
Tiga hari berada di rumah sakit, akhirnya hari ini Syafiq sudah diperbolehkan untuk pulang dan kembali ke rumah. Tentu saja Syafiq dan Sena langsung pulang ke rumah Ayah Steven. Dan karena hari ini adalah merupakan hari kerja, jadi hanya Sheila, dan Safa yang menjemput Syafiq dan Sena dari rumah sakit.
"Kakak langsung naik aja ya, istirahat. Kan kata Kikan tadi kakak masih harus banyak-banyak istirahat biar cepet pulih," kata Sheila mengingatkan saran dari Kikandrya ( putri kedua Ken dan Santi yang menjadi dokter ) sebelum mereka membawa Syafiq pulang ke rumah tadi.
"Iya, Bun," balas Syafiq.
"Sena, kamu temenin suami kamu istirahat, ya," kata Sheila lagi, kali ini kepada Sena yang masih setia menggandeng lengan kanan Syafiq.
"Baik, Bun," balas Sena juga. "Ayo kak, kita naik!"
Syafiq menganggukkan kepalanya.
"Kami ke atas dulu ya, Bun, Safa," pamit Sena kepada Sheila dan Safa.
"Iya."
"Oke, kak."
Balas Sheila dan Safa bersamaan. Sena kemudian mengajak Syafiq untuk naik ke lantai atas, menuju ke kamar mereka.
"Kunci pintunya, sayang," perintah Syafiq begitu mereka berdua memasuki kamar mereka.
Mengernyitkan keningnya heran, namun Sena tidak membantah perintah dari suaminya tadi. Sena pun kemudian mengunci pintu kamar mereka. Setelah itu Sena kembali menuntun Syafiq lalu membantunya untuk duduk di tepi tempat tidur.
"Kakak mau minum? Biar aku ambilin," tawar Sena.
"Boleh deh."
Sena kemudian beranjak ke meja nakas di sebelah tempat tidur dan menuangkan air putih dari pitcher ke dalam gelas.
"Ini kak," kata Sena seraya menyerahkan gelas berisi air putih tersebut kepada Syafiq.
"Makasih ya, sayang."
"Sama-sama, kak."
Syafiq menerima gelas dari tangan Sena kemudian meminum airnya sampai habis. Setelah itu Sena lalu mengambil gelas kosong dari tangan Syafiq kemudian meletakkannya kembali ke atas meja nakas.
"Duduk sini, sayang," panggil Syafiq seraya menepuk-nepuk space kosong di sebelahnya.
Sena tersenyum. Mulai membiasakan diri dengan panggilan 'sayang' dari suaminya itu ketika mereka hanya sedang berdua saja. Sena kemudian mendudukkan dirinya di sebelah suaminya itu.
"Ada apa, kak?" tanya Sena lembut.
Bukannya menjawab pertanyaan dari istrinya itu, Syafiq justru langsung memeluk Sena erat dan menciumi puncak kepala Sena berkali-kali.
"Kakak kangen banget sama kamu, sayang," bisik Syafiq.
"Kan dari kemarin-kemarin aku nemenin kakak terus di rumah sakit. Kok masih kangen aja sih?" tanya Sena heran dengan tertawa kecil.
Syafiq sedikit melerai pelukan mereka.
"Bukan kangen yang itu, kangen yang lain," jawab Syafiq yang kemudian langsung menyatukan bibirnya dengan bibir mungil istri cantiknya itu.
__ADS_1
Syafiq mulai m e l u m a t perlahan bibir mungil Sena yang sudah menjadi candu baginya itu. Sena pun membalas segala rayuan Syafiq pada bibirnya dengan sama intens-nya. Ciuman panas keduanya baru terlepas setelah masing-masing dari mereka merasa sesak karena kehabisan nafas. Dengan nafas yang masih memburu Syafiq menyatukan keningnya dengan kening Sena.
"Kakak menginginkan kamu, sayang," bisik Syafiq di depan wajah Sena.
"Tapi kakak masih butuh banyak istirahat," Sena mencoba mengingatkan.
"Justru setelah ini kakak pasti bisa tidur dengan sangat nyenyak, sayang," balas Syafiq meyakinkan.
Melihat keterdiaman Sena yang terlihat pasrah, Syafiq kemudian kembali menyatukan bibir mereka berdua. Perlahan, Syafiq pun mulai merebahkan tubuh Sena ke atas ranjang. Dan akhirnya kerinduan pasangan suami istri itu selama hampir dua minggu pun bisa tertuntaskan juga.
πΊπΊπΊ
"Kenapa sayang?" tanya Syafiq yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalutkan handuk di pinggangnya itu.
Syafiq melihat Sena yang nampak duduk dengan gelisah di depan meja riasnya.
"Hair dryer aku rusak, kak," keluh Sena seraya mengangkat hair dryer di tangannya.
"Terus? Ya udahlah, nggak pa-pa," balas Syafiq santai seraya mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Sena di atas tempat tidur.
"Ya nggak enak lah, kak. Masak aku keluar dengan rambut yang basah kayak gini," keluh Sena lagi.
"Ya nggak pa-pa. Itu kan hal yang wajar lah untuk pasangan yang udah nikah kayak kita gini," kata Syafiq yang sedang memakai pakaiannya itu, dengan nada bicara yang sangat enteng.
"Iiisshh, kakak ini. Nggak enak lah kak sama yang lainnya," rajuk Sena.
