Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
44. Lagi-lagi bingung.


__ADS_3

Naomi menyingkirkan tangan Jacob yang memeluk pinggangnya, lalu turun dari pangkuan Jacob.


Naomi menjauh dari Jacob, dan memandang Jacob yang juga memandangnya dengan tatapan sulit untuk diartikan.


"Kak..pergilah, aku mau mandi..ini sudah malam sudah waktunya untuk makan malam!" kata Naomi.


Perlahan Jacob bangkit, lalu meletakkan kartu hitam yang diletakkan kembali oleh Naomi ke tangannya tadi keatas meja.


"Simpan kartu itu, itu sudah jadi milikmu!" kata Jacob, lalu keluar dari dalam kamar Naomi.


Naomi memandang kartu yang diletakkan Jacob diatas meja, dia merasa kartu itu sangat berat.


Sangat berat sekali! kartu yang bisa membeli satu unit rumah mewah.


Naomi meraih kartu hitam itu, lalu membawanya ke meja riasnya. Menarik laci dibawah meja, kemudian mengambil satu kotak kecil.


Setelah meletakkan kartu itu didalam kotak kecil tersebut, Naomi memasukkannya kedalam laci meja riasnya.


Naomi kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, mencuci rambutnya yang terasa berat dan berkeringat karena berkerja tadi.


Dua puluh menit kemudian dia sudah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya.


Naomi turun untuk makan malam, dan diruang makan Jacob telah duduk menunggunya.


Mereka makan dalam diam, hanya dentingan sendok yang terdengar memecah keheningan ruang makan.


Jacob sesekali melirik kearah Naomi yang terlihat menikmati makan malamnya, yang tampaknya tidak peduli dengan keheningan yang ada diantara mereka.


Tidak tahu entah kenapa, Naomi berhasil memporak-porandakan perasaannya yang selama ini dingin dengan lawan jenis.


Sosok Naomi begitu kuat mempengaruhi perasaan yang ada dihati Jacob, dia bingung dengan dirinya.


Dulu, dia ingat saat pertama kali bertemu dengan istrinya, perasaannya tidak begitu kuat mempengaruhi hatinya.


Mereka bersama seperti saling menjaga satu sama lain, tidak ada rasa yang menggebu-gebu takut akan kehilangan.


Terkadang orang-orang menganggap mereka menjadi sepasang suami-istri, seperti adik-kakak yang saling menjaga dan saling menghormati satu sama lain.


Tapi, dengan Naomi rasa yang dirasakan oleh Jacob sangat berbeda.


Ada rasa tidak rela, dan rasa takut tidak dapat memilikinya. Dan, itu terkadang membuat Jacob jadi selalu curiga pada Naomi, curiga kalau Naomi bersama dengan lelaki lain.


Akhirnya mereka selesai juga makan malam, dan Naomi bangkit dari kursi.

__ADS_1


Malam ini dia tidak ada tugas kuliah yang harus diselesaikan dirumah, dia akan langsung istirahat malam ini, setelah sebentar jalan dulu di halaman Mansion untuk menurunkan makanan yang telah dicerna perutnya.


"Mau kemana?" tanya Jacob melihat Naomi yang berjalan menuju ke ruang bagian belakang Mansion.


"Mau jalan sebentar ke taman belakang!" kata Naomi terus saja berjalan tanpa menoleh memandang Jacob.


Naomi keluar dari pintu samping menuju halaman belakang, dan berjalan menuju taman.


Naomi duduk di satu bangku di taman itu, menghirup udara malam yang terasa segar.


Merentangkan tangannya merasakan angin yang bertiup dengan lembut, terasa sangat menyegarkan, membuat Naomi memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus.


Pikiran Naomi kemudian sesaat teringat pertengkarannya dengan Jacob tadi, dan itu membuat hatinya kembali sedih.


Perlahan Naomi menurunkan tangannya, dan membuka matanya.


Dan, alangkah terkejutnya Naomi saat matanya terbuka. Didepannya berdiri Jacob tengah memandangnya, berdiri diam menatap Naomi dengan lekat.


