Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
39. Naomi bersemangat.


__ADS_3

Besoknya Naomi seperti biasa bangun lebih awal, menggeliatkan tubuhnya untuk merenggangkan otot-otot terlebih dahulu.


Tangan Naomi menyentuh sesuatu disampingnya, reflek Naomi terkejut dan menoleh kesamping.


Tampak Jacob tersenyum padanya tengah memandangnya, tubuhnya setengah bangun dengan menopangkan tangannya di kepalanya.


"Kak..!" Naomi kaget, perlahan dia reflek mundur memandang Jacob.


"Sudah bangun?" tanyanya sambil tersenyum.


"Iya..kakak sejak kapan sudah bangun?" tanya Naomi, wajahnya memerah dipandang Jacob dengan lekat.


"Dari tadi, melihat wajah imut yang begitu menggemaskan..membuat aku tidak bisa tidur lagi!" ucap Jacob tersenyum, lalu menoel ujung hidung Naomi.


"Aku hari ini ada kuliah, aku mau bantu Bibi koki masak, aku mau bawa bekal ke kampus!" kata Naomi, lalu bergegas turun dari tempat tidur.


"Tunggu dulu..ini masih pagi sekali, jangan bawa bekal..nanti siang kita makan siang diluar saja, aku akan datang menjemputmu!" kata Jacob menarik Naomi mendekat padanya.


Satu kecupan mendarat dibibir Naomi.


"Kak..aku bau!" Naomi mendorong dada Jacob, lalu memalingkan wajahnya.


"Kau tidak bau, masih wangi dan tetap terlihat cantik!" Jacob memegang tangan Naomi yang menempel didadanya.


"Aku mau ke kamar mandi, aku mau sikat gigi!" Naomi menarik tangannya dari genggaman tangan Jacob.


Naomi langsung bergegas turun dari tempat tidur, setengah berlari masuk ke kamar mandi.


Melihat tingkah Naomi yang malu-malu, membuat Jacob semakin gemas saja.

__ADS_1


Dia pun perlu membersihkan diri, perlahan dia turun dari tempat tidur, lalu pergi keluar dari kamar Naomi.


Setelah menyikat gigi, Naomi membersihkan wajahnya.


Dan, kemudian membersihkan diri, hari sudah mulai siang, waktunya untuk siap-siap untuk sarapan.


Dalam Dua puluh lima menit, Naomi selesai berpakaian dan berdandan apa adanya.


Dengan menenteng tasnya, Naomi turun menuju ruang makan.


Di ruang makan Jacob sudah menunggu untuk sarapan.


Naomi menarik kursi didepan Jacob, lalu menarik satu kursi satu lagi untuk meletakkan tasnya.


"Kenapa duduk di situ..!" sahut Jacob melihat Naomi duduk begitu jauh darinya.


Naomi mengambil sarapannya, lalu menyeruput sedikit susu hangatnya, dia tidak menjawab Jacob.


Jacob terpaksa memakan sarapannya, selama sarapan matanya melirik kearah Naomi terus.


Naomi bangkit berdiri setelah selesai menghabiskan sarapannya, lalu mendorong kembali kursi tersebut masuk kebawah meja.


"Ayo kak..!" sahut Naomi, kemudian melangkah meninggalkan meja makan.


Jacob dengan perasaan sedikit tidak tenang, bangkit dari kursi.


Lalu meninggalkan ruang makan, berjalan jauh dibelakang Naomi yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Jacob melihat Naomi sudah masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Dia merasa heran kenapa pagi ini kelihatannya Naomi begitu bersemangat, apakah karena sudah masuk kuliah lagi, jadi dia begitu senang? pikir Jacob.


Jacob masuk kedalam mobil, dan melihat senyuman Naomi memandangnya masuk kedalam mobil.


"Sepertinya kau begitu senang karena masuk kuliah!" sahut Jacob dengan wajah datar.


Naomi hanya senyum saja menjawab Jacob, lalu memandang keluar mobil.


Tidak lama kemudian, mobil Jacob sampai dikampus Naomi.


"Terimakasih sudah diantar kak!" sahut Naomi dengan nada riang, "Aku turun dulu..dahh!" Naomi melambaikan tangannya saat sudah turun dari mobil.


"Naomi..tunggu!" panggil Jacob, tapi teredam didalam mobil, karena Naomi sudah menutup pintu mobil.


Jacob melihat Naomi setengah berlari masuk kedalam gerbang kampusnya, Jacob terus saja melihat Naomi yang berjalan dipelataran kampus.


"Tuan..!" panggil Don, dia merasa Jacob seperti enggan untuk bergerak kekantor.


"Sebentar!" sahut Jacob dengan nada sedikit tajam.


"Baik Tuan!" Don merasakan kalau Jacob merasa tidak senang.


Ada apa dengan Tuan? apakah Nona telah mengabaikan Tuan? pikir Don melirik Jacob lewat kaca spion.


"Jalan!" sahut Jacob setelah tidak melihat Naomi lagi.


"Baik Tuan!"


Don perlahan membawa mobil pergi dari depan pintu gerbang kampus Naomi.

__ADS_1


Sepanjang jalan menuju kantor, wajah Jacob terlihat begitu dingin.


Bersambung.....


__ADS_2