
Malam ini Syafiq pulang larut karena ada acara meeting penting dengan klien.
"Assalamu'alaikum," sapa Syafiq seraya membuka pintu kamarnya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Sena yang sedang duduk di depan meja riasnya.
Sena menoleh ke arah pintu kamarnya yang terbuka.
"Kak Syafiq. Kakak udah pulang?" tanya Sena seraya berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Syafiq.
Sena mengambil alih tas kerja yang dibawa Syafiq kemudian mencium punggung tangan kanan suaminya itu.
Cup.
"Udah," jawab Syafiq setelah mencium kening Sena.
"Gimana meeting-nya tadi, lancar kan?" tanya Sena lagi sambil mereka berdua berjalan ke arah sofa.
Syafiq dan Sena kemudian duduk bersisian di atas sofa di dalam kamar mereka tersebut.
"Alhamdulillaah, sayang. Ya walaupun tadi sempet agak alot sih pembahasannya. Tapi alhamdulillah semua berakhir sepakat kok," jawab Syafiq seraya melepas dasinya.
"Syukur alhamdulillah kalau gitu. Kakak udah sholat isya'?"
"Udah sayang. Sama Ega, sama Alvin dan Rizal juga tadi. Tadi sepulang dari restoran kita nyempetin mampir ke masjid dulu."
"Ya udah. Aku siapin air hangat buat kakak mandi dulu ya."
Syafiq menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lembut. Sena membalas senyuman suaminya itu dengan sama lembutnya. Dia lalu berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi, menyiapkan air hangat untuk suaminya itu mandi.
Beberapa saat kemudian.
Syafiq sudah selesai mandi. Dilihatnya Sena sedang duduk di atas tempat tidur, bersandar pada headboard dengan memangku laptopnya. Syafiq kemudian berjalan menghampiri Sena.
"Ngerjain apa sih, sayang?" tanya Syafiq setelah duduk di depan istrinya itu.
Sena mengangkat wajahnya.
"Oh, ini kak, lagi nyusun bahan buat pengajuan judul skripsi."
"Udah dapet judulnya?"
__ADS_1
"Alhamdulillaah udah. Tinggal pengajuan aja nanti. Semoga langsung di-ACC"
"Aamiin. Tapi ini udah malem. Besok lagi ya. Sekarang kita tidur dulu!"
Sena menganggukkan kepalanya beberapa kali. Sena kemudian mematikan laptopnya lalu turun dari tempat tidur dan meletakkan laptop tersebut ke atas meja kerja di dalam kamar mereka tersebut.
"Yakin nih mau langsung tidur aja?" tanya Sena seraya berjalan kembali menghampiri Syafiq.
Syafiq tersenyum mendengar pertanyaan menggoda dari istri cantiknya itu.
"Dasar nakal. Sudah berani sekarang kamu ya."
Syuut.
Syafiq menarik tangan Sena hingga akhirnya istrinya itu jatuh terduduk menyamping di atas pangkuannya. Syafiq lalu melingkarkan kedua tangannya dan memeluk perut ramping Sena.
Cup.
Diciumnya pipi Sena.
"Udah pinter sekarang ya. Siapa yang ngajarin, hmm?"
"Kan kakak yang ngajarin, hehe," jawab Sena dengan cengirannya.
Keduanya kemudian tertawa bersamaan.
Cup.
Sekali lagi Syafiq mencium pipi Sena. Syafiq kemudian meletakkan kepalanya di bahu istri cantiknya itu.
"Tapi sayang, kakak beneran salut loh. Istri kakak ini sekarang jadi dewasa dan bijak banget sih. Siapa yang ngajarin coba, hmm?" tanya Syafiq.
"Alhamdulillaah kalau menurut kakak sekarang aku udah jadi lebih dewasa. Berarti nggak sia-sia dong aku sering sharing sama Mbak Sonia."
"Hmh, Sonia?" tanya Syafiq lagi dengan mengerutkan keningnya.
"He-em. Sama Safa juga," jawab Sena seraya mengangguk.
