Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
95. Aku bukan anak kecil...


__ADS_3

Jacob melihat pintu mobil itu terbuka, dan keluarlah beberapa lelaki bersama seorang wanita.


"Tuan, bukankah itu wanita yang tadi?" sahut Bodyguard Jacob melihat beberapa orang yang turun dari mobil itu.


Mereka terlihat mendekati mobil Jacob bersama wanita itu.


Setelah mereka mendekat, barulah Jacob tahu siapa lelaki yang bersama wanita itu.


Itu adalah Haikal.


Ternyata wanita itu atas suruhan Haikal untuk membuat dirinya terlihat bodoh.


Jacob merasa kelakuan Haikal membuat kesabarannya sudah di ambang batasnya.


Ini semua pasti masalah proyek di luar kota.


Tanah yang tadinya jadi bahan rebutan antar sesama pebisnis, yang akhirnya di dapatkan Jacob, membuat Haikal tidak senang.


Tanah itu sudah di upayakan Haikal dari tahun lalu untuk mendapatkan nya, tapi dengan mudahnya Jacob dapatkan.


Tanah yang bagus untuk membangun Hotel atau apartemen, karena tempatnya yang sangat asri dekat dengan sungai.


Membuat taman di dekat sungai akan membuat Hotel atau apartemen mewah menjadi semakin di minati para penyuka alam indah dan asri, dan jauh dari kota yang bising.


Masalah hak atas tanah sudah jelas, dan Jacob sedang membangun rumah santai di sana.


Rumah santai untuk kalangan yang menghadapi tekanan akibat stres dan depresi.


Alam yang asri dan udara yang bersih cocok untuk mereka yang menghadapi berbagai tekanan. Suasana yang tenang dan melakukan kegiatan yang di sukai di sana, akan dapat mengurangi beban yang membuat pikiran stress menjadi hilang.


Tanah yang luas itu di sulap menjadi seperti sebuah tempat yang sangat menyenangkan.


Tampak Haikal mendekati mobil Jacob.


Jacob yang sudah kesal melihat kelakuan Haikal seperti anak kecil, dengan cepat keluar dari dalam mobil.


Tanpa bicara lagi, Jacob melangkah dengan cepat menyambut ke datangan Haikal yang mendekati mobilnya.

__ADS_1


Kira-kira sudah tiga langkah lagi mendekati Haikal, kaki Jacob dengan ringan melompat dan melayangkan tinjunya ke wajah Haikal.


Pria berbadan kekar itu sudah cukup sabar menghadapi sikap arogan Haikal yang seperti anak kecil.


Tidak tahu tempat dan waktu, Haikal selalu saja membuat hari santainya menjadi tidak menyenangkan.


Dia perlu memberi pelajaran pada anak itu, agar tidak sesuka hatinya lagi mengganggu hidupnya.


Haikal tersentak mendapat pukulan dari Jacob, tubuh pria itu terhuyung ke belakang.


Dan belum sempat berdiri dengan benar, Jacob kembali melayangkan tinjunya mengenai rahang Haikal.


Haikal langsung tersungkur ke belakang dengan bokongnya menghantam aspal jalan.


"Kau selalu saja membuat masalah denganku, mengganggu waktu santai ku, brengsek!" sahut Jacob marah.


"Jacob hentikan!" teriak wanita yang tadi menyapanya dengan genit di tempat perlengkapan bayi.


"Tutup mulutmu! kau siapa berani berteriak padaku!" sahut Jacob menudingkan telunjuknya pada wanita itu.


"A..aku..aku!" wanita itu tidak bisa bicara karena aura Jacob yang menakutkan.


"Kau sungguh menjengkelkan, tidak tahu pada tempatnya, kau mengusik waktu santai ku!" ujar Jacob menggeram, "Aku bukan anak kecil yang sesuka hatimu mengganggu ku terus, apa mau mu, hah!"


Jacob mencengkram dengan erat kerah kemeja Haikal dengan erat.