Naomi heran, perasaan tadi Jacob tidak ada mengikuti dia berjalan ke halaman belakang.


"Kak!" sahut Naomi pelan, matanya menatap Jacob yang terus saja menatapnya.


"Sepertinya kau menghindariku..apakah karena masalah tadi?" tanya Jacob.


Naomi tidak ingin berdebat dengan Jacob lagi, dia tahu Jacob tidak peka. Mungkin karena terlalu lama menduda, Jacob jadi tidak peka akan perasaannya sendiri.


"Aku mau istirahat!" kata Naomi, lalu bangkit dan meninggalkan Jacob yang masih berdiri memandangnya.


"Naomi!" panggil Jacob dengan suara keras.


Naomi tidak perduli, dia terus saja berjalan meninggalkan taman.


Dengan langkah cepat Jacob meraih tangan Naomi, dan tubuh mungil itu berputar menghadap pada Jacob.


Mata Jacob terlihat marah karena diabaikan Naomi, dan tangan Jacob memegang kedua bahu Naomi dengan erat.


"Kenapa kau mengabaikan aku..!" teriak Jacob marah.


"Sakit!" rintih Naomi meringis, bahunya yang dipegang Jacob dengan erat terasa sangat sakit.


Jacob mengerjapkan matanya begitu Naomi meringis kesakitan, dengan cepat dia melepaskan tangannya dari bahu Naomi.


Dan, tangannya beralih meraih pinggang Naomi, menariknya merapat padanya.

__ADS_1


Jacob mengangkat dagu Naomi agar dapat melihat matanya.


Mereka saling menatap satu sama lain, dan Jacob tidak tahan lagi.


Tangannya meraih tengkuk Naomi, perlahan kepala Jacob menunduk.


Bibirnya kemudian mencium bibir Naomi, lalu mengulum bibir itu dengan cepat.


Memasukkan lidahnya ke antara gigi Naomi untuk mencari lidah Naomi, dan menyesap serta memilinnya dengan rakus.


Tubuh Naomi terangkat, sehingga kakinya tidak menyentuh tanah.


Tubuh Naomi menggelantung dipeluk Jacob, ciuman Jacob begitu mendominasi, mengecup dan mencium setiap inci bibir Naomi.


Dan, tanpa sadar Naomi mendesah merasakan ciuman Jacob, yang membuat tubuhnya tidak bisa menolak.


"Sayang...kau menyukai ciumanku, kau sangat menyukainya..aku tahu kau tidak bisa berontak apa yang kulakukan padamu, tapi kenapa kau menjadi dingin padaku..katakan apa salahku padamu?" tanya Jacob melepaskan ciumannya dibibir Naomi, yang tampak membengkak.


"Karena kakak tidak mencintaiku..jadi untuk apa aku berharap banyak padamu kak!" kata Naomi dengan nafas memburu.


Perkataan Naomi itu sontak membuat Jacob tersadar, kini dia menyadari, ada sesuatu yang dia sendiri sulit untuk mengetahui apa yang ada didalam dirinya.


Cinta! kata itu yang ia bingung ungkapkan mengenai perasaannya sekarang terhadap Naomi.


Apakah dia mencintai Naomi? pikiran Jacob berputar untuk mencerna kata-kata itu.


Lagi-lagi dia bingung, bisik hati Naomi kecewa dengan sikap Jacob.


Perlahan Naomi melepaskan tangan Jacob yang memeluk tubuhnya, dan perlahan kaki Naomi menginjak tanah kembali.


"Aku ngantuk kak..aku mau tidur!" kata Naomi berjalan pergi meninggalkan Jacob.


Naomi menaiki tangga dengan perasaan kecewa pada Jacob.


Dia sudah putuskan akan menjaga jarak dengan Jacob, dia tidak ingin membuat Jacob semakin bingung dengan satu kata itu.


Ya, satu kata itu, cinta!


Naomi menutup pintu kamar setelah masuk kedalam kamar, lalu kemudian menguncinya.


Naomi perlahan naik ketempat tidur setelah mematikan lampu, dan menghidupkan lampu tidur diatas nakas.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2