Jangan Mendekat Gadis Kecil

Jangan Mendekat Gadis Kecil
74. Ruang penyekapan.


__ADS_3

Sepanjang jalan Rose berteriak terus tanpa henti, mengatakan kalau dia tidak bersalah, dan bukan dia yang melakukan semua yang ada di dalam rekaman cctv.


Karena begitu berisik, Don menutup mulut Rose dengan lakban.


Lalu menutup wajah Rose dengan kain hitam, agar wanita itu tidak mengetahui kemana dirinya akan di bawa.


Mobil yang di kemudikan Don, perlahan memasuki pelataran halaman Mansion Jacob.


Mobil itu tidak berhenti di lobby pintu utama Mansion, tapi terus berjalan memasuki sebuah jalan di pelataran samping Mansion menuju halaman belakang.


Sementara mobil Jacob berhenti di lobby pintu utama Mansion.


Mobil Don terus berjalan menuju sebuah Paviliun kecil di halaman belakang Mansion, dekat sebuah hutan buatan.


Sepanjang jalan menuju Paviliun, jalan terlihat temaram karena di terangi lampu jalan yang tidak begitu terang.


Di sepanjang jalan tumbuh pohon besar yang di tanam rapi menuju Paviliun, membuat suasana jalan semakin temaram dan gelap.


Halaman kecil Paviliun terlihat kotor oleh daun-daun kering yang tidak pernah di bersihkan.


Setelah mobil berhenti di depan Paviliun, Don bergegas turun, lalu menarik Rose keluar dari dalam mobil.


Tubuh wanita itu terus saja menggeliat meronta ingin di bebaskan, tapi Don sedikitpun tidak ada rasa prihatin.


Setelah mereka melihat rekaman cctv hasil perbuatan Rose, ternyata wanita itu adalah wanita yang berdarah dingin, tidak punya rasa belas kasihan pada seseorang yang sedang sekarat di tempat tidur pasien.


Don membawa Rose masuk kedalam Paviliun, dan dengan kencang membuka pintu Paviliun.


Ruangan Paviliun terlihat tidak terawat, ruangan agak gelap karena hanya dua lampu kecil yang menyala di sudut ruangan dan di tengah ruangan.


Paviliun itu tampaknya sudah lama tidak di urus lagi, karena memang sengaja tidak di rawat.


Sebuah pintu masuk ke bagian ruangan dalam Paviliun di buka Don, dan ternyata ruangan dalam Paviliun terlihat begitu luas juga.


Ruangan dalam terlihat lebih terang, ada beberapa Bodyguard di dalam ruangan itu berjaga-jaga.


Ruangan itu terlihat seperti ruangan khusus untuk penyekapan, terlihat dari temboknya dirancang anti kedap.


Suara jeritan atau teriakan apapun dari dalam ruangan tersebut, tidak akan terdengar keluar Paviliun.

__ADS_1


Dalam ruangan tampak ada dua pria di ikat pada kursi, tangan mereka diikat ke belakang punggung mereka.


Don, menarik penutup muka Rose.


Dan wanita itu membuka matanya lebar-lebar, lalu melihat sekelilingnya dengan pandangan nanar.


Dan matanya terbelalak melihat dua pria yang diikat di kursi tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Wanita itu mencoba bicara, tapi karena mulutnya di lakban, hanya suara 'mmm' saja yang terdengar.


Don menarik wanita itu ke sebuah kursi, dan Rose dengan sekuat tenaga mencoba menahan dirinya agar tidak di bawa Don ke kursi tersebut.


Dengan paksa Don menarik lengan wanita itu, lalu menarik kursi tersebut, dan menghempaskan bokong wanita itu untuk duduk ke kursi tersebut.


Don melepaskan ikatan pada tangan wanita itu, lalu setelah melepas pengikat tangan wanita itu, Don dengan cepat memutar lengan wanita itu kebelakang punggungnya.


Lalu kembali mengikatnya ke kursi.


Rose terus saja berontak untuk melepaskan diri, tapi tenaganya kalah kuat dari Don.


Terpaksa dia pasrah diikat Don kembali.


Don lalu meninggalkan Rose dengan ke dua pria yang menjadi sandera dengan tiga orang Bodyguard yang duduk tidak jauh untuk menjaga mereka agar tidak bisa melarikan diri.


"Jaga mereka, jangan ladeni kalau mau menginginkan apa pun!" kata Don memberi arahan pada rekannya tersebut.


Ketiga Bodyguard itu menganggukkan kepala mereka.


Lalu Don pun meninggalkan Paviliun itu.


Sementara di Mansion, Jacob saat masuk ke dalam kamar, Naomi tengah bermalas-malasan di tempat tidur sambil membuka laptopnya.


Naomi sedang mengerjakan tugas kuliahnya.


"Kak!" panggil Naomi begitu Jacob masuk ke dalam kamar.


"Aku pulang sayang!" sahut Jacob.


Jacob menghampiri Naomi di tempat tidur, lalu mendaratkan kecupannya di kening istrinya itu.

__ADS_1


"Apa yang kau kerjakan sayang?" tanya Jacob.


"Tugas kuliah" jawab Naomi, lalu menutup laptopnya.


"Kau sudah makan malam?" tanya Jacob seraya meletakkan bokongnya ke tepi tempat tidur.


"Belum kak, aku menunggumu" jawab Naomi.


"Kenapa tidak makan lebih dahulu? ini sudah lewat jam makan malam!" ujar Jacob tidak suka dengan tindakan Naomi menunggunya makan malam.


Jacob takut istrinya itu terkena sakit mag.


"Aku ingin makan malam bersama dengan mu kak!"


"Baiklah, Ayo makan!" ajak Jacob seraya bangkit dari duduknya.


Naomi meletakkan laptopnya ke samping, dan sekali angkat, Jacob membopong istrinya itu.


"Kak!" jerit Naomi kaget.


Jacob hanya tersenyum saja mendengar suara kaget Naomi.


Dengan ringan tubuh Naomi dibopong Jacob keluar dari dalam kamar mereka, pria bertubuh tinggi dan kekar itu ingin selalu memanjakan istrinya dengan kasih sayangnya.


Dia ingin menjaga tubuh Naomi selalu sehat, karena Jacob ingin tubuh istrinya itu tetap kuat saat nanti akan mengandung anaknya.


Tubuh mungil Naomi pasti akan cepat lelah dan letih, kalau mereka melakukan aktivitas mereka sebagai suami-istri.


Cintanya yang dalam pada Naomi, membuat Jacob selalu khawatir akan keadaan tubuh Naomi saat melayani tubuhnya yang besar.


Setelah mereka menikah, Jacob memperlakukan Naomi bak porselin yang mudah pecah, selalu berhati-hati dan menjaga Naomi dengan ketat.


Jacob membawa Naomi ke ruang makan, dengan lembut Jacob meletakkan Naomi duduk di kursi.


Bibi Koki dan dua Pelayan lainnya, menyiapkan makan malam mereka.


Suami-istri pengantin baru itu kemudian mulai menyantap makan malam mereka yang terlewat.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2