Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
79. Melakukan yang lebih kejam.


__ADS_3

Kembali Rose berteriak pada Dokter pribadinya itu, wanita itu begitu emosi karena rahasia yang ditutupi selama ini akhirnya terbongkar juga.


Dan kedua orang tua nya terdiam tidak bisa berkata untuk membela wanita itu, begitu juga dengan pria sebagai kakaknya itu diam membeku ditempatnya.


Don menarik satu lagi Dokter yang masih berdiam diri ditempatnya.


Dua Dokter itu menghadap kepada ketiga anggota keluarga Rose tersebut.


"Katakan, apa yang ingin kau katakan!" sahut Don menarik lakban yang menutup mulut Dokter itu.


"Semua yang kami lakukan murni atas rencana Nona Rose, Tuan...Nyonya, kami tergoda dengan bayaran yang diberikan Nona Rose, dia mengatur semua rencana untuk melenyapkan Nona Nora, memanipulasi berkas rekap medis Nona Nora, dan mengatur bahwa kematian Nona Nora karena penyakitnya sudah Kronis dan tidak bisa diselamatkan!" kata Dokter itu menjelaskan sembari menundukkan wajahnya dalam-dalam.


"Aaa...brengsek! kalian dasar iblis! kalian telah membunuh kakakku, kalian memang bajingan! kembalikan kakakku!" Naomi tiba-tiba menjerit histeris, hatinya begitu sakit mendengar kematian kakaknya telah di rencanakan wanita depresi tersebut bersama dua Dokter pribadi nya.


Naomi berlari menuju Dokter itu, lalu mengambil benda apa saja yang ada didekatnya, dan memukulkannya pada tubuh Dokter itu.


Dokter itu sontak terkejut, dan mengaduh kesakitan.


Dada Naomi begitu sakit mendengar penjelasan Dokter itu, Naomi kesal sekali melihat Dokter itu tampak begitu tenangnya menjelaskan kronologi tentang cara mereka memalsukan kematian Nora.


Naomi menendang kursi tempat duduk Dokter itu diikat, dan kursi itu pun terjatuh ke lantai bersama Dokter tersebut.


"Brengsek! kalian brengsekkkk! kembalikan kakakku!" jerit Naomi histeris, Naomi pun menangis dengan pilunya.


Hatinya sakit sekali, benar-benar sangat sakit!


Ibu Rose sedari tadi sudah menangis mendengar penjelasan ke dua Dokter tersebut, hatinya hancur mengetahui putrinya yang lembut ternyata selama ini hanya mencari perhatian saja.

__ADS_1


Jacob meraih Naomi ke dalam pelukannya, hatinya juga begitu sakit mengetahui kematian Nora direncanakan oleh sahabatnya sendiri.


"Dia layak mendapatkannya, seorang wanita miskin yang mendadak jadi putri orang kaya, dia mencoba menyaingi ku, dia pikir bisa! memangnya dia siapa, hanya seorang anak adopsi saja, dia tidak bisa mengalahkan ku, dan dia merayu lelaki yang aku sukai, dia layak aku singkirkan!" sahut Rose dengan senyuman menyeringai yang terlihat menyeramkan.


Mendengar perkataan Rose tersebut, emosi Naomi semakin naik.


Naomi melepaskan pelukan Jacob, lalu berjalan cepat menuju ke arah Rose.


Dengan sekuat tenaga Naomi menarik rambut wanita itu, hingga kursi yang diduduki Rose terbalik kesamping bersama tubuh Rose yang diikat.


Naomi kemudian menendang kursi tersebut, sehingga membentur tiang yang tadi tempat mengikat kursi itu.


"Kau wanita iblis, kembalikan kakakku! brengsek!" jerit Naomi dengan kencang.


Kembali Naomi dengan kalap menarik rambut Rose dengan kuat, sampai wanita depresi itu menjerit kesakitan.


"Jacob! hentikan istrimu, adikku sudah kesakitan!" teriak kakak wanita depresi tersebut.


Mendengar teriakan pria itu, sontak Naomi menghentikan tarikannya pada rambut Rose.


Naomi memungut benda apa saja yang ada didekatnya, lalu melemparkan nya pada pria itu.


Bukk!


Benda itu mengenai tubuh pria itu.


"Aaa...!" pria itu terkejut bukan main, lemparan Naomi begitu sakit megenai tubuhnya.

__ADS_1


"Kau mencoba membela adikmu yang sudah membunuh kakakku! kalian memang keluarga brengsek! tidak punya otak, aku mau kalian menderita, aku tidak rela kalian bisa hidup dengan tenang! aku tidak terima!" teriak Naomi dengan amarah yang meluap.


Pria itu terdiam mendengar apa yang dikatakan Naomi.


"Dengar apa yang dikatakan istriku, Haikal? aku akan melaksanakan apa yang sudah dikatakan nya, jadi bersiaplah kalian menanggung akibat yang telah di perbuat oleh adik kesayangan mu itu!" sahut Jacob dengan dingin.


"Jacob, aku tidak tahu adikku ternyata melakukan hal sadis seperti itu, aku akan mendisiplin adikku, sudah tiga tahun berlalu, maafkanlah adikku!" sahut pria bernama Haikal tersebut.


Wajah Jacob spontan menggelap mendengar apa yang dikatakan pria itu.


Dengan cepat Jacob menghampiri wanita depresi yang teronggok dilantai bersama dengan tempat duduknya itu.


Aura kejam Jacob keluar mendengar permohonan Haikal tersebut.


Dengan tubuhnya yang besar dan kekar itu, dengan ringan tangan Jacob mencekik leher Rose sembari mengangkat tubuh wanita itu, dan kursi tempat mengikat tubuh Rose kembali tegak seperti semula.


"Jacob! hentikann!!" jerit Haikal histeris melihat adiknya meregang tidak bisa bernafas.


"Hentikan Jacob!" teriak pria paruh baya yang sedari tadi diam saja karena shock, dia terlihat panik melihat putrinya meregang tidak bisa bernafas.


Melihat Rose sudah mulai lemas, dengan kasar Jacob melepaskan tangannya dari leher wanita itu.


"Kurung dia di rumah sakit jiwa, pastikan dia selamanya di sana, dan kembalikan keluarganya ke rumah mereka!" perintah Jacob dengan tajam pada Don.


"Baik Tuan!" jawab Don mengangguk dengan patuh.


"Kau!" Jacob menudingkan telunjuknya kepada Haikal, "Jangan memohon atas nama adikmu yang gila itu! kau pikir aku tidak bisa melakukan hal yang lebih kejam pada adikmu itu, dia terlihat begitu bahagia melenyapkan nyawa Nora, dan kau! mencoba untuk mengiba meminta aku mengampuninya, jangan mimpi! akan ku siksa adikmu itu!"

__ADS_1


Setelah memberikan arahan kepada anak buahnya, Jacob membawa kembali Naomi ke Mansion.


Bersambung.....


__ADS_2