Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Wedding Adrian And Safa


__ADS_3

Satu bulan setelah acara liburan mereka ke Bali, acara pernikahan Adrian dan Safa pun dilangsungkan. Karena kedua putranya sudah menikah lebih dulu dan tanpa ada acara pesta resepsi, maka untuk pernikahan putri bungsunya ini Steven dan Sheila mengadakan acara pesta pernikahan yang megah.


Acara resepsi pernikahan tersebut akan digelar di ballroom salah satu hotel terbesar di ibukota. Bahkan acara pesta tersebut pun juga dibagi dalam beberapa sesi, mengingat banyaknya jumlah tamu undangan yang diundang pada acara pesta tersebut.


Sesi pertama adalah acara ijab kabul yang akan dilaksanakan pada jam sepuluh pagi. Kemudian sesi kedua pada jam satu siang adalah pesta resepsi yang dihadiri oleh tamu undangan dari teman-teman dan sahabat kedua mempelai pengantin, Sean, dan juga Syafiq. Dan untuk sesi ketiga yang dilaksanakan pada malam hari adalah pesta resepsi untuk tamu undangan dari para orang tua dan juga semua kolega bisnis mereka.


Tepat jam sepuluh pagi, acara ijab kabul pun dilaksanakan di ballroom hotel tersebut. Adrian sudah duduk di hadapan penghulu dan juga Steven selaku wali dari Safa. Danny dan Ken duduk sebagai saksi 1 dan 2. Sementara Safa masih berada di dalam kamar rias dengan ditemani oleh Sonia dan Sena. Sheila, Sean, Syafiq, dan juga keluarga yang lainnya duduk di deretan kursi di belakang meja akad tersebut.


"Saya terima nikah dan kawinnya Safaniya Aulia Setyo Aji binti Steven Alvaro Setyo Aji dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat 50 gram dibayar tunai!" ucap Adrian lantang dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi, sah?" tanya penghulu kepada Danny dan Ken.


"Sah!!!"


Bukan hanya Danny dan Ken, tapi semua yang hadir di ballroom tersebut pun ikut menjawab pertanyaan dari penghulu tadi.


"Alhamdulillaah wa syukurillaah," ucap penghulu yang juga diikuti oleh yang lainnya pula.


Penghulu kemudian membacakan do'a setelah acara ijab kabul selesai. Semua yang hadir disana pun ikut meng-amin-kan do'a dari penghulu tersebut.


"Silahkan, mempelai wanitanya boleh dibawa keluar," kata penghulu mempersilahkan, setelah selesai berdo'a.


Beberapa saat kemudian Safa keluar dari kamar rias dengan digandeng oleh Sonia dan Sena di kanan dan kirinya.


Adrian begitu takjub melihat kecantikan gadis pujaan hatinya itu, yang saat ini sudah berganti status menjadi istrinya. Begitu juga dengan semua yang hadir disana. Safa yang memang jarang memakai make up berlebihan terlihat begitu manglingi dan sangat cantik.


Selesai mengantarkan Safa untuk duduk di samping suaminya, yaitu Adrian, Sonia dan Sena kemudian duduk di sebelah suami mereka masing-masing.

__ADS_1


Penghulu kemudian mengarahkan Safa untuk mencium punggung tangan kanan Adrian yang saat ini sudah sah menjadi suaminya tersebut. Lalu Adrian pun juga kemudian mencium kening Safa penuh sayang. Adrian dan Safa kemudian diarahkan untuk menandatangani serangkaian dokumen pernikahan mereka. Begitu juga dengan Steven, Danny, dan Ken.


Adrian lalu menyematkan cincin di jari manis Safa, begitu juga dengan Safa yang kemudian juga menyematkan cincin di jari manis Adrian. Kemudian Adrian pun menyerahkan seperangkat alat sholat dan perhiasan yang menjadi maharnya tadi kepada Safa secara simbolis.


Rangkaian acara ijab kabul telah selesai. Adrian dan Safa kemudian meminta restu kepada orang tua mereka, Steven dan Sheila, juga kepada Andika dan Anita.


"Tanggung jawab Ayah ke Safa sudah berpindah kepada kamu sekarang, Yan. Ayah titip Safa ya. Tolong jaga Safa. Bimbing dia agar bisa menjadi istri yang baik untuk kamu," pesan Steven setelah memeluk Adrian.


"Pasti, Yah," janji Adrian penuh keyakinan.


"Selamat ya, sayang. Putri Bunda udah besar, udah jadi seorang istri sekarang. Jadi istri yang baik ya, nak. Patuhi suami kamu. Laksanakan kewajiban kamu sebagai seorang istri dengan sebaik-baiknya," pesan Sheila juga setelah memeluk Safa.


"Iya, Bun. Do'ain Safa sama Mas Rian ya, Bun," pinta Safa.


