Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
82. Tidak seperti biasanya.


__ADS_3

Jacob jadi semangat bekerja karena Naomi menemaninya di kantor.


Gadis kecil yang sudah menjadi istrinya itu, duduk di sofa dengan santai bermain ponsel.


Naomi sekarang sudah mahir memegang ponsel, dan sudah pandai membuat akun sosial medianya.


"Kak, apakah aku boleh belajar membantu mengerjakan pekerjaan mu?" tanya Naomi meletakkan ponsel ke atas meja sofa.


"Tidak perlu sayang, kau tidak boleh ikut pusing membantuku, kau duduk manis saja!" sahut Jacob sembari memeriksa berkas mengenai proyek pembangunan Apartement yang sedang di bangunnya.


Mata Jacob fokus melihat biaya pengeluaran yang dikeluarkan nya untuk membangun Apartement tersebut.


Apartement elite di tengah kota, untuk tempat tinggal bagi para pekerja kantoran.


Keuntungan yang telah diperkirakan Jacob akan sangat memuaskan, kalau Apartement tersebut banyak yang akan meliriknya.


Apartement elite yang strategis dekat area perkantoran, memudahkan siapa saja dengan cepat sampai ke kantor.


Tidak perlu menempuh perjalanan, dan terjebak dengan macet.


Jacob memperkirakan akan cepat terjual, kalau Apartement tersebut dirancang menjadi tempat tinggal yang nyaman, dan sistem keamanannya terjamin.


Jacob Ceo yang sangat teliti, dia sangat mengutamakan proyek yang dia kelola harus yang berkualitas.


Setiap bahan untuk membangun sebuah proyek bangunan apa pun, kualitas bahannya harus yang bagus dan terjamin.


Jacob dengan fokus memeriksa dengan teliti setiap berkas yang dia terima, dan memantau kembali hasil laporan yang diterimanya.


Jacob tidak sadar waktu berjalan dengan cepat, dia begitu serius mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Ada beberapa proyek pembangunan yang laporannya harus dia periksa dengan teliti.


Jacob melirik istrinya yang duduk di sofa.


"Eh..!" Jacob melihat Naomi sudah berbaring di sofa.


Ternyata Naomi sudah tertidur.


Jacob tersenyum melihat istrinya, tangannya kemudian menyingkirkan berkas laporan yang belum selesai diperiksanya.


Perlahan Jacob bangkit dari duduknya, dan berjalan menghampiri Naomi yang telah tertidur di sofa.


Jacob tersenyum menatap wajah Naomi yang tertidur di sofa, dengan lembut jemarinya menyelipkan helaian rambut Naomi yang menutupi sebagian wajah istrinya itu.


Dengan lembut dan perlahan, Jacob mengangkat Naomi dari sofa.


Membopongnya menuju kamar di balik lemari bukunya.


Cup!


Jacob mendaratkan satu kecupan ke kening istrinya itu, dia tersenyum bahagia menatap wajah Naomi yang tertidur dengan nyamannya.


"Sayang, Naomi aku mencintaimu, aku akan selalu menjaga dan melindungi mu sampai seumur hidupku!" bisik Jacob.


Jacob kemudian berbalik untuk keluar dari kamar, dia akan melanjutkan pekerjaannya.


"Kak..." tiba-tiba tangan Jacob di pegang Naomi.


Jacob mengurungkan langkah kakinya yang akan melangkah, lalu kembali berbalik memandang ke arah Naomi.

__ADS_1


Ternyata Naomi mengigau, terlihat matanya masih tertidur.


Sudah sering Jacob tidur bersama Naomi, sekalipun gadis kecil itu tidak pernah didengar Jacob mengigau saat tertidur.


"Apakah dia ingat dengan Nora?" gumam Jacob menatap wajah Naomi yang masih tertidur.


"Kak..." kembali terdengar suara lirih Naomi.


"Iya sayang, aku disini!" jawab Jacob memegang tangan Naomi yang memegang tangannya.


"Jangan tinggalkan aku" gumam suara Naomi yang terdengar begitu sedih, nada suara Naomi seperti menahan tangis.


"Tidak sayang, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kau istriku...mana mungkin aku meninggalkan mu, kau sekarang sudah bagian dari hidupku, kau penyelamat hidupku sayang" gumam Jacob membungkuk mengelus pipi Naomi dengan lembut.


"Kak..." terdengar lagi nada sedih Naomi.


Jacob mengamati wajah Naomi dengan seksama, dia merasa Naomi tidak seperti biasanya, seakan ada semacam trauma.


"Sayang..." gumam Jacob menatap wajah Naomi yang sedang tidur, "Ada apa denganmu, kenapa kau seperti memiliki perasaan tertekan?"


Jacob merasa ada yang salah pada Naomi, perlahan Jacob naik ke tempat tidur.


Dia akan menemani Naomi tidur sebentar, sepertinya istrinya itu bermimpi yang menyakitkan.


Jacob menarik tubuh Naomi merapat padanya, lalu meletakkan kepala Naomi ke atas lengan bisepnya.


Lalu tangan satu lagi merangkul pinggang Naomi, dan dia pun memejamkan matanya.


Jacob merasa perlu istirahat juga sebentar, sekalian menemani Naomi, nanti baru akan melanjutkan lagi pekerjaannya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Jacob pun tertidur.


Bersambung......


__ADS_2