"Aku mau kau menikahi sepupuku, aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi!" sahut Haikal dengan santainya.


"Apa katamu?! brengsek!" kembali tinju Jacob melayang ke wajah Haikal.


"Jacob hentikan!" teriak wanita itu mendekati Jacob, dan berusaha menarik tangan Jacob.


"Sialan! sialan! brengsek!" Jacob semakin menggila, dia paling benci di sentuh wanita yang tidak di sukainya.


Berkali-kali Jacob meninju wajah Haikal, sampai Haikal terkapar di aspal.


Sisi kejam Jacob keluar dengan bringas.

__ADS_1


Dirinya adalah seseorang yang berkuasa, seorang pecundang seperti Haikal mengatur hidupnya tanpa merasa malu sedikitpun.


Menganggap dirinya bisa di kendalikan Haikal dengan tidak tahu malunya.


Bibir Haikal mengeluarkan darah, Jacob menendang Haikal hingga terlempar beberapa langkah.


Beberapa anak buah Haikal mencoba melawan Jacob.


Dengan ganas Jacob menerjang mereka, melayangkan tendangan dan tinjunya dengan wajah pysco nya yang terlihat datar dan dingin.


Amarah Jacob sudah di atas maksimal, dengan membabi-buta Jacob menghajar satu persatu anak buah Haikal.


Tendangan dan tinjunya tidak bisa di hindari anak buah Haikal.


Harga diri Jacob rasanya tidak ada di buat Haikal, membuat pria kekar itu gelap mata.


Dalam sekejap semua anak buah Haikal terkapar di jalan, dan kembali Jacob menendang Haikal yang meringis kesakitan.


"Kau sudah memprovokasi ku, kau yang membuat aku tidak berbelas kasihan lagi padamu, jadi jangan salahkan aku, kalau aku berbuat sesuatu pada Group Nuo, sebelumnya aku sudah pernah peringatkan Ramon, jangan mengganggu hidupku, ternyata kalian tidak mendengarkan apa yang ku katakan, kali ini aku tidak memberi kesempatan lagi pada kalian!" ujar Jacob dengan nada tajam, "Kau menganggap diriku seperti anak kecil yang bisa kau perintahkan sesuka hatimu, brengsek!"


Jacob meninggalkan Haikal yang babak belur, lalu memandang wanita yang tadi menyentuhnya, yang masih berdiri tidak jauh dari medan tempur Jacob menghajar Haikal dan beberapa anak buah Haikal.


"Kau, wanita murahan, dasar perempuan genit!" Jacob dengan wajah datarnya dengan cepat mencengkram leher wanita itu, "Aku paling benci di sentuh wanita yang tidak ku sukai, kau perempuan tidak tahu malu mencoba merayu dan memprovokasi ku, sekali lagi kau mencoba tebar pesona lagi padaku, akan ku cekik sampai kehabisan nafas kau, mengerti!!" Jacob menatap tajam pada wanita itu dengan dingin, yang wajahnya sudah mulai terlihat memerah.


Tangan wanita itu memukul tangan Jacob agar melepaskannya, dia sudah kesulitan bernafas, dan urat nadi pada wajah wanita itu terlihat sudah menonjol.


"Kak! hentikan!" tiba-tiba terdengar suara Naomi yang begitu panik berteriak pada Jacob, karena mencekik wanita itu yang terlihat sudah mulai lemas.


Jacob spontan melepaskan cengkraman tangannya, dan wanita itu pun jatuh terduduk di jalan.


Nafasnya tersengal-sengal karena sudah bisa menghirup udara kembali.


Jacob sangat menakutkan kalau marah, wanita itu tidak ingin lagi mencoba mendekati Jacob.


Nyawanya hampir saja hilang karena mencoba untuk menarik perhatian Jacob.


Pria itu memang sulit untuk di dapatkan, dan dia tidak akan mau mencoba lagi untuk tebar pesona.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2