinya.
"Perutku rasanya bergoyang kak!" sahut Naomi memejamkan dengan erat matanya untuk menahan rasa mual di perutnya.
Jacob tersenyum melihat istrinya yang polos, seorang gadis yang begitu lugu.
Tentu saja akan mengalami rasa gugup karena belum pernah naik pesawat, dan perasaannya pasti takut pesawat akan jatuh.
Setelah pesawat diudara, goncangan pada pesawat tidak terasa lagi, pesawat mengudara dengan tenang dan suara mesin juga terdengar tidak berisik lagi.
Perlahan Naomi membuka matanya, dan perasaannya yang gugup dan takut kembali perlahan mulai normal, walau sebenarnya masih ada rasa yang masih takut.
Jacob membantu Naomi membuka sabuk pengamannya, lalu menarik tubuh istrinya untuk duduk ke pangkuannya.
"Bagaimana perasaanmu sekarang sayang, apakah masih takut?" tanya Jacob mendekap tubuh istrinya itu, untuk menghilangkan rasa gugup yang masih tertinggal.
"Sudah agak mendingan kak!" jawab Naomi membalas pelukan suaminya, mengalungkan tangannya pada leher Jacob dengan erat.
Naomi membenamkan wajahnya ke ceruk leher Jacob, dia merasa nyaman didekap Jacob.
Perlahan tangan Jacob mengelus punggung Naomi untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Apakah kau sudah lapar? bagaimana kalau kita makan sesuatu?" tanya Jacob seraya tangannya masih terus mengelus punggung Naomi dengan lembut.
"Tidak kak, aku belum lapar, aku ingin seperti ini..rasanya sangat nyaman, dan aku tidak takut lagi!" gumam Naomi.
"Baiklah, mari kita beristirahat ke kamar saja, agar terasa lebih nyaman tubuh perlu dibaringkan!" kata Jacob.
"Memangnya dipesawat ada kamar?" tanya Naomi mengangkat wajahnya mengedarkan pandangannya ke sekitar pesawat.
"Tentu ada sayang, bahkan kamar mandi juga tersedia kalau kau perlu untuk membersihkan diri!" ucap Jacob menoel ujung hidung kecil Naomi sembari tersenyum.
Perlahan Jacob bangkit dari duduknya, tanpa menurunkan Naomi dari dalam dekapannya, Jacob membawa Naomi menuju kabin belakang pesawat.
Akhirnya Naomi tahu dimana letak kamar yang dimaksud suaminya, ternyata pesawat tersebut memang dilengkapi dengan kamar untuk beristirahat.
Don membantu Jacob membukakan pintu kamar untuk Bos nya tersebut, lalu menutup kembali pintu setelah sepasang suami-istri itu masuk kedalam kamar.
Perlahan Jacob meletakkan tubuh istrinya keatas tempat tidur, kemudian dia juga ikut naik keatas tempat tidur.
Naomi memejamkan matanya, dan mereka pun benar-benar beristirahat.
Tidak berapa lama Naomi sayup-sayup mendengar Jacob memanggil namanya, dan perlahan dia pun membuka matanya.
Tampak Jacob berdiri dipinggir tempat tidur menunduk menatap Naomi, senyuman lembut terukir disudut bibirnya.
"Sudah sampai sayang, ayo kita turun!" ucap Jacob mengelus pipi Naomi dengan lembut.
Naomi langsung tersadar mendengar apa yang dikatakan Jacob, dia sekarang masih didalam pesawat.
__ADS_1
Naomi perlahan menegakkan tubuhnya dari berbaring.
"Apakah perlu digendong?" tanya Jacob.
"Tidak kak!"
"Baiklah, ayo kita turun!" Jacob mengulurkan tangannya.
Naomi menerima uluran tangan suaminya.
Jacob kemudian menggenggam tangan Naomi, dan memabawanya keluar dari kamar pesawat untuk turun dari dalam pesawat.
Di bawah tangga pesawat tampak berbaris beberapa pria kekar dengan berpakaian formal, menunggu Jacob dan Naomi turun dari dalam pesawat.
Mobil mereka yang mereka pakai dari Mansion sudah terparkir tidak jauh dari pesawat, dan Don sudah berdiri di samping mobil menunggu Bos dan Nyonya nya untuk naik ke dalam mobil.
Perlahan dengan hati-hati Jacob menuntun istrinya menuruni tangga pesawat, dan disambut oleh para Bodyguard Jacob dengan menundukkan tubuh mereka sedikit dengan sopan.
Naomi merasa heran, dari mana datangnya para Bodyguard tersebut, apakah mereka tadi ikut juga didalam pesawat? pikir Naomi.
Tapi, dia merasa hanya mereka bertiga saja yang berada dalam pesawat tadi, selain pilot dan co-pilot.
Jacob tidak melepaskan tangan Naomi dalam genggamannya, membawa Naomi menuju mobil yang sudah menunggu mereka dari tadi.
Don membuka pintu mobil untuk Tuan dan Nyonya nya begitu sepasang suami-istri itu mendekati mobil.
"Hati-hati sayang!" tangan Jacob melindungi kepala Naomi saat akan masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Mobil pun perlahan meninggalkan bandara untuk menuju tempat bulan madu mereka yang telah dipesan Jacob.
Bersambung....