
Bulan madu yang sudah direncanakan Jacob benar-benar membuat Naomi sangat menyukainya, gadis mungil yang akan memasuki usia dua puluh satu tahun itu menyukai momen setiap waktu yang mereka habiskan.
Naomi menjadi lebih agresif kepada Jacob, selalu lebih dulu berinisiatif menggoda dan bermanja-manja pada Jacob.
Itu membuat Jacob sangat menyukai apa yang di lakukan Naomi, kemanjaan Naomi yang begitu menggemaskan, membuat Jacob semakin menyayangi dan mencintai istrinya itu.
Dan, terutama Naomi yang agresif, membuat Jacob begitu mendamba apa yang dilakukan Naomi saat menyentuh tubuhnya, belain tangan kecil istrinya menyentuhnya, membuat Jacob selalu ingin merasakannya.
Ini pernikahan yang sangat didambakan Jacob, merasakan kehidupan rumah tangganya yang selalu romantis.
Jujur diakui Jacob kalau dia tidak pernah mengalami hal seperti ini saat dulu berumah tangga dengan almarhum istrinya.
Pagi ini Jacob membawa istrinya berjalan-jalan di tepi pantai, menikmati sinar mentari yang terasa hangat dengan angin laut yang menyegarkan.
Jacob menggendong Naomi di punggungnya, berjalan ditepi pantai sambil bersenda gurau dengan istrinya tersebut, benar-benar pemandangan yang sangat Naomi sukai.
Kasih sayang yang diberikan Jacob, serasa membayar kerinduan Naomi terhadap orang tuanya yang tidak pernah dikenalnya.
Naomi mengalungkan lengannya ke leher Jacob, dan meletakkan pipinya menempel dipunggung Jacob.
Naomi menyukai aroma tubuh suaminya itu, bibirnya tersenyum bahagia, dia menikahi seorang pria yang dirumorkan banyak orang pria yang kejam dan dingin.
Tapi pada kenyataannya tidak seperti yang dirumorkan, Jacob hanya kejam dan dingin pada siapa saja yang mencoba mengusik hidupnya.
Jacob sebenarnya seorang pria yang lembut dan hangat, pria yang bertanggung jawab, dan penuh cinta kasih.
"Kak..!" panggil Naomi.
__ADS_1
"Ya sayang..!" jawab Jacob sembari terus berjalan menggendong Naomi di punggungnya.
"Kira-kira anak kita nanti mirip dengan siapa ya?" tanya Naomi sembari tersenyum membayangkan seorang bayi yang akan dilahirkannya, bayi lucu benih dari Jacob.
Langkah Jacob terhenti mendengar pertanyaan Naomi itu, tiba-tiba dadanya berdebar-debar mendengar kata 'bayi'.
"Aku ingin bayi kita mirip denganmu kak!" sahut Naomi mengeratkan pelukan tangannya.
Jacob menatap laut lepas, perasaannya campur aduk mendengar Naomi mengatakan tentang bayi mereka, ada semacam perasaan yang sulit di ungkapkan Jacob.
Perasaan bahagia, senang, tidak percaya kalau dia akan menjadi seorang Ayah suatu saat nanti, perlahan sudut bibir Jacob menyunggingkan senyuman.
"Perpaduan kita berdua sayang, tentu saja akan mirip denganmu juga!" sahut Jacob tersenyum.
"Iya, benar! aku ingin lebih cenderung mirip dengan kakak, tampan, hebat dan pintar!" sahut Naomi tersenyum bahagia membayangkan seorang bayi lelaki yang mirip dengan Jacob.
Perlahan Jacob menurunkan tubuh istrinya, lalu berbalik menghadap pada istrinya itu.
Jacob menangkup wajah Naomi dalam kedua telapak tangannya, lalu menunduk mengecup bibir Naomi.
"Dan, kalau bayi perempuan..mirip denganmu sayang, cantik dan pintar juga seperti dirimu!" senyum Jacob terus saja merekah menatap wajah istrinya tersebut.
Naomi tersenyum lebar mendengar perkataan Jacob, dia juga merasa bahagia mendengar Jacob memuji dirinya cantik dan pintar.
"Iya, terimakasih kak sudah memujiku!" ucapnya senang.
Naomi mengalungkan tangannya ke leher Jacob, lalu berjinjit mengecup bibir Jacob.
__ADS_1
Jacob melingkarkan tangannya di pinggang Naomi, menahan tubuh mungil istrinya untuk menyambut kecupan bibir Naomi.
Jacob membalas ciuman Naomi, mereka berciuman dengan lembut dan perlahan, menumpahkan perasaan bahagia dan cinta yang dalam.
Bulan madu yang begitu romantis, membuat pasangan itu semakin terikat dengan cinta yang semakin mendalam dan penuh gairah.
Dan tidak terasa mereka telah menghabiskan waktu bulan madu mereka, dan saatnya mereka untuk kembali pulang ke kota mereka.
Mobil anti peluru Jacob perlahan meninggalkan Villa, meninggalkan kenangan bulan madu yang begitu berkesan pada Naomi.
Dengan manja Naomi duduk dipangkuan Jacob, menyenderkan kepalanya ke dada suaminya tersebut.
Tangan Jacob merangkul pinggang istrinya dengan perasaan bahagia, menyukai istrinya yang manja padanya.
Sesampainya di bandara, mobil perlahan naik kedalam pesawat.
Pesawat pun perlahan bergerak naik ke udara membawa kembali pasangan suami-istri tersebut kembali ke kota mereka.
Saat sesampainya di Mansion, Naomi terlelap dalam pangkuan Jacob.
Para pelayan yang menyambut kedatangan Jacob dan Naomi, tersenyum simpul melihat Nyonya kecil mereka tertidur dalam bopongan Jacob.
Dengan lembut Jacob meletakkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur mereka dikamar utama.
Jacob mengecup kening istrinya dengan lembut, lalu menyelimuti tubuh istrinya itu dengan selimut.
Bersambung.....
__ADS_1