
Naomi melangkah mendekat pada Jacob yang sedang duduk di sofa, dan reflek Jacob pun berdiri dari duduknya.
"Ayo!" katanya dengan datar untuk menghilangkan rasa takjubnya tadi.
Memberikan lengannya untuk dirangkul oleh Naomi.
Naomi dengan sedikit ragu perlahan merangkul lengan Jacob, dan mengikuti langkah Jacob meninggalkan ruang tengah.
Dengan bertopang dengan lengan Jacob, langkah kaki Naomi yang memakai sepatu heels jadi terasa tidak begitu canggung.
Jacob membuka pintu mobil untuk Naomi, dengan hati-hati Naomi masuk kedalam mobil.
Lalu Jacob menutup pintu mobil, kemudian berjalan memutar ke pintu mobil satunya lagi.
Dan duduk disamping Naomi.
"Ayo, jalan!" sahut Jacob kepada sopirnya.
Mobil pun perlahan meninggalkan pelataran Mansion.
Sepanjang jalan Naomi dan Jacob tidak ada bicara.
Dan mereka pun akhirnya sampai di gedung Hotel tempat pesta.
Jacob merasa canggung untuk turun, dia tidak pernah lagi pergi ke pesta-pesta semenjak istrinya meninggal.
__ADS_1
Jacob menghela nafas sebentar untuk menghilangkan rasa tidak enak pada dirinya, baru setelah itu diapun turun dari mobil.
Naomi juga turun dengan hati-hati dari dalam mobil, dia takut gaun yang dipakainya tersangkut dan rusak.
Jacob menyodorkan lengannya pada Naomi, setelah gadis itu turun dari dalam mobil.
Karena ini didepan umum dan akan banyak orang, Naomi tidak akan canggung untuk merangkul Jacob.
Dia malah senang, karena dengan begini dia terlindungi dan akan berjalan dengan stabil karena memakai sepatu heels.
Mereka berjalan di karpet merah memasuki gedung aula Hotel dan telah di penuhi tamu undangan.
Naomi begitu takjub melihat suasana pesta orang kota dan kaya raya, ini sungguh meriah dan wanita-wanita nya terlihat berpakaian glamour.
Jacob membawa Naomi untuk berbincang dengan beberapa rekan bisnis yang mendekat padanya.
Wajah Jacob yang datar terlihat tidak senang dengan candaan rekan bisnisnya tersebut, dia tidak menjawab apa yang dikatakan lelaki itu.
Jacob meraih gelas jus dari atas meja dan memberikan nya kepada Naomi.
"Minumlah!" ujar Jacob.
"Terimakasih kak!"
Naomi menerima gelas jus yang diberikan Jacob kepadanya, dan meminumnya dengan perlahan.
__ADS_1
Wah, enak! pikir Naomi memandang gelas jus yang dipegangnya.
Jacob masih tetap membiarkan Naomi merangkul tangannya, dia merasa canggung juga kalau kosong tangan tanpa ada yang berdiri di sampingnya.
"Apakah kau mau makan?" tanya Jacob pada Naomi.
"Iya, mau kak!" angguk Naomi dengan cepat.
Jacob membawa Naomi ke meja panjang yang penuh dengan berbagai macam menu makanan.
Akhirnya Jacob tidak memperdulikan rekan bisnisnya yang akan mengobrol dengannya, Jacob mau mengurus Naomi dulu karena ini jam waktunya untuk makan malam.
Naomi memilih beberapa menu makanan kedalam piringnya, setelah piringnya penuh dengan makanan, Naomi mencari tempat untuk duduk.
"Kemari!" panggi Jacob.
Naomi melihat Jacob menarik satu kursi dimeja bundar untuk khusus undangan yang akan makan.
Naomi kemudian duduk di kursi yang ditarik Jacob tersebut.
Dan Jacob menarik kursi disebelah Naomi, dia juga ikut makan bersama Naomi.
"Oh, ternyata anda ada disini Tuan, saya mencari anda dari tadi!" sahut seorang lelaki yang kelihatannya lebih tua sedikit dari Jacob.
Lelaki itu datang dengan seorang wanita yang diperkirakan usianya sekitar dua puluh delapan tahun atau lebih.
__ADS_1
Bersambung.....