Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Makan Siang Kelulusan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti oleh Sena dan juga teman-temannya yang lain. Hari ini mereka semua akan menjalani wisuda kelulusan mereka. Setelah berjibaku dengan serangkaian proses skripsi yang melelahkan, akhirnya perjuangan mereka semua membuahkan hasil yang manis.


Rangkaian acara prosesi wisuda telah selesai semuanya. Syafiq, Rey, Frans, dan juga keluarga yang lainnya ikut tersenyum bahagia melihat kebahagiaan para wisudawan ketika dengan semangatnya mereka melempar topi toga mereka ke udara secara bersamaan.


Setelah acara wisuda selesai, Syafiq mengajak seluruh keluarganya, keluarga Naura, dan keluarga Ayumi untuk makan siang bersama. Syafiq dan Frans dengan khusus mempersiapkan kafe Frans untuk acara makan siang bersama perayaan kelulusan mereka kali ini. Suasana yang begitu hangat menemani acara makan siang bersama mereka semua.


Selesai acara makan siang bersama, para orang tua pamit untuk pulang terlebih dahulu. Sekarang hanya tinggal Syafiq, Sena, Frans, Ayumi, Rey, Naura, Sonia, dan Safa.


"Maaf ya, Sen, Mas Sean ada meeting penting jadi nggak bisa dateng," kata Sonia.


"Iya kak, Mas Rian juga, sama kayak Bang Sean, ijin nggak bisa hadir karena ada kerjaan. Maafin ya, kak," kata Safa juga.


"Nggak pa-pa kok, Mbak, Sa. Pekerjaan mereka jauh lebih penting. Mbak Sonia dan Safa udah nyempetin waktu buat dateng aja aku udah seneng banget kok," balas Sena.


"Malam ini kan Bunda ngadain makan malam keluarga. Kita semua bisa kumpul nanti malam di rumah," kata Syafiq.


"Eh, iya, kakak bener tuh. Nanti malam kan kita semua bisa kumpul di rumah Ayah," lanjut Safa girang.


"Rencana kalian setelah ini gimana, Sen, Yum, Nau? Mau langsung kerja atau lanjut S2?" tanya Sonia kepada Sena, Ayumi, dan Naura.


"Aku belum ada gambaran kedepannya Mbak, masih mikir-mikir juga. Yang jelas kemungkinan besar sih aku nggak bakal ngelanjutin S2," jawab Sena.


"Oh, gitu. Ya nggak pa-pa, Sen. Semua kan perlu dipikirkan matang-matang juga. Kalau kamu, Yum?" tanya Sonia beralih kepada Ayumi.

__ADS_1


"Rehat bentar Mbak. Ya itung-itung nge-rileks-in pikiran dulu lah. Habis itu langsung gabung ke perusahaan Ayah. Kak Sammy udah nyiapin semuanya buat aku," jawab Ayumi.


"Itu juga bagus, Yum. Malah nggak perlu susah-susah nyari lagi kan, langsung bergabung ke perusahaan Ayah Max aja. Kalau kamu, Nau?" Sonia beralih kepada Naura.


"Aku langsung gabung ke perusahaan kak Syafiq, Mbak. Surat lamaran kerjanya udah diurusin sama kak Ega kemarin," jawab Naura.


"Wah, bagus dong, Nau. Udah ada kepastian kerja juga," kata Sonia.


"Iya Mbak, alhamdulillaah," balas Naura.


"Kak Sena pasti nggak dibolehin tuh sama kak Syafiq kalau mau kerja," tebak Safa.


"Eh, siapa bilang? Boleh kok kalau memang Sena mau kerja juga. Bahkan kalau Sena mutusin buat ngelanjutin kuliah S2 juga kakak pasti ngijinin. Kakak sih terserah gimana keinginan Sena aja, kan dia yang jalanin. Apapun pilihan Sena pasti selalu kakak dukung. Tapi untuk sekarang ini, memang kakak pengennya Sena rehat aja dulu sebentar. Kayak Ayumi juga, biar pikirannya bisa rileks dulu," bantah Syafiq yang juga langsung melihat ke arah Sena, memberitahu istrinya itu tentang pemikirannya.


Syafiq dan Sena kemudian saling melempar senyum manis mereka.


"Duh, dunia serasa milik berdua, guys. Kita semua cuma ngontrak," ledek Frans melihat kemesraan pasangan suami istri itu.


"Asem Lo, Frans. Sirik aja Lo," ketus Syafiq.


"Hahaha... Takut sayang, singanya ngamuk," kata Frans pura-pura ketakutan seraya bersembunyi di balik pundak Ayumi.


"Sialan Lo," geram Syafiq.


Yang lain pun ikut tersenyum melihat kekonyolan Frans dan juga Syafiq yang terpancing emosi.

__ADS_1


"Udah kak, udah. Kak Frans kan cuma bercanda," kata Sena berusaha meredakan amarah suaminya itu dengan mengusap-usap pundak Syafiq.


"Sengaja dia tuh, sayang. Nggak afdol harinya dia kalau nggak godain kakak. Apalagi ada kesempatan kayak gini, nggak mungkin lah dia sia-siakan gitu aja," balas Syafiq bersungut-sungut.


"Kak,,, udah," lerai Sena lagi.


"Wkwkwk, kayak gitu tuh, Sen, kelakuan suami kamu kalau kalah dari gue. Bawaannya cuma marah-marah mulu," kata Frans yang semakin menyemburkan tawanya.


"Sialan Lo, Frans," Syafiq pun makin geram.


"Kak Frans udah ah, jangan godain kak Syafiq terus," tegur Ayumi kepada Frans.


Sementara Sena juga masih berusaha meredakan emosi Syafiq.


"Hehe, iya deh, sayang. Maaf," kata Frans akhirnya menurut kepada Ayumi.


"Hahaha, akhirnya si cupu bisa bucin juga," ledek Syafiq balik kepada Frans disertai semburan tawanya.


"Eh,,, asem Lo, Fiq. Balas dendam nih ceritanya?" tanya Frans tidak terima.


"Siapa yang mulai coba?" tanya balik Syafiq.


"Lo tuh ya,,," geram Frans.


Lagi-lagi mereka semua hanya bisa tertawa melihat kelakuan dua sahabat yang sedang saling meledek satu sama lain itu.

__ADS_1


__ADS_2