"Ya udah, ya udah. Biar kakak pinjemin punya-nya Safa, ya," tawar Syafiq kemudian.
"Mmm, boleh deh, kak," jawab Sena setelah berpikir sejenak.
Tok. Tok. Tok.
"Iya sebentar," jawab Sena dari dalam kamar.
Sena kemudian bergegas untuk membuka pintu kamarnya tersebut.
"Safa," panggil Sena begitu melihat Safa yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Nih kak hair dryer nya. Tadi kak Syafiq bilang kalau kak Sena lagi butuh ini," kata Safa seraya mengangsurkan hair dryer kepada Sena.
"Oh iya. Makasih ya, Sa," balas Sena setelah menerima hair dryer dari tangan Safa.
"Sama-sama, kak."
Safa kemudian sedikit mencondongkan tubuhnya kepada Sena.
"Bukannya tadi kak Sena disuruh Bunda buat nemenin kak Syafiq istirahat, ya? Kok malah jadi istirahat plus-plus gini?" tanya Safa dengan setengah berbisik, sengaja untuk menggoda Sena.
Wajah Sena seketika memerah mendengar pertanyaan dari Safa itu.
"Sa-Safa,,," rajuk Sena merasa malu.
Safa justru tertawa menanggapi rajukan Sena tersebut.
__ADS_1
"Hahahaha, wajah kakak kenapa jadi merah kayak gitu? Santai aja kali, kak. Safa paham kok. Udah hampir dua minggu kalian berdua nahan, jadi ya wajar lah kalau langsung gas poll," kata Safa masih dengan tawanya.
"Udah dong, Dek," pinta Sena yang merasa semakin malu.
"Iya deh, kak, iya. Sorry. Nanti setelah selesai kakak langsung turun, ya. Kita masak bareng. Rencananya malam ini kita mau makan malam bersama sama Mas Rian, Bang Sean dan Sonia juga."
"Oke deh, Sa."
"Ya udah kalau gitu Safa turun dulu ya, kak."
"Iya."
Setelah Safa pergi Sena kemudian kembali masuk ke dalam kamar lalu mulai mengeringkan rambutnya yang masih basah itu. Dalam hati Sena begitu merasa malu karena sudah kepergok oleh Safa tentang apa yang tadi dia lakukan bersama dengan Syafiq. Ya meskipun itu memang sebuah hal yang sangat wajar, tapi tetap saja Sena merasa malu kalau ketahuan seperti ini.
πΊπΊπΊ
Malam harinya.
Suasana makan malam di rumah Steven kali ini tentu saja berbeda dari biasanya. Makan malam kali ini bertambah ramai karena kedatangan Adrian, Sean, dan Sonia. Dan setelah acara makan malam selesai, mereka semua kemudian duduk bersama dan mengobrol di ruang keluarga.
"Kak Sena, So, weekend ini kita triple date yuk. Ke Bali kek, atau kemana gitu. Sekalian kita liburan bareng juga," usul Safa tiba-tiba.
"Hmmm, boleh juga tuh, Sa. Kebetulan kan Sena sama kak Syafiq juga belum sempet honeymoon juga kan kemarin. Gimana menurut kamu, Sen?" balas Sonia menanggapi usulan Safa sekaligus menanyakan pendapat Sena.
"Ah, mmm, itu, Sena ngikut gimana keputusan kak Syafiq aja deh, Mbak," jawab Sena sedikit canggung.
"Gimana Fiq? Kamu setuju nggak dengan usulan Safa tadi?" tanya Sean kepada Syafiq.
"Hmm, boleh juga sih, Bang. Yah, itung-itung kita sekalian refreshing juga kan, biar nggak pusing mikirin masalah kerjaan mulu," jawab Syafiq menyetujui.
"Kamu Yan?" tanya Sean juga kepada Adrian.
"Gue sih setuju aja," jawab Adrian.
"Oke. Berarti fiks ya, weekend ini kita akan meluangkan waktu untuk liburan bareng? Ke Bali aja ya, biar Abang yang nyiapin semuanya nanti," kata Sean memutuskan.
"Oke deh, Bang," balas Syafiq dan Safa, kompak.
"Tapi inget ya, Safa sama Mas Rian belum boleh satu kamar dulu," pesan Sheila.
"Iya, Bun."
"Oke, Bun, tenang aja."
Adrian dan Safa menjawab bersamaan dengan mantap. Sheila nampak tersenyum lega.
"Tenang aja, Bun. Kan ada kita berdua yang ngawasin mereka. Iya nggak, Bang?"
Sean hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, membenarkan perkataan Syafiq tadi.
"Tanpa kalian berdua awasi pun, Ayah percaya kok sama Adrian. Dia nggak akan mungkin melewati batasannya. Iya kan, Yan?" kata Steven sekaligus bertanya kepada Adrian.
"Pasti, Yah. Ayah sama Bunda nggak perlu khawatir. Adrian janji nggak akan melewati batas sama Safa nanti," jawab Adrian mantap dengan janjinya.
__ADS_1
"Good boy. Ayah dan Bunda tau itu," balas Steven.
Semua yang ada di ruang keluarga tersebut pun akhirnya tersenyum bersamaan. Dan sudah diputuskan juga kalau weekend nanti Sean - Sonia, Syafiq - Sena, dan juga Adrian - Safa, mereka akan liburan bareng ke Bali, triple date.