Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Happy Ending : Happy Family


__ADS_3

Kondisi kesehatan Sena alhamdulillah pulih dengan cukup cepat. Sena pun juga sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit.


Satu bulan kemudian.


Akhir pekan ini Sean dan Adrian membawa istri dan putra mereka masing-masing untuk berkunjung ke rumah Steven. Mereka semua memang selalu rutin untuk berkumpul bersama dan menghabiskan waktu bersama seperti ini.


Saat ini Sean, Sonia, baby Arshaka, Syafiq, Sena, baby Arnelle, Adrian, Safa, dan baby Arvin, mereka semua sedang duduk bersantai di taman samping rumah Steven. Mengobrol dan bercanda, menikmati waktu kebersamaan mereka.


"Ini princess-nya Bunda dari tadi asyik banget sih mainan jari Papa-nya," kata Safa setelah melihat baby Arnelle yang sedang asyik menggenggam jari telunjuk tangan kanan Syafiq dan menggoyang-goyang-kannya.


"Dia kalau lagi bangun ya gitu, Sa, sukanya mainin jari Papa-nya. Papanya juga sih yang awalnya ngajarin kayak gitu," jawab Sena.


"Sama aja, Sen. Ayahnya Arsha juga paling suka kalau mainin tangan anaknya kayak gitu," kata Sonia juga.


"Eh, berarti sama aja ya? Itu ayahnya si Arvin juga gitu, suka banget mainin tangan anaknya," imbuh Safa.


Sean, Syafiq, dan Adrian tersenyum.


"Interaksi seperti ini tuh bisa meningkatkan kedekatan dan ikatan batin antara ayah dan anak, sayang," balas Adrian.


"Sama seperti saat kalian menyusui mereka. Seperti inilah cara kami untuk bonding, melakukan pendekatan emosional dan membentuk ikatan batin dengan anak kami," lanjut Sean menjelaskan.


"Nah, betul banget itu," imbuh Syafiq juga.


Giliran Sonia, Sena, dan Safa yang tersenyum mengiyakan.


"Ini dua jagoan Mama juga anteng banget sih," puji Sena ketika melihat baby Arshaka dan baby Arvin yang begitu anteng di pangkuan ayah masing-masing.


"Mereka kalau udah kenyang ya gitu, Sen, anteng banget," kata Sonia seraya menuangkan minuman ke dalam gelas untuk mereka semua.

__ADS_1


"Bagus dong Mbak kalau gitu. Bisa ditinggal ngapa-ngapain, nggak rewel juga," balas Sena.


"Dasarnya mereka berdua itu udah nurunin sifat ayah mereka dari sejak bayi, pendiam dan serius. Nggak kayak papanya yang jahil itu," celoteh Safa sekaligus menyindir Syafiq dengan sengaja.


"Eh," Sena dan Sonia sama-sama terkejut mendengar perkataan Safa tadi.


Sementara Sean, Syafiq, dan Adrian justru malah tertawa. Sudah sangat hafal dengan kebiasaan Syafiq dan Safa yang sangat suka mencari kesempatan untuk bisa saling mengejek satu sama lain sejak dulu itu.


"Nggak pa-pa ya Dek pendiam dan serius. Soalnya kan duo Ar jagoan Papa harus selalu jagain princess Ar-nya Papa," kata Syafiq mengacuhkan sindiran Safa dan justru mengajak bicara baby Arshaka dan baby Arvin.


"Kalau itu sih udah pasti. Duo Ar akan selalu jagain princess Ar dengan baik kedepannya nanti," Sean menjawab dengan penuh keyakinan.


Ketiga pasangan orang tua baru itupun tersenyum bersamaan.


🌺🌺🌺


Saat ini Sheila dan Steven sedang berdiri di dekat pintu samping yang menuju ke arah taman, dimana saat ini Sean dan yang lainnya sedang duduk bersama, mengobrol dan bercanda bersama.


Steven merangkul pundak istrinya yang masih terlihat cantik meski sudah memasuki usia kepala lima tersebut. Steven pun ikut tersenyum seraya melihat ke arah yang sama dengan yang sedang dilihat oleh Sheila saat ini.


"Iya, Bun. Adem rasanya lihat mereka semua kumpul dan selalu rukun kayak gitu," balas Steven.


"Nggak nyangka ya, Yah. Sekarang kita udah punya tiga orang cucu," kata Sheila dengan tertawa kecil.


"Haha, iya juga ya, Bun."


"Semoga kita bisa selalu melihat anak-anak dan cucu-cucu kita selalu sehat, rukun dan bahagia seperti itu ya, Yah," do'a Sheila.


"Aamiin Yaa robbal 'aalamiin," kata Steven meng-amin-kan.

__ADS_1


"Ayah, Bunda, sini dong! Ikut gabung sama kita semua," teriak Syafiq memanggil ke arah Steven dan Sheila.


"Oke," balas Steven setengah berteriak juga. "Yuk Bun, kita ikut kumpul bersama dengan anak dan cucu kita," ajak Steven kemudian.


Sheila tersenyum seraya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Keduanya kemudian berjalan menghampiri Sean dan yang lainnya. Ikut bergabung, mengobrol dan bercanda bersama dengan anak-anak dan cucu-cucu mereka.


Suasana kekeluargaan yang begitu hangat memenuhi taman samping rumah Steven sore hari itu. Dan semoga bisa selalu seperti itu untuk seterusnya.


...___ The End ___...


Alhamdulillaah, akhirnya sudah bisa selesai juga novel kedua mamah ini 😊


Mamah mohon maaf banget ya, beberapa hari ini RL sedang sangat-sangat repot, makanya up nya jadi lama banget πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih banyak mamah ucapkan untuk semua readers yang sudah setia membaca dan mengikuti karya receh author abal-abal ini πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih banyak untuk semua dukungan kalian selama ini. Rate bintang 5, favorit, like, komen, gift, dan juga vote, semuanya sangat berarti untuk mamah. Sekali lagi mamah ucapkan terima kasih banyak ya untuk dukungan kalian semua πŸ™πŸ™πŸ™


Mamah menyadari mamah masih sangat jauh dari kata sempurna, oleh karena itu mamah sangat menantikan semua kritik, saran, dan masukan dari kalian semuanya 😊


Terima kasih banyak untuk kak Cut, Jumey, Sabila, Ecce, Hana, dan semua member GC IIN NURYATI, terima kasih banyak untuk semua dukungan kalian selama ini 😘😘😘


Semoga kita semua masih bisa berjumpa di karya-karya mamah yang selanjutnya ya 😊


BIG THANKS AND HUG FOR YOU ALL,,, LOVE YOU ALL 😘😘😘


Salam sayang,


iin nuryati

__ADS_1


__ADS_2