
Sesuai rencana mereka kemarin, akhir pekan ini tiga pasangan anak muda itupun berangkat bersama untuk liburan bareng ke Bali. Sesampainya di Bali, Sean sudah menyewa sebuah cottage yang letaknya tidak terlalu jauh dari pantai.
Sebuah rumah kayu dengan gaya rustic, yang memiliki konsep arsitektur dan interior yang menampilkan kesan alami. Dan hunian dengan satu lantai yang cukup luas itupun juga terlihat begitu asri karena banyaknya tanaman serta bunga yang ditanam di sekitarnya.
"Ada empat kamar tidur. Jadi pas untuk kita. Safa nanti di sebelah kiri aja, bersebelahan sama kamar Syafiq dan Sena. Adrian nanti di sebelah kanan, bersebelahan sama kamar gue dan Sonia," kata Sean menjelaskan begitu mereka berenam masuk ke dalam cottage tersebut.
"Oke," balas Syafiq, Adrian, dan Safa.
"Kita beres-beres dan istirahat dulu sebentar. Nanti habis sholat Dzuhur kita keluar buat cari makan siang bareng, oke," jelas Sean lagi.
Semuanya menganggukkan kepala, mengerti dan menyetujui penjelasan dari Sean tadi. Mereka berenam kemudian masuk ke dalam kamar masing-masing, sesuai dengan pembagian kamar yang Sean sebutkan sebelumnya.
"Kakak istirahat duluan aja, biar aku yang beresin barang-barang kita," kata Sena begitu dirinya dan Syafiq sudah memasuki kamar mereka.
"Kakak bantu, biar lebih cepet selesai. Biar kita juga bisa istirahat sama-sama," tolak Syafiq.
"Ya udah deh kalau gitu."
Syafiq kemudian membantu Sena menata pakaian dan barang bawaan mereka ke dalam lemari kayu di dalam kamar tersebut. Setelah selesai mereka berdua pun kemudian merebahkan tubuh mereka dan beristirahat sejenak.
πΊπΊπΊ
Memasuki waktu sholat Dzuhur, mereka berenam kemudian melaksanakan ibadah sholat Dzuhur berjamaah dengan Sean yang bertindak sebagai imam sholat. Selesai sholat Dzuhur mereka berenam pun kemudian keluar untuk makan siang bersama di restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari cottage mereka.
"Tambah lauknya ya, Mas," kata Sonia seraya menyendokkan udang asam manis dan menambahkannya ke piring Sean.
"Makasih ya, sayang," balas Sean.
Sonia mengangguk pelan. Sepasang suami istri itupun kemudian saling melempar senyum manis kepada satu sama lain.
__ADS_1
"Sayang, tolong ambilin telurnya, ya," pinta Syafiq kepada Sena.
"Iya, kak."
Sena kemudian menyendokkan telur balado dan menambahkannya ke piring Syafiq.
"Makasih ya, sayang," kata Syafiq dengan tersenyum manis.
"Sama-sama, kak," balas Sena yang juga ikut tersenyum.
"Cih, dasar kalian ini. Terus aja, terus, kalian pamerin tuh kemesraan kalian sama gue. Asem emang Lo pada," gerutu Adrian sewot.
"Hahahahaha,,," seketika tawa Syafiq pun meledak, sementara Sean, Sonia, dan Sena hanya tertawa kecil.
"Kak Syafiq,,," tegur Safa dengan memanjangkan kata.
Safa kemudian mengusap-usap lembut lengan Adrian yang duduk di sebelahnya.
Merasa tidak enak hati, Sena pun kemudian memperingatkan suaminya itu pelan-pelan.
"Udah dong, kak. Jangan kayak gitu," tegur Sena pelan dengan memegang lengan Syafiq yang duduk di sebelahnya.
"Iya deh iya, sorry ya Mas," kata Syafiq kemudian, meminta maaf kepada Adrian.
Sean dan Sonia menggelengkan kepala mereka pelan. Ternyata meskipun sudah memiliki istri, kejahilan Syafiq bukannya berkurang, namun justru sekarang makin bertambah, bahkan dengan target baru yaitu Adrian.
"Udah-udah. Buruan lanjutin makannya. Habis ini kita jalan-jalan ke pusat oleh-oleh. Baru nanti sehabis ashar kita ke pantai sekalian nikmatin sunset," lerai Sean pada akhirnya sekaligus menjabarkan rencana kegiatan mereka hari itu.
"Yeay," pekik Safa pelan. "Abang emang the best deh."
