
Tidak berapa lama mereka pun sampai di Mansion, Jacob terpaksa menghentikan ciumannya.
Lalu Jacob membetulkan pakaian Naomi yang awut-awutan, kemudian membopong Naomi masuk kedalam Mansion.
Menaiki tangga dengan langakah tenang membopong tubuh Naomi, seperti tidak merasakan beban berat pada tubuh Naomi.
Jacob mendorong pintu kamar Naomi, lalu meletakkan tubuh Naomi dengan lembut disofa.
"Apakah kau masih lapar? Aku akan menyuruh Bibi untuk membawakan makananmu kemari kalau masih lapar!" kata Jacob setelah meletakkan Naomi disofa.
"Aku tidak lapar kak, aku mau membersihkan diri dulu!" kata Naomi, lalu bangkit berdiri.
"Apakah perlu kubantu?" tanya Jacob.
"Tidak kak, biar aku sendiri!" kata Naomi sembari berjalan menuju kamar mandi.
"Baiklah, aku juga mau membersihkan diri!" sahut Jacob, lalu membuka pintu kamar Naomi.
Malam ini Jacob berencana akan tidur dikamar Naomi.
Setelah selesai makan malam, Jacob masuk ke ruang kerjanya menyusun acara pernikahan mereka untuk esok hari.
__ADS_1
"Bagaimana, apakah sudah kau selesaikan apa saja yang akan kita lakukan esok hari?" tanya Jacob pada Don.
"Iya, sudah ku atur sesuai apa yang anda inginkan, aku sudah memberitahu beberapa orang kita untuk berjaga dihari anda melangsungkan Pemberkatan dan Resepsi pernikahan anda Tuan!" kata Don menjelaskan.
"Ya, usahakan untuk menggandakannya, aku merasa akan ada sesuatu yang akan merusak hari sakral pernikahanku esok hari, jangan lengah!" ujar Jacob untuk mengingatkan Don lagi.
"Baik Tuan, aku mengerti!" angguk Don.
Setelah mereka selesai membicarakan dan membahas hal apa saja yang perlu dilakukan esok hari, Don kemudian pamit undur diri.
Setelah Don pergi, Jacob diam ditempat duduknya dengan tatapan merenung.
Lalu matanya memandang ke dinding ruang kerjanya, menatap satu foto besar yang tergantung disana.
"Nora, terimakasih sudah mengadopsi Naomi menjadi adik angkatmu, kau sepertinya...jauh sebelumnya sudah menyediakan seseorang untuk menggantikan dirimu untukku!" kata Jacob pelan, menangkup kedua telapak tangannya diatas meja kerjanya.
"Aku akan menjaga dan melindunginya, aku tidak tahu apa jadinya diriku tanpa Naomi datang masuk kedalam hidupku!" kata Jacob lagi menatap foto tersebut.
"Aku pasti seperti zombie hidup yang tidak memiliki perasaan cinta sama sekali, setelah kau tidur dalam kematian, aku tidak merasakan arti dari mencintai lagi!" Jacob mengusap wajahnya, merasa ada rasa perih dimatanya.
"Tapi saat pertama kali melihat Naomi, tubuhku yang mati karena cinta, bangun kembali...dan semakin terasa memanas membara, karena merasakan cinta yang ku rasakan ini, membuat aku tidak bisa berjauhan dengan Naomi!"
__ADS_1
Jacob diam sejenak, perlahan ia menghela nafasnya untuk melanjutkan ceritanya.
"Selama kita menikah kau tidak bisa memberikan seorang putra ataupun putri untukku, semoga dengan Naomi aku akan memiliki keturunan yang akan mewarisi usahaku kelak!" kembali Jacob menghela nafasnya.
Lalu perlahan bangkit dari duduknya, berjalan menuju foto yang tergantung di dinding ruang kerjanya tersebut.
Tangan Jacob perlahan menyentuh dan menelusuri pinggiran pigura foto, menatap wajah mendiang istrinya yang tersenyum manis.
"Terimakasih Nora!" ucap Jacob lagi.
Lalu Jacob keluar dari ruang kerjanya, dan dengan langkah tenang menaiki tangga menuju lantai atas.
Tangan Jacob membuka pintu kamar Naomi, lalu masuk kedalam, dan menutup pintu kamar kembali dengan pelan.
Lampu kamar sudah padam, dan kamar terlihat temaram dengan lampu tidur diatas nakas.
Naomi terlihat sudah tidur dibawah selimut.
Jacob dengan pelan naik keatas tempat tidur, lalu bergabung masuk ke balik selimut.
Menarik Naomi merapat padanya, memeluk tubuh mungil Naomi, lalu memejamkan matanya untuk ikut tidur menyusul Naomi yang sudah terlelap dengan nyenyaknya.
__ADS_1
Bersambung.....