
Jacob membawa Naomi ke bagian spesialis kandungan, sebagaimana di sarankan Dokter umum tadi.
Setelah mengetuk pintu ruang Dokter kandungan, mereka kemudian di persilahkan untuk masuk.
Dokter kandungan mulai memeriksa Naomi, menanyakan tentang datang bulan, gejala tubuh yang aneh dan lainnya mengenai tanda-tanda seorang wanita sedang mengidam.
Naomi menjawab pertanyaan Dokter, dan Dokter tersebut mencatat jawaban Naomi.
"Tolong tampung air seni anda di dalam wadah ini, Nona!" Dokter itu memberikan satu wadak plastik pada Naomi.
Naomi menerima wadah tersebut.
"Silahkan Nona, sebelah sini toiletnya!" sahut Dokter itu menunjuk sebuah pintu tidak jauh di sudut ruangan itu.
Jacob yang duduk di kursi melihat dan mendengar apa yang di katakan Dokter itu pada Naomi, hanya bisa bengong saja.
Dia merasa tidak percaya kalau Naomi hamil, rasanya dia bagaikan mimpi.
Tidak berapa lama Naomi keluar dari dalam toilet, dan memberikan wadah berisi air seninya kepada Dokter tersebut.
Dokter itu kemudian mengambil tes kehamilan, dan mencelupkan alat itu ke dalam air seni Naomi.
Jacob menggenggam dengan erat jemari Naomi dalam genggamannya, pria bertubuh kekar itu terlihat begitu gugup.
Tidak sampai lima menit, Dokter sudah mendapatkan hasil dari alat yang dicelupkan ke dalam air seni Naomi.
Dokter itu tampak tersenyum merekah.
__ADS_1
"Selamat Tuan, istri anda positif hamil!" sahut Dokter tersebut, lalu menunjukkan alat tes kehamilan pada Jacob.
Jacob menatap alat tes kehamilan itu dengan mata tidak berkedip, dua garis berwarna merah sangat jelas sekali terlihat pada alat itu.
Pria itu tersenyum melihat tanda pada alat tersebut, dia benar-benar bahagia ternyata istrinya memang benar hamil.
"Sayang" Jacob memeluk Naomi dengan senangnya, lalu mengecup puncak kepala istrinya dengan bertubi-tubi.
Naomi ikut tersenyum juga membalas pelukan Jacob, dia tidak menyangka bisa secepatnya ini hamil.
Ternyata benih yang di tanamkan Jacob padanya di saat waktu masa suburnya, sehingga masa pembuahan dapat dengan cepat bertumbuh.
Sepertinya bukan hanya karena di masa suburnya, tetapi karena benih yang di tanamkan suaminya padanya adalah benih yang kuat dan subur juga.
Baru saja mereka menikah, tidak di sangka begitu cepat dia hamil.
"Saya akan meresepkan vitamin untuk istri anda, dan obat penguat janin!" sahut Dokter tersebut, lalu menulis resep obat pada secarik kertas untuk ditebus di apotek rumah sakit.
"Terimakasih Dok!" Jacob menerima resep obat tersebut.
"Sebulan sekali, datanglah untuk memeriksa kesehatan kandungan istri anda!" ujar Dokter kandungan itu.
"Baik Dok!" angguk Jacob.
Mereka pun keluar dari ruangan Dokter kandungan tersebut dengan hati yang berbunga-bunga.
Jacob terus saja tersenyum setelah keluar dari ruangan Dokter kandungan itu, dia begitu bahagi sekali, lengkap sudah dia menjadi seorang pria.
__ADS_1
Benihnya membuahkan hasil, dia akan menjadi seorang Ayah, ini luar biasa!
Jacob merangkul istrinya dengan penuh rasa sayang, dadanya terasa sangat membuncah, dia tidak tahu bagaimana ingin menumpahkan rasa bahagianya.
"Tuan!" seorang Dokter memanggil Jacob di koridor menuju ruang tunggu.
Jacob dan Naomi menghentikan langkah mereka.
"Hasilnya sudah keluar!" sahut Dokter tersebut menyerahkan selembar berkas hasil tes DNA.
Jacob menerima hasil tes tersebut, lalu melihat hasil yang tertera di selembar kertas putih itu.
Angka 99,9% tertulis pada hasil keterikatan satu sama lain pada Naomi dengan sampel rambut yang diberikan Don.
Dua berita sekaligus mereka dapatkan pada jam yang bersamaan, Naomi ternyata keponakan mantan Mertuanya.
Jemari Jacob meremas bahu Naomi tanpa sadar.
Naomi meraih hasil tes yang di pegang suaminya itu, matanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang dibacanya.
Ternyata Ibunya adalah adik mantan Mertua Jacob.
Sekarang Naomi akhirnya mengetahui tentang asal usul nya, dan siapa orang tuanya, dan siapa dia sebenarnya.
Perasaan Naomi tiba-tiba terasa begitu sesak, dia tidak menyangka kalau dirinya keturunan dari salah satu keluarga orang kaya juga di kota ini.
Bersambung....
__ADS_1