
Sesampainya di Mansion, Naomi melihat Jacob tengah duduk di ruang tamu sedang menunggunya pulang sambil mengerjakan sesuatu di laptopnya.
Begitu melihat Naomi memasuki ruang tamu, Jacob menutup laptopnya.
"Kakkk...!" sahut Naomi menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Jacob.
Lalu kemudian Naomi menangis dengan kencang.
Tentu saja Jacob jadi terkejut melihat istrinya begitu pulang langsung menangis.
"Kenapa sayang, siapa yang menindas mu, katakan!" sahut Jacob mulai marah melihat Naomi menangis, dia paling tidak suka miliknya di ganggu oleh orang lain.
"Katakan!" sahut Jacob memandang Bodyguard yang dipekerjakan Jacob untuk menjaga Naomi.
"I..itu Tuan, putri Group Marco, tadi di Mall marah-marah pada Nona Naomi!" jawab Bodyguard Naomi.
"Sialan! mereka mau cari masalah lagi padaku ya, melepaskan wanita gila itu untuk mengganggu keluargaku, rasanya aku tidak perlu berbelas kasihan lagi pada mereka!" ujar Jacob menahan emosinya.
"Kakk...wanita itu jahat, dia jahat kakk!" tangisan Naomi semakin menjadi-jadi, membenamkan wajahnya semakin dalam ke ceruk leher Jacob.
"Iya sayang, aku akan memperingati mereka agar jangan mengganggu lagi, aku kali ini benar-benar akan bertindak dengan kejam!" kata Jacob sembari mengelus punggung Naomi dengan lembut.
"Dia..wanita itu, mengatakan kalau dia yang telah menyingkirkan kak Nora, kau harus menyelidiki kematian kakakku, kak!" sahut Naomi semakin menangis dan semakin erat memeluk Jacob.
Tubuh Jacob tiba-tiba membeku mendengar apa yang dikatakan Naomi.
"Apa? katakan sekali lagi, apa yang kau katakan sayang!" Jacob menarik Naomi dari pelukannya, lalu memegang ke dua bahu Naomi dan sedikit mengguncangnya karena merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Dia, wanita jahat itu! mengatakan kalau dia yang telah menyingkirkan kak Nora, huaaa...!" tangis Naomi kembali meledak, "Aku sangat marah saat dia mengatakan itu, aku ingin menarik rambutnya, dan menampar mulutnya sampai dia minta ampun bertekuk lutut, aku benar-benar marah...huaaa!"
Naomi kembali menghamburkan dirinya kedalam pelukan Jacob, membenamkan wajahnya ke dada Jacob.
__ADS_1
Tubuh Jacob seketika menegang menahan emosi, wajahnya terlihat menggelap.
Tangannya perlahan mengelus kepala Naomi dengan lembut, dia jadi shock mendengar penjelasan Naomi yang membuat dia tidak bisa berkata apa pun.
Jadi, kematian Nora tidak wajar, pantas saja waktu itu tiba-tiba kondisi Nora semakin melemah, dan dalam satu malam penyakit Nora tidak tertolong lagi.
Jadi, ada seseorang yang manipulasi kematian Nora, sehingga Nora tidak bisa tertolong lagi.
"Wanita itu benar-benar berbahaya Tuan, dia berupaya ingin menyingkirkan Naomi, dari perkataannya..sepertinya dia akan melakukan apa yang di ucapkan nya dari mulutnya!" sahut Bodyguard Naomi.
"Panggil Don!" sahut Jacob.
"Baik Tuan!" angguk Bodyguard Naomi, membungkukkan sedikit tubuhnya dengan sopan, lalu berbalik meninggalkan ruang tamu tersebut.
"Sudah sayang, jangan menangis lagi, aku akan selidiki lagi tentang kematian Nora, kalau ternyata benar wanita itu dibalik dalang kematian Nora, aku akan membereskan mereka dengan kejam!" kata Jacob dengan tekanan nada yang tegas, dia pria yang tidak suka pada seseorang yang berbuat curang padanya.
Sikap kejamnya akan keluar tanpa bisa di kontrolnya.
"Selidiki tentang kematian Nora, dan cctv di rumah sakit saat dia dirawat dulu, jangan terlewatkan tanggal dan kunjungan siapa saja yang masuk ke dalam ruang inap Nora!" sahut Jacob memberi arahan pada Don.
Don terdiam ditempatnya mendengar apa yang dikatakan Jacob.
Kematian Nora tiga tahun lalu, seingat Don adalah kematian yang wajar, karena penyakit Leukimia nya yang tidak bisa tertolong lagi.
"Kenapa masih berdiri disitu, pergi selidiki secepatnya!" sahut Jacob menatap Don dengan tajam.
"Kenapa anda menyelidiki kematian Nyonya Nora, bukankah kematian nya karena penyakit Leukimia?" tanya Don masih tidak mengerti.
"Pokoknya kau pergi selidiki, kalau ada hal yang mencurigakan selidiki saja terus!" sahut Jacob menjelaskan.
"Baik Tuan!" angguk Don mengerti.
__ADS_1
Dia langsung mengerti kalau ada sesuatu yang terlewat, yang mereka tidak ketahui, melihat Nyonya kecilnya menangis di pangkuan Jacob.
Pasti ada sesuatu tentang kematian almarhum istri Jacob yang tidak wajar.
Don meninggalkan ruang tamu dengan pikiran yang mulai mengingat-ingat kejadian tiga tahun lalu, penyakit Nyonya besarnya yang dinyatakan tidak bisa selamat lagi.
Jacob diruang tamu masih memangku Naomi yang masih terisak dengan sedihnya.
Tangannya dengan lembut terus saja mengelus kepala Naomi, agar istrinya itu kembali tenang.
Jacob mengecup puncak kepala Naomi.
Perlahan pria itu menggendong istrinya dengan posisi yang masih menempel memeluk tubuhnya.
Membawa Naomi naik ke atas menuju kamar mereka.
Tangis Naomi sudah mereda, tapi rasa sedih yang dia rasakan masih ada.
Tubuh mungil Naomi diletakkan Jacob dengan lembut ke atas tempat tidur, membaringkan tubuh istrinya dengan pelan.
"Jangan sedih lagi, kita akan menyelidiki kematian Nora, kau bisa melampiaskan amarahmu pada wanita itu, jika benar dia memanipulasi kematian Nora!" kata Jacob dengan lembut, lalu mengelap pipi Naomi yang basah oleh air matanya.
Naomi mengangguk, dan satu kecupan mendarat dibibir Naomi.
"Apakah kau mandi, atau istirahat sebentar sayang?" tanya Jacob, lalu menyelipkan rambut Naomi kebalik telinga istrinya itu.
"Mau mandi kak!" kata Naomi pelan.
"Baiklah, ayo mandi, aku akan bantu kau membersihkan badan!" kata Jacob tersenyum.
Lalu mengangkat kembali tubuh Naomi, dan membopongnya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Bersambung.....