"Jadi yang kalian bertiga beberapa kali ijin buat me time itu..." Syafiq mengangkat wajahnya, menunggu jawaban dari Sena dengan rasa penasaran.
"Iya. Kita nggak cuma sekedar jalan-jalan, nyalon, shopping, terus makan siang aja. Kita juga sharing-sharing. Berbagi pengalaman, masalah apa aja yang udah kita hadapi, apalagi setelah kita menikah kayak gini. Ya, emang lebih tepatnya Mbak Sonia sih yang banyak kasih nasehat ke aku sama Safa. Karena selain Mbak Sonia udah lebih dulu nikah daripada kita berdua, Mbak Sonia juga yang paling bijaksana dalam menyikapi masalah. Jadi ya gitu, aku sama Safa banyak belajar dari Mbak Sonia," jawab Sena menjelaskan.
__ADS_1
Syafiq tersenyum. Cup. Diciumnya lagi pipi istrinya itu.
"Kakak bangga sama kamu, sayang. Kamu bisa mengambil pelajaran berharga dari orang lain untuk lebih memperbaiki diri kamu sendiri," puji Syafiq tulus.
Sena tersipu mendengar pujian dari suaminya itu. Syafiq justru tertawa kecil.
"Kakak baru tau, ternyata wajah kamu bisa memerah dan tersipu malu kayak gini ya, sayang. Imut banget. Nggemesin tau nggak," goda Syafiq.
"Kak....."
"Tapi kemampuan bela diri kamu yang hebat dulu itu nggak hilang kan sayang?" tanya Syafiq tiba-tiba dengan memicingkan kedua matanya, lagi-lagi menggoda istrinya itu.
Sena membulatkan kedua matanya karena terkejut.
"Ya enggak lah," sanggah Sena tegas seraya melotot ke arah Syafiq.
"Ohh. Kirain setelah kamu berubah jadi istri yang anggun dan dewasa kayak gini terus kemampuan bela diri kamu dulu itu jadi lupa," kata Syafiq setengah mencibir.
"Eh, sembarangan. Mau coba? Ayok kita buktiin," tantang Sena mulai terpantik emosinya.
"Oh, nantangin nih ceritanya?" sambut Syafiq dengan gaya angkuhnya.
"Ayok! Siapa takut," balas Sena seraya berdiri dari pangkuan suaminya itu.
Tapi sayangnya Sena kalah perhitungan. Belum juga Sena bersiap untuk memasang kuda-kuda sebagai pertahanan, secepat kilat Syafiq sudah kembali menarik tangan Sena kemudian melempar tubuh istrinya itu ke atas tempat tidur.
Brugh.
"Ahhh,,," pekik Sena kaget karena dirinya tiba-tiba terjatuh di atas tempat tidur.
Syafiq mengunci kedua tangan Sena di atas kepalanya. Memposisikan diri di atas tubuh Sena, Syafiq mengungkung tubuh mungil istrinya itu di bawah tubuh kekarnya.
"Kak," cicit Sena pelan.
"Heh, sayangnya kamu nggak akan pernah bisa menandingi kecepatan kakak, sayang," kata Syafiq dengan menyeringai.
Sena yang berada di bawah kungkungan Syafiq pun menciut nyalinya.
"Ka-kakak mau ngapain?" tanya Sena takut-takut.
"Menikmati hidangan penutup kakak malam ini," jawab Syafiq.
__ADS_1
Dan, cup. Syafiq kemudian menyatukan bibir keduanya. D i l u m a t nya bibir istrinya itu rakus. Sena sampai kewalahan menghadapi serangan suaminya itu kali ini.
Tidak punya pilihan lain, Sena hanya mampu mengikuti alur permainan suaminya itu malam ini. Hanya e r a n g a n dan d e s a h a n yang keluar dari bibir mungil Sena, memenuhi ruangan kamar mereka. Sebagai akibat dari perbuatan Syafiq yang sedang menikmati hidangan penutup nya yang sangat manis pada malam hari ini.