Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Keharmonisan Keluarga


__ADS_3

Sheila duduk dengan begitu gelisah di ruang tamu, menunggu kepulangan semua putra dan putrinya.


"Mereka semua kenapa belum sampai juga sih, Yah?" tanya Sheila khawatir.


"Sabar dong, Bun. Paling juga mereka masih di jalan. Bunda nggak perlu panik kayak gitu. Kan tadi Bunda juga udah denger sendiri dari Syafiq kalau Sena dan yang lainnya nggak kenapa-kenapa," jawab Steven panjang lebar, berusaha menenangkan istri cantiknya itu.


"Hmh, iya sih. Tapi tetep aja Yah, Bunda belum bisa merasa tenang sebelum Bunda melihat mereka semua secara langsung," balas Sheila.


Steven mengusap-usap pundak Sheila, lagi-lagi berusaha menenangkan hati istrinya itu. Tidak lama kemudian terdengar suara deru mesin mobil dari halaman rumah mereka.


"Nah, itu pasti mereka," kata Sheila yang seketika langsung berdiri dari duduknya.


Sheila langsung berjalan dengan cepat menuju keluar rumah, sudah tidak sabar untuk melihat keadaan semua putra dan putrinya. Steven mengikuti langkah istrinya itu dari belakang.


Begitu sampai di teras rumah, Sheila melihat Syafiq yang sedang membantu Sena untuk turun dari mobil. Di belakangnya juga terlihat Sean, Sonia, Adrian dan Safa yang juga sedang turun dari mobil Sean.


Hati Sheila mencelos seketika begitu melihat wajah Sena yang nampak memar di beberapa bagian dan juga luka di lengan Sena.


"Yaa Allah, Sena," pekik Sheila seraya berlari menghampiri Sena dan Syafiq.


Sheila langsung memeluk menantunya itu erat, menyalurkan semua rasa khawatirnya yang sudah dia rasakan sedari tadi.


"Astaga, nak. Kamu sampai terluka seperti ini, sayang. Kamu nggak pa-pa kan, nak?" tanya Sheila yang sudah menitikkan air matanya, tidak tega melihat keadaan Sena saat ini.


Sena membalas pelukan Sheila seraya memejamkan kedua matanya. Meresapi semua kasih sayang yang dicurahkan oleh ibu mertuanya itu. Limpahan kasih sayang yang selama ini belum pernah Sena dapatkan. Hati Sena seperti disirami dengan air dingin yang begitu menyejukkan. Sena benar-benar merasa bersyukur karena sekarang dirinya bisa merasakan kasih sayang yang begitu berlimpah ini.


"Sena nggak pa-pa kok, Bun. Ini cuma luka kecil aja kok," balas Sena menenangkan ibu mertuanya itu.

__ADS_1


Sheila melepaskan pelukannya. Sena kemudian langsung menghapus air mata yang mengalir di pipi Sheila menggunakan jari-jari tangannya.


"Maaf ya udah buat Bunda khawatir," sesal Sena.


"Enggak sayang. Kamu nggak perlu minta maaf. Justru Bunda bangga banget sama kamu, sayang. Kamu udah melindungi kakak dan adik kamu dengan baik. Kamu hebat, sayang," puji Sheila tersenyum bangga.


"Itu udah jadi kewajiban Sena, Bun," balas Sena.


"Bunda,,," rajuk Safa yang sudah berdiri di samping Sheila dan Sena.


Sheila kemudian menoleh ke arah Safa. Sheila pun segera memeluk putri bungsunya itu penuh sayang.


"Putri Bunda yang manja. Kamu nggak pa-pa kan, sayang?" tanya Sheila.


"Alhamdulillaah Safa nggak pa-pa kok, Bun. Kak Sena melindungi Safa dan Sonia dengan baik," jawab Safa.


Sheila melepaskan pelukannya pada Safa. Sheila kemudian beralih memeluk Sonia yang berdiri di samping Safa.


"Kamu dan kandungan kamu juga baik-baik aja kan, sayang?" tanya Sheila kepada Sonia.


"Alhamdulillaah, Bun. Kami semua baik-baik saja karena ada Sena," jawab Sonia.


"Syukur alhamdulillah kalau begitu," balas Sheila lega.


Melepaskan pelukannya pada Sonia. Sheila kemudian memandang ketiga putrinya itu penuh sayang.


"Bunda bangga banget sama kalian bertiga. Kalian semua selalu rukun, saling menyayangi, dan saling melindungi satu sama lain. Bunda bangga sama kalian. Terus seperti ini untuk selamanya ya, sayang-sayangnya Bunda," kata Sheila lembut kepada ketiga putrinya itu.

__ADS_1


"Iya Bun," balas Sena, Sonia, dan Safa.


Sheila kemudian memeluk ketiga putrinya itu bersamaan. Sena dan Sonia di sebelah kanan dan kirinya, dan Safa yang tepat berada di depannya.


Steven, Sean, Syafiq, dan Adrian tersenyum melihat keempat wanita pemilik hati mereka itu saling berpelukan menyalurkan perasaan sayang mereka.


"Ya udah yuk, kita semua masuk ke dalam ya," ajak Sheila setelah melerai pelukan mereka.


"Iya Bun," lagi-lagi Sena, Sonia, dan Safa menjawab bersamaan.


Syafiq dan Sheila menuntun Sena di kanan dan kirinya. Sonia dan Safa juga sudah kembali ke sisi suami mereka masing-masing. Steven berjalan paling belakang seraya tersenyum. Steven sangat bersyukur melihat keharmonisan keluarganya itu. Dalam hati Steven juga berdo'a, semoga keharmonisan keluarganya ini akan selalu terjaga sampai kapanpun.


..._ _ _ _ _ _ _...


Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Dear readers semuanya ...


Diriku mau mengucapkan 'Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan' untuk semua readers yang menjalankan ya 😊


Diriku juga mau meminta maaf kepada kalian semua, mohon maaf lahir dan batin ya apabila ada salah kata atau ada sesuatu yang tidak berkenan di hati kalian semua, mohon diikhlaskan 🙏🙏🙏


Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dan juga ibadah yang lainnya dengan sebaik-baiknya di bulan Ramadhan ini,,, semoga kita semua selalu sehat dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dan semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun depan, aamiin Yaa robbal 'aalamiin 🤲


Terima kasih banyak untuk dukungan kalian semua selama ini, love you all 😘😘😘


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

__ADS_1


__ADS_2