__ADS_1
Mereka berenam pun kemudian melanjutkan acara makan siang mereka. Selesai acara makan siang, ketiga pasangan anak muda itu pun kemudian melanjutkan aktivitas mereka.
Cuaca siang itu begitu terik. Sesuai rencana yang sudah disampaikan oleh Sean tadi, mereka pun kemudian menuju ke area pusat perbelanjaan lokal yang menjual berbagai macam pernak-pernik oleh-oleh khas daerah Bali tersebut.
Ketiga pasangan anak muda tersebut berkeliling di area pusat perbelanjaan tersebut, berburu berbagai macam oleh-oleh khas Bali dari satu toko ke toko yang lainnya. Dan tentu saja, para wanita muda itulah yang lebih antusias dalam hal berbelanja daripada ketiga laki-laki yang hanya bisa mengikuti mereka dari belakang.
Safa yang lebih banyak mendominasi. Mengajak Sonia dan Sena untuk membeli berbagai macam pernak-pernik oleh-oleh khas daerah Bali. Sementara Sean, Syafiq, dan Adrian tentu saja hanya bisa mengikuti langkah ketiga wanita cantik itu. Membantu membawakan barang-barang belanjaan mereka, dan tentu saja membayar apa saja yang dibeli oleh ketiga wanita cantik pujaan hati mereka tersebut.
πΊπΊπΊ
Sesuai rencana, setelah selesai sholat ashar berjamaah mereka berenam kemudian bersiap-siap untuk menghabiskan waktu mereka di pantai.
Ketiga pasangan anak muda itupun kemudian berangkat bersama menuju ke pantai dengan berjalan kaki, karena memang cottage yang mereka tempati letaknya tidak jauh dari pantai. Mereka berjalan dengan menggandeng tangan pasangan masing-masing.
Sesampainya di pantai,
"Ayo So, kita main air. Ayo kak Sena," ajak Safa riang.
Sonia dan Sena menganggukkan kepala mereka seraya tersenyum. Safa kemudian langsung menarik tangan kedua kakak iparnya itu. Ketiganya berlari kecil mendekati bibir pantai. Sean, Syafiq, dan Adrian pun mengikuti langkah ketiganya dari belakang.
Safa, Sonia, dan Sena segera saja mulai asyik bermain air. Saling menciprati satu sama lain. Tawa ketiga wanita cantik itu membahana, menimbulkan senyum di wajah ketiga laki-laki tampan yang sedang mengawasi mereka.
Safa memberi kode kepada Sonia dan Sena dengan mengendikkan dagunya pelan ke arah para laki-laki yang hanya berdiri diam mengawasi mereka bertiga. Memahami apa yang dimaksud oleh Safa, mereka pun lalu tersenyum penuh arti. Ketiganya kemudian berlari lalu menarik tangan pasangan masing-masing dan mengajaknya untuk bermain air bersama.
Sean dan Sonia menikmati permainan air mereka dengan saling menciprati air satu sama lain. Syafiq menggendong Sena kemudian menjatuhkan tubuh mereka berdua ke ombak yang bergulung ke tepi pantai. Sementara Adrian sedang mengejar Safa yang berlarian di sepanjang bibir pantai.
Tawa bahagia tidak pernah lepas dari wajah ketiga pasangan anak muda tersebut. Menikmati waktu bercengkrama dengan pasangan masing-masing di sore hari yang indah itu.
Lelah bermain air, kebetulan waktu juga sudah semakin sore. Mereka berenam kemudian memutuskan untuk duduk di pasir pantai, bersebelahan dengan pasangan masing-masing. Beristirahat sambil menikmati segarnya air kelapa muda. Menikmati senja. Menunggu sunset bersama dengan orang terkasih.
__ADS_1
Dan ketika matahari mulai terbenam, perlahan-lahan kembali ke peraduan. Sean merangkul pundak Sonia. Begitu juga dengan Syafiq yang juga merangkul pundak Sena, dan Adrian yang merangkul pundak Safa. Sonia, Sena, dan Safa pun lalu menyandarkan kepala mereka di pundak pasangan masing-masing.
Sebuah pemandangan yang begitu indah. Ketika ketiga pasangan anak muda itu menikmati momen terbenamnya matahari dengan duduk di atas pasir pantai bersama dengan pasangan masing-masing. Sean, Syafiq, dan Adrian mencium puncak kepala pasangan masing-masing, menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang mereka kepada pasangannya masing-masing, sang pujaan hati yang telah menguasai hati mereka.