
Naomi menatap wanita itu dengan tatapan dingin, dia merasa tidak perlu ramah untuk membalas keramahan wanita, yang menurut Naomi sepertinya hanya drama saja.
"Aku..!"
Naomi menatap wanita itu semakin lekat, menunggu apa yang akan dikatakan wanita cantik itu selanjutnya.
"Aku kekasih Jacob!" jawab wanita itu tanpa ragu.
Mata Naomi mengamati wanita itu, menilai dari mimik wajahnya yang terlihat begitu tenang dan santai.
Naomi menoleh kearah Jacob yang tengah berbicara dengan kliennya, dan sesekali melirik ke arah Naomi.
Dan, pertepatan mata mereka pun bertemu, mata Jacob terlihat lembut menatap Naomi.
Sementara Naomi, tatapan matanya terlihat begitu tajam dan dingin, ekspresi wajahnya terlihat datar.
Apakah kak Jacob takut wanita ini membocorkan rahasia mereka, karena itulah dia selalu melirik ke arah sini? pikir Naomi memandang Jacob semakin dingin.
Jacob merasakan tatapan Naomi begitu dingin memandangnya, setelah wanita yang dibawa kliennya duduk dan berbincang di samping Naomi, Jacob merasa wanita itu mengatakan sesuatu kepada Naomi.
"Siapa wanita yang duduk disamping istriku?" tanya Jacob pada kliennya, dia merasa wanita-wanita yang mengenal dirinya, semuanya wanita tidak beres.
Jacob paling benci wanita yang mengaku-ngaku sebagai kekasihnya, dan membuat rumor yang menjijikkan tentang dirinya dengan wanita-wanita itu.
"Oh, dia hadiah yang akan kuberikan pa... apa? gadis kecil itu istrimu?" mata pria itu mendadak terbelalak karena terkejut, tapi kemudian rasa terkejutnya berangsur mereda.
Dia merasa Jacob menginginkan wanita yang dibawanya, walaupun Jacob membawa istrinya, lelaki mana yang tahan melihat wanita lain yang lebih cantik dari istrinya.
__ADS_1
Lelaki yang punya segalanya, hal kecil bagi mereka untuk menginginkan wanita lain, mereka bisa menjadikan beberapa wanita sebagai simpanan mereka.
"Aku memang sudah tahu kalau kau pasti menyukai Bertha, wanita secantik dia siapapun pasti menginginkannya, jangan khawatir, aku akan urus kamar hotel untuk kalian berdua!" bisik klien Jacob tersebut dengan senyuman menyeringai.
Wajah Jacob menggelap mendengar apa yang dikatakan kliennya tersebut, Jacob mengepalkan tangannya dengan erat, dia merasa dijebak oleh kliennya itu.
Brakk!
Jacob memukul meja.
"Aku membatalkan kerja sama kita, kedepannya jangan mencariku lagi, akan kutarik semuanya, aku tidak suka caramu bernegosiasi denganku, sungguh menjijikkan!" sahut Jacob dengan tajam.
Lelaki itu dengan reflek bangkit dari duduknya, dan dengan cepat membungkukkan tubuhnya meminta maaf pada Jacob.
"Maaf Jacob aku tidak tahu kalau kau tidak mau disodorkan wanita seksi, maaf...aku salah!" lelaki itu berulang kali terus membungkukkan kepalanya dengan cepat meminta maaf kepada Jacob.
Dan berdiri disamping Naomi yang duduk di kursi bar, matanya dengan tajam memandang wanita yang duduk disebelah Naomi tersebut.
"Apa yang anda katakan kepada istriku!" sahutnya dengan nada yang tajam.
Wanita cantik yang dari tadi memasang senyum ramah palsunya sontak terkejut mendengar apa yang dikatakan Jacob, dia pikir Jacob datang menghampiri mereka di bar karena tertarik dengan dirinya.
Ternyata gadis kecil yang dari tadi diajaknya bicara adalah istri Jacob, raut wajah wanita itu langsung berubah.
"Jawab, apa yang anda katakan pada istriku?" tanya Jacob dengan nada tajam, ada nada bentakan dari suaranya.
"Itu...anu..!" wanita itu jadi gugup.
__ADS_1
"Dia mengatakan kalau kalian sepasang kekasih, dan sudah pernah melakukannya dengan penuh rasa cinta yang menggairahkan!" sahut Naomi menjawab pertanyaan Jacob dengan nada sinis.
"Apakah benar itu yang anda katakan pada istriku?" tanya Jacob semakin tajam.
"Jacob, maaf..aku yang salah, aku sudah dengar rumornya kalau kau tidak suka disodorkan seorang wanita penghibur, tapi aku terlalu keras kepala, tidak mendengarkan rumor itu, maaf Jacob!" pria klien Jacob datang menghampiri mereka ke bar, dan kembali memohon maaf.
Jacob tidak mendengarkan permintaan kliennya tersebut, matanya masih memandang wanita yang telah merusak hubungannya dengan Naomi.
"Cepat minta maaf pada Jacob, kau sungguh tidak tahu diri merusak suasana hati istri Jacob, cepat minta maaf!" teriak pria klien Jacob tersebut menarik tangan wanita itu untuk meminta maaf.
"Maaf, aku salah..aku terlalu langcang!" ucap wanita menahan malu, dia telah memprovokasi istri Jacob, yang dia kira keponakan Jacob.
Naomi memandang wanita itu tidak senang, wanita itu sudah menceritakan hal vulgar tentang Jacob dengan dirinya diatas tempat tidur, dan membuat hati Naomi panas membayangkan Jacob bersama wanita itu.
Tangan Naomi meraih gelas jusnya, lalu dengan cepat menyiramkan sisa jusnya kewajah wanita itu.
"Menjijikkan, kau menceritakan hal yang memuakkan antara dirimu dengan suamiku, seakan-akan kalian pernah bersama!" sahut Naomi marah pada wanita itu, "Kau perusak rumah tangga orang, membuatku jadi salah paham pada suamiku!"
Wanita itu hanya bisa menundukkan wajahnya dalam-dalam, dia merasa malu, dan tatapan Jacob begitu menakutkan, auranya begitu menyeramkan.
Klien Jacob dan wanita yang memprovokasi Naomi hanya bisa menunduk merasa malu.
"Ayo sayang, kita pulang!" Jacob meraih tubuh Naomi dari atas kursi bar, menurunkan Naomi dari sana.
Lalu menggenggam tangan kecil Naomi keluar dari ruang VIP tersebut.
Bersambung.....
__ADS_1