"Pasti itu, sayang. Do'a Bunda selalu menyertai kalian," balas Sheila.


"Selamat ya, akhirnya penantian kamu selama ini sudah tercapai. Jadi imam yang baik untuk istri kamu. Jaga dan lindungi dia. Safa tanggung jawab kamu sekarang, Mas," pesan Andika setelah memeluk Adrian.


"Putri cantik ibu. Ibu bahagia banget, akhirnya sekarang kamu udah resmi jadi menantu ibu. Selamat ya, sayang. Semoga bahagia selalu, dan jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah fiddunya wal akhirat, aamiin," do'a Anita setelah memeluk Safa.


"Aamiin. Terima kasih banyak do'anya, ibu," balas Safa.


Setelah itu Adrian dan Safa juga meminta restu kepada Opa Ricko dan Oma Amelia. Keduanya memeluk Opa dan Oma-nya itu setelah mencium punggung tangan kanan mereka. Opa Ricko dan Oma Amelia pun mengucapkan selamat dan mendo'akan kebaikan untuk rumah tangga Adrian dan Safa kedepannya.


"Adrian, Safa, Opa dan Oma sudah tua. Jadi kami berdua memutuskan untuk memberikan rumah kami itu sebagai hadiah pernikahan untuk kalian berdua. Sekaligus, Opa dan Oma juga meminta kalian untuk tinggal bersama dengan kami, menemani kami di sisa hari-hari tua kami ini," kata Opa Ricko yang diakhiri dengan permintaan.


Adrian dan Safa sama-sama terkejut mendengar perkataan Opa Ricko tersebut. Begitu juga dengan Steven, Sheila, dan yang lainnya. Hening. Semuanya terdiam dengan pemikiran masing-masing.

__ADS_1


Steven melihat ke arah Andika, mengangguk pelan yang juga dibalas oleh Andika dengan anggukan pelannya juga. Adrian lalu melihat ke arah Andika. Begitu juga dengan Safa yang melihat ke arah kedua orang tuanya. Mendapati anggukan dari semua orang, Adrian dan Safa pun kemudian saling berpandangan.


Adrian menggenggam lembut tangan istrinya itu. Tersenyum lembut, kemudian menganggukkan kepalanya pelan. Safa pun lalu ikut tersenyum lembut bersama dengan suaminya itu.


"Baik Opa - Oma, kami akan tinggal bersama dengan Opa dan juga Oma," kata Adrian pada akhirnya.


Safa kembali memeluk Oma Amelia.


"Terima kasih banyak ya, Oma - Opa, untuk hadiah yang begitu istimewa dari kalian untuk kami berdua," ucap Safa.


Semuanya pun ikut tersenyum melihat pemandangan yang begitu mengharukan tersebut. Setelah moment mengharukan tersebut berakhir, Sean dan Sonia lanjut memberikan ucapan selamat kepada Adrian dan Safa. Disusul oleh Syafiq dan juga Sena.


"Selamat ya, Bro. Penantian Lo berbuah manis sekarang. Semoga bahagia selalu. Gue titip adik gue sama Lo. Tolong Lo jaga dia, dan bimbing dia dengan sabar," kata Sean setelah memeluk Adrian.


"Pasti, Bro. Lo bisa pegang janji gue," balas Adrian.


"Selamat ya, Sa. Akhirnya kamu menikah dengan cinta pertamamu, orang yang selama ini selalu bertahta di hati kamu. Semoga bahagia selalu dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah fiddunya wal akhirat, aamiin," kata Sonia seraya masih memeluk Safa penuh sayang.


"Aamiin. Makasih banyak ya, So. Kamu emang yang paling tau gimana perasaan aku sejak dulu," balas Safa.


"Selamat ya, Mas. Titip adik manja gue. Tolong jaga dan bimbing dia, ya," kata Syafiq setelah memeluk Adrian.


"Pasti, Fiq," balas Adrian.


"Selamat ya, Safa. Semoga langgeng, bahagia selalu, dan jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah fiddunya wal akhirat, aamiin," kata Sena setelah memeluk Safa.


"Aamiin. Makasih banyak ya, kak," balas Safa.

__ADS_1


Setelah itu yang lainnya pun kemudian juga bergantian memberikan ucapan selamat kepada Adrian dan safa. Dan juga menyampaikan do'a-do'a baik mereka untuk rumah tangga Adrian dan Safa kedepannya.


Dan sesuai rencana, hari itu pesta resepsi pernikahan Adrian dan Safa digelar dengan megah dalam dua sesi terpisah. Suasana bahagia memenuhi seisi ballroom hotel tersebut. Raut wajah bahagia juga begitu nampak di wajah kedua mempelai pengantin, keluarga, dan juga para tamu undangan yang hadir pada acara resepsi pesta pernikahan tersebut.


__ADS_2