
Don mendengarkan penjelasan Jacob mengenai tentang seorang wanita yang mirip dengan Naomi.
Asisten Jacob itu tidak percaya mendengar penjelasan dari Jacob, tentang wanita yang mirip dengan Naomi, adik kandung dari mantan Mertua Bos nya itu.
Sungguh suatu kebetulan yang tidak terduga.
"Baik Tuan!" jawab Don.
"Mulailah dari kampung Naomi, telusuri semua jangan ada yang terlewat!" ujar Jacob.
"Baik Tuan!"
"Oke, kau boleh pergi!"
Don membungkukkan sedikit tubuhnya dengan sopan, sebelum keluar dari ruang kerja Jacob.
Jacob masih duduk di kursinya setelah Don pergi, lelaki bertubuh tinggi dan kekar itu terlihat melamun.
Jacob memikirkan kehidupan yang dijalani Naomi, pasti istrinya itu sangat kesepian tanpa orang tua sedari bayi.
Seorang bayi yang seharusnya dirawat oleh orang tuanya.
Dia akan mengetahui sebentar lagi tentang kebenaran orang tua Naomi, dan seandainya kalau memang benar wanita yang di dalam ponsel mantan Mertuanya adalah Ibu Naomi, berarti ada sesuatu yang terjadi pada kedua orang tua Naomi.
Pasti kematian orang tua Naomi tidak wajar.
Dia akan menyelidiki semuanya sampai rasa penasarannya hilang.
Jacob perlahan bangkit dari kursi, lalu keluar dari ruang kerjanya.
Di kamar ternyata Naomi sudah tidur dengan nyenyaknya, meringkuk di bawah selimut.
Jacob tersenyum melihat istrinya yang telah tertidur dengan nyamannya.
Kemudian Jacob bergabung bersama Naomi masuk ke balik selimut, menarik istrinya itu masuk ke dalam dekapannya.
Satu minggu kemudian, Don berhasil mendapatkan informasi tentang orang tua Naomi.
__ADS_1
Saat ini Don bersama dua orang rekannya berdiri tidak jauh dari meja kerja Jacob, terlihat begitu tegang.
Jacob menatap Don dengan tajam, dia tahu Don sudah mendapatkan laporan mengenai orang tua Naomi, terlihat dari gestur tubuh Don yang tidak seperti biasanya.
"Katakan!" sahut Jacob.
"Ehem!" Don berdehem sebentar untuk meregangkan otot tenggorokannya.
Don menyerahkan sebuah berkas dan beberapa foto ke atas meja kerja Jacob.
"Langkah terakhir untuk tes DNA dengan Nona Naomi!" kata Don menyampaikan laporannya, "Seorang wanita, putri dari wanita yang membawa Nona Naomi sewaktu masih bayi, memberikan ini kepada kami!"
Don menyerahkan satu plastik kecil berisi beberapa helai rambut.
"Wanita itu mengatakan, sebelum Ibunya meninggal, menitipkan bukti ini kepada putrinya tersebut, dan berpesan kalau seandainya suatu saat ada seseorang datang mencari keberadaan orang tua Nona Naomi, harus memberikan barang bukti ini!"
Jacob meraih plastik kecil berisi beberapa helai rambut tersebut, lalu menatap barang bukti itu dengan lekat.
"Baik, Ayo kita tes DNA!" kata Jacob, lalu meletakkan plastik kecil itu ke atas meja.
Jacob tidak berkedip menatap Asistennya itu.
"Dari informasi yang kami dapatkan, kematian wanita itu direncanakan oleh seseorang, dari beberapa orang yang kami tanya, sepertinya karena cemburu!" sahut Don lagi melanjutkan laporannya.
"Dan, siapa yang membunuh mereka?" tanya Jacob.
"Seorang yang berpengaruh di kota ini!" jawab Don.
"Huh! berpengaruh? seberapa ber pengaruhnya memangnya orang itu?" ujar Jacob dengan nada mencibir, sisi kejamnya mulai keluar.
Kalau benar wanita itu Ibunya Naomi, dia sebagai suami akan menuntas habis sampai ke akarnya untuk menuntut pertanggung jawaban orang tersebut atas kematian almarhum Mertuanya.
"Informasi yang kami dapatkan salah satu dari keluarga Prada Group!"
"Bagus! kita akan menemukannya, sekarang kau pergi laporkan apa yang kau dapatkan pada mantan Mertuaku, sampai kan nanti apa tanggapannya!" sahut Jacob, lalu bangkit berdiri.
"Baik Tuan!"
__ADS_1
"Aku akan membawa istriku untuk tes DNA!" kata Jacob, lalu keluar dari ruang kerjanya.
Jacob menemui Naomi di taman belakang sedang memetik buah.
Naomi terlihat begitu serius dengan apa yang di kerjakan tangannya.
Istrinya itu begitu semangat melihat buah yang begitu banyak, dan sudah pada matang.
"Sayang!" panggil Jacob mendekati Naomi yang sedang memetik strawberry.
Naomi tersenyum melihat suaminya datang menemuinya ke halaman belakang.
"Ada hal penting yang harus kita lakukan sayang, apakah sudah selesai memetik buahnya?" tanya Jacob.
"Iya, sudah kak!" Naomi menghentikan tangannya memetik strawberry.
"Wah, banyak sekali!" Jacob melirik keranjang buah Naomi, "Biar aku saja yang bawa, Ayo!"
Jacob meraih keranjang yang penuh dengan buah hasil panen Naomi.
Mereka berjalan beriringan kembali ke dalam Mansion.
"Ayo, kita ke rumah sakit!" kata Jacob setelah meletakkan keranjang buah di meja dapur.
"Untuk apa ke rumah sakit kak?" tanya Naomi heran.
"Tes DNA!" jawab Jacob seraya menggenggam tangan Naomi untuk keluar dari dapur.
Naomi mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud dari perkataan suaminya itu.
"Don berhasil mendapatkan informasi tentang orang tuamu!" ucap Jacob menghilangkan rasa penuh tanda tanya Naomi.
Naomi pun akhirnya mengerti maksud dari perkataan suaminya itu.
Mereka pun pergi ke rumah sakit.
Bersambung.....
__ADS_1