Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Sena Ngidam, Syafiq Dilema


__ADS_3

"Nggak mau tau, pokoknya kakak harus ngijinin aku makan berdua sama Rey di restoran ayam bakar favorit kita berdua sejak masih jadi partner di markas dulu," rajuk Sena dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa harus sama Rey sih, sayang? Sama kakak aja ya? Yuk, kakak anterin sekarang juga kalau kamu mau. Ya sayang, ya?" bujuk Syafiq, lagi dan lagi.


Syafiq benar-benar dibuat pusing dengan permintaan aneh Sena yang sangat tiba-tiba itu. Sejak dirinya pulang dari kantor sore tadi, Sena terus merengek meminta ijin untuk bisa makan berdua dengan Rey di restoran ayam bakar favorit mereka berdua. Sena beralasan kalau dia ingin mengenang masa-masa persahabatan dirinya dengan Rey dulu ketika mereka berdua masih menjadi partner dalam satu tim.


Jujur saja, Syafiq tentu sangat keberatan dengan permintaan tiba-tiba istrinya itu. Bukannya Syafiq meragukan perasaan Sena terhadap dirinya. Hanya saja Syafiq tidak yakin kalau dirinya akan mampu menahan rasa cemburu ketika melihat istrinya berduaan dengan Rey nanti. Syafiq benar-benar merasa dilema saat ini.


"Aku kan mau mengulang momen persahabatan antara aku dengan Rey dulu, kak. Kalau sama kakak makannya ya beda cerita dong jadinya," tolak Sena.


"Tapi sayang,,,"


Syafiq bisa melihat raut wajah Sena yang sudah mulai mendung. Bahkan kedua mata Sena juga sudah mulai berkaca-kaca.


"Kakak nggak sayang sama aku. Aku udah lama banget loh nggak ketemu sama Rey. Aku sadar status aku yang sekarang udah jadi istrinya kakak. Itu kenapa aku membatasi hubungan komunikasi dengan Rey. Dan sekarang, saat aku minta ijin sama kakak buat makan berdua sama Rey aja kakak nggak mau ngijinin," lirih Sena dengan suara yang terdengar parau menahan tangis.


Haish, Syafiq benar-benar tidak bisa melihat Sena yang hampir menangis seperti itu. Tapi dirinya juga merasa tidak rela kalau harus membiarkan Sena makan berdua dengan Rey saja. Syafiq bingung, dirinya bagai makan buah simalakama saat ini.


"Sayang,,," panggil Syafiq yang kemudian menarik tubuh istrinya itu masuk ke dalam pelukannya.


"Aku cuma mau mengenang masa-masa persahabatan kami dulu aja, kak, nggak ada niatan lain. Dulu Rey yang selalu nemenin aku saat aku bersedih karena masalah di rumah," lirih Sena di dalam pelukan Syafiq.


"Iya sayang, iya. Kakak tau itu. Nanti kakak pikirin lagi, ya," kata Syafiq mencoba menenangkan istrinya itu.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Hari ini diadakan acara syukuran dan aqiqah untuk baby Shailendra Arshaka Setyo Aji. Putra pertama Sean dan Sonia. Cucu pertama Steven dan Sheila. Cicit pertama untuk Opa Ricko, Oma Amelia, kakek Jefry, dan nenek Sarah tentu saja. Dan juga keponakan pertama untuk Syafiq dan yang lainnya juga.


Seluruh keluarga besar Steven dan juga keluarga para sahabatnya berkumpul dalam suasana yang sangat membahagiakan di rumah Sean dan Sonia itu.


"Muka Lo kenapa kusut gitu sih, Fiq?" tanya Adrian heran.


"Iya tuh, Mas. Nggak tau kenapa, beberapa hari ini di kantor dia juga kayak badmood dan banyak pikiran gitu," lanjut Alvin menambahi.


Syafiq masih diam, nampak enggan untuk menjawab. Sementara sahabat-sahabatnya yang lain justru sangat penasaran dengan jawaban dari Syafiq.


"Sena ngidam apa sampai kamu bingung kayak gitu?" tanya Sean tiba-tiba.


"Ckk," Syafiq berdecak kesal. "Abang kenapa selalu tau aja sih apa yang sedang gue pikirin."


Sean tertawa kecil. Kepekaan Steven memang menurun kepada Sean.


"Jadi bener karena ngidamnya Sena? Emangnya Sena ngidam apaan sih, Fiq? Kok sampai bisa buat Lo bingung kayak gini?" tanya Sammy kaget sekaligus penasaran.


"Istri kalian kalo ngidam aneh-aneh juga enggak sih?" tanya balik Syafiq, frustasi.


Adrian dan Kenzie melihat ke arah Sean. Sean menganggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Lathifah sih emang sering minta makanan yang macem-macem. Ya walaupun habis makan juga seringnya dia muntahin lagi sih," jawab Kenzie.


"Kalau Safa sih emang jarang minta makanan yang aneh-aneh. Tapi dia sering banget tiba-tiba pengen nyobain sesuatu yang baru. Meng-kreasikan resep-resep kue, menanam bunga, melihara kelinci, bahkan terakhir kemarin dia bilang kalau dia pengen nyoba buat berhijab kayak Sonia," jawab Adrian juga.


"Emangnya Sena ngidam apa sampai buat kamu jadi dilema kayak gitu?" tanya Sean lagi.


Syafiq membuang nafasnya kasar.


"Sena bilang dia pengen makan berdua sama Rey, Bang. Dia bilang dia pengen mengenang masa-masa persahabatan dia dulu sama Rey pas masih jadi partner satu tim," jawab Syafiq pada akhirnya.


Semua yang ada disana pun ikut kaget mendengar perkataan Syafiq tadi. Tidak menyangka kalau ternyata Sena akan meminta hal seperti itu. Tetapi sesaat kemudian, mereka mulai mengulum senyum kecil. Paham dengan apa yang sedang dirasakan oleh Syafiq saat ini.


"Turutin aja. Biar bagaimanapun juga, Rey adalah sahabat baik Sena. Dari dulu dia yang selalu menghibur Sena saat Sena sedang ada masalah," balas Sean memberi saran.


"Sena juga bilang kayak gitu, Bang. Tapi jujur aja, gue yang masih nggak yakin dengan diri gue sendiri," kata Syafiq putus asa.


Sean bisa memahami kekhawatiran yang dirasakan oleh Syafiq.


"Biarkan Sena makan berdua sama Rey. Kamu sama Naura bisa menemani mereka dari meja yang berbeda, jadi tidak akan mengganggu Sena. Biarkan Sena mengenang kembali persahabatannya dengan Rey dulu," kata Sean memberi saran.


"Kondisi ngidam setiap ibu hamil itu berbeda-beda. Tahan ego kamu. Jangan hanya menuruti keinginan kamu sendiri. Demi calon buah hati kalian. Berikan kepercayaan kepada Sena," lanjut Sean lagi.


Syafiq terdiam, mendengarkan dengan seksama semua perkataan kakaknya itu. Dan ya, dalam hati Syafiq mengakui kalau semua yang dikatakan oleh Sean itu memang benar.

__ADS_1


__ADS_2