Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant
Healing


__ADS_3

Siang ini Syafiq sengaja mengajak makan siang bersama Sean, Adrian, Nadirga, Rizky, Alvin, Rizal, dan Ega.


"Tumben? Ada yang mau diomongin ya?" tanya Adrian.


"Iya nih, Mas. Sorry ya mendadak," jawab Syafiq.


"Masalah Sena?" tebak Sean.


"Ck, Abang sama aja kayak Ayah, terlalu jeli dan peka," jawab Syafiq setengah menggerutu.


"Harus dong," balas Sean. "Sena butuh waktu buat healing. Setidaknya untuk mengembalikan rasa percaya diri dia dulu. Biar dia nggak lagi merasa tertekan karena masalah kehamilan dan gunjingan orang-orang selama ini. Dan disinilah peran penting kamu sebagai seorang suami. Temani dia, besarkan hatinya, pulihkan rasa percaya dirinya," lanjut Sean memberi nasehat.


Syafiq terdiam, menyimak dengan seksama. Syafiq akui, semua yang dikatakan oleh Sean itu sangatlah benar.


"Abang bener banget. Vin, gue mau ngajuin cuti selama tiga hari, Lo nggak masalah kan?" tanya Syafiq yang beralih ke Alvin.


"It's okey. Gue, Rizal, sama Ega masih bisa kok nge-handle semua masalah kantor," jawab Alvin.


"Kalau ada masalah, Abang sama Mas Rian juga siap buat bantuin kok," kata Sean.


"Oke, Bang. Thanks sebelumnya," balas Alvin.


Sean tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


"Terus untuk masalah toko kue gimana, Mas?" tanya Syafiq kepada Adrian.


"Biar nanti Mas Rian yang bicara sama Safa," jawab Adrian.


"Yang bantuin Safa maksud gue," kata Syafiq memperjelas.

__ADS_1


"Biar Ayesha yang bantuin Safa," usul Sean seketika.


"Ayesha?" tanya Syafiq meyakinkan.


"Iya, adiknya Dirga. Jangan salah, biarpun masih kuliah, tapi kemampuannya udah bisa diandalkan. Bakat alami dari Papa Yas kayaknya, nurun langsung ke Dirga sama Ayesha," jawab Sean.


"Oh, oke kalau gitu. Gue setuju aja," balas Syafiq.


"Biar nanti gue yang kasih tau ke Yesha," kata Nadirga.


"Oke, Ga. Thanks ya," balas Syafiq juga.


"Sama-sama, kak," kata Nadirga.


Syafiq tersenyum. Dalam hati merasa sangat bersyukur karena memiliki saudara sekaligus sahabat yang sangat baik dan selalu bisa diandalkan setiap saat.


🌺🌺🌺


Saat ini Steven, Sheila, Syafiq, dan Sena sedang sarapan pagi bersama.


"Iya, Bun. Mau nemenin Sena," jawab Syafiq seraya mengunyah sandwich telur favoritnya.


"Kan aku udah bilang nggak usah, kak. Aku nggak pa-pa kok. Cuma pengen istirahat aja," gerutu Sena.


"Sssttt, diem. Nggak boleh protes," tegas Syafiq, lagi dan lagi.


Dari semalam sebenarnya Sena sudah menyatakan keberatannya. Tetapi selalu saja dibantah oleh Syafiq. Seperti pagi ini juga.


"Udah ada rencana mau kemana?" tanya Sheila lagi.

__ADS_1


"Belum sih, Bun. Terserah maunya Sena aja nanti," jawab Syafiq.


"Mmm, boleh nggak Bunda minta tolong sama kalian berdua?" tanya Sheila agak ragu.


"Eh, boleh kok Bun," jawab Sena cepat.


"Boleh dong, Bun. Emang mau minta tolong apaan?" tanya Syafiq.


"Tolong anterin makanan ke panti asuhan Opa ya. Ustadz Sepuh juga lagi sakit katanya," jawab Sheila.


"Iya, Bun. Biar Sena sama kak Syafiq yang nganterin," balas Sena.


"Sekalian titip salam buat ustadz sama ustadzah sepuh ya. Insya Allah Ayah sama Bunda secepatnya kesana juga," pesan Steven.


"Oke, Yah," balas Syafiq. "Kebetulan banget Bunda minta kakak sama Sena buat kesana. Sekalian kita bisa jengukin ustadz sepuh juga. Tapi emang sebenarnya kakak sama yang lainnya udah ada rencana juga sih Bun, akhir pekan ini mau ke panti asuhan juga. Ini malah kebetulan banget kalau Bunda nyuruh kita kesana nganterin makanan," kata Syafiq.


"Nanti sekalian kita beliin mainan buat anak-anak ya, kak," pinta Sena.


"Tentu, sayang," balas Syafiq menyetujui.


🌺🌺🌺


Mobil yang dikendarai oleh Syafiq dan Sena sudah memasuki halaman panti asuhan milik Opa Ricko. Dan begitu Syafiq juga Sena turun dari mobil, mereka berdua langsung disambut dengan riuh teriakan anak-anak yang begitu bahagia melihat kedatangan mereka berdua.


"Horeee. Kak Syafiq datang. Kak Sena datang," teriak riuh anak-anak seraya berebutan untuk bergantian mencium punggung tangan kanan Syafiq dan Sena.


Syafiq tersenyum melihat Sena yang tertawa begitu riangnya menyambut ke-antusias-an semua anak-anak panti asuhan dalam menyambut kedatangan mereka berdua. Apalagi ketika Sena mulai membagikan mainan untuk anak-anak tersebut. Sena terlihat begitu bahagia melihat raut wajah penuh kebahagiaan dari anak-anak panti asuhan Opa Ricko tersebut.


'Ah, sepertinya anak-anak panti ini bisa membawa kebahagiaan tersendiri untuk Sena. Hmm, boleh juga lah untuk mengembalikan mood Sena dan juga mengembalikan rasa percaya diri Sena lagi,' kata batin Syafiq.

__ADS_1


__